SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 57 Random


__ADS_3

"Ma"Andika duduk disebelah Bu Lastri yang sedang nonton TV"Tadi pas di jalan mau masuk kesini,aku lihat mobil Niken.Ngapain dia kemari??"


"Mau nuntut warisan buat anaknya "jawab Bu Lastri tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar Televisi.


"Serius ??"


"Nggak tahu malu bener kan dia "


"Terus tanggapan Papa gimana ??"


"Entahlah... Mama malas ikut campur pasti yang ada disalahin..."


Andika diam, otaknya berpikir keras.


"Kenapa Niken aytu kayak khawatir dengan warisan?padahal jelas-jelas cucu Papa cuma anaknya.kecuali sikembar"Andika bergumam sendiri.Bu Lastri langsung mematikan TV dan meletakkan remote di atas meja.


"Bener... kenapa Mama tidak kepikiran kesitu ya??Apa si kembar masih hidup ??"


"Bisa jadi Ma...Kita jadi penyimak saja,kita lihat bagaimana sepak terjangnya Niken melawan keadaan yang tidak berpihak padanya "


Bu Lastri mengangguk setuju.


___Zulkarnain menatap Niken dalam-dalam, banyak hal yang bermain di otaknya ketika melihat istrinya itu.Niken tidak menyadari kalau ia diperhatikan oleh suaminya.Ia sibuk menyuapi NOUVAL.


"Yeee habis"Niken bertepuk tangan ketika NOUVAL sudah menghabiskan makanannya.Nouval ikut tepuk tangan menirukan sang Mama.


"Sudah ma'em terus pergi belajar ya"Zulkarnain memberi arahan kepada putranya.Nouval mengangguk,ia turun dari kursi terus masuk ke dalam.


"Aku mau menemani NOUVAL dulu ya Mas"Niken bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar!!"Suara Zulkarnain menghentikan gerakan Niken.


"Aku mau bicara"


Niken kembali duduk di tempat semula.


"Apa maksud kamu meminta hak waris untuk NOUVAL sekarang ?? padahal NOUVAL masih kecil,Dan Papa juga masih sehat.Kamu merencanakan sesuatu "


"Nggak Mas"Niken membantah tuduhan suaminya.


"Terus ??"


"Apa salahnya meminta sekarang sebelum Andika dan Mamanya berbuat sesuatu yang tidak diinginkan"Niken mengkambing hitamkan Andika dan Bu Lastri.Zulkarnain mencerna ucapan istrinya.Ia agak percaya juga alasan Niken.


"Kamu tidak usah memikirkan hal-hal itu, masalah warisan kamu tenang saja, NOUVAL punya hak tersendiri"Zulkarnain bangkit dan meninggalkan Istrinya sendirian.


"Apa Mas Zul dan Papa tahu kalau si kembar masih hidup??"Niken bertanya kepada diri sendiri.


___"Mbah... Apa Mbah sudah mulai buka praktek lagi"Laras ingin tahu ketika melihat beberapa orang baru saja keluar dari kamar kost nya Mbah Sukma.


"Mbah hanya mencoba menolong, karena orang itu memang butuh bantuan dari Mbah"


"ooooo"bibir Laras membulat.


"Cucu-cucuku mana??"


"Tuh ikut kereta api kereta apian Mbah, jalan-jalan sama temen-temennya"jawab Laras.


"Nggak bahaya kan Laras ??"

__ADS_1


"Ya nggak lah Mbah, jalannya pelan-pelan aja nggak ngebut kok"


Mbah Sukma manggut-manggut,ia melihat-lihat kedepan warung siapa tahu Lisa dan Lucy sudah datang.


"Mereka sudah makan kan??"


"Sudah Mbah...Lisa dan Lucy diperhatiin terus,aku kok nggak sih"Laras mulai mengadu.


"Kamu kan sudah besar panjang bisa ngurus diri sendiri juga"


"Tapi pengen juga ada yang mengkhawatirkan gitu"


"Ya punya pacar dong..."


"Lah kok malah bahas pacar sih??"


"Sampai kapan kamu mau sendiri terus, trauma itu jangan dipelihara "


Laras diam,ia menghabiskan lipatan bajunya lalu masuk ke dalam.


"Duuh ngambek nih anak perawan ku "Goda Mbah Sukma.


"Kalau Mbah nikah, Laras juga bakal nikah??"seru Laras dari dalam.


"Kok malah dibalik... Mbah udah tua Laras, jangan kayak Mbah "


"Pokoknya Laras ogah nikah "Laras kembali kedalam warung duduk disamping Mbah Sukma."Laras cuma mau hidup sama Mbah dan si kembar udah "


Mbah Sukma tersenyum,ia membelai rambut Laras dengan lembut.Di dalam hatinya Mbah Sukma sangat prihatin dengan nasib murid satu-satunya itu,Ia ditinggal nikah oleh pacarnya dan lebih parahnya lagi yang dinikahi oleh pacarnya itu adalah sahabatnya sendiri.Sungguh Luka yang tak terobati sampai sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2