
Azizah sudah menyiapkan bekal untuk semua adiknya. Perutnya sudah sedikit besar, tinggal tiga bulan lagi menuju peluncuran anak pertamanya itu.
"Kakak, minta dua bekal dong," pinta Adiba pada kakaknya.
"Kok dua?" tanya Azizah.
Triple eL membantu Aminah dan Ari makan. Lana menyuapi Aminah dan Ari bergantian. Sedang yang lain makan sendiri-sendiri. Rion juga sudah menghabiskan sarapannya.
'Diba mau ada ekstra nanti. Pulangnya sore," jawab gadis itu.
'Oh Kakak kasih uang saja ya. Besok, kalau mau ikut kegiatan bilang dulu sama Kakak jadi bisa masak lebih," ujar Azizah memberitahu.
"Oh oke kak ... maaf ya," sahut Adiba tersenyum.
Setelah sarapan, mereka pun menuju kendaraan masing-masing. Semua mencium perut Azizah sebelum naik kendaraan.
"Sehat terus ya Debay ... Mama Debay juga sehat!" sebuah doa baik terucap dari mulut. Ajis, Amran, Alim dan Ahmad.
Adiba juga mencium perut kakaknya. Ia sangat antusias menyambut keponakan pertama yang masih dirahasiakan jenis kelaminnya itu.
"Papa Jun, Umi Layla, dielus dong perut Zizah!'' pinta wanita itu setengah merengek.
Layla dan Juno tersenyum. Keduanya menuruti keinginan ibu hamil itu.
Aminah dan Ari juga Layla, ikut Rion dan Azizah Mereka akan pergi ke rumah Terra. Tak butuh waktu lama, kendaraan itu sampai di halaman. Rion turun dan membuka pintu untuk istrinya. Dua anak juga turun setelahnya lalu baru Layla.
"Assalamualaikum!" Azizah masuk memberi salam.
"Lalaytumsayam!" pekik Arsh.
"Mama!"
Bayi itu menerjang Azizah. Wanita itu memutar sebentar Arsh di atas ketika mengangkatnya.
"Sayang!" peringat Maria.
"Kamu sedang hamil!" lanjutnya.
"Nggak apa-apa Mommy," sahut Azizah.
"Mama teulza?" tanya Arsh.
Rion mengambil alih bayi itu dari tangan istrinya. Lalu terdengar pekik dan gelak tawa terdengar. Semua bayi mau diperlakukan sama. Rion tak masalah sama sekali.
Setelah mencium Terra dan semua ibu. Sepasang suami istri itu pun pergi ke kantor.
"Apa Azizah tidak terlalu besar kandungannya untuk tetap bekerja?" tanya Rahma khawatir.
"Te dulu besok mau lahiran, masih kerja Umi," jawab Terra dengan nada cemburu.
__ADS_1
"Apa ... kenapa suamimu membiarkannya?" tanya Rahma kaget dan sedikit marah.
Terra merengek manja pada Rahma. Bahkan ia mulai mengadukan sang suami. Rahma hanya tersenyum mendengarnya.
"Biar umi tegur nanti ya!" janji wanita itu.
"Bener ya Umi?" ujar Terra.
"Iya sayang,"
Kanya hanya menggeleng. Karina tengah membantu yang lainnya. Rumah itu sedikit penuh. Kanya ingin Terra menukar huniannya itu dengan mansionnya.
"Bagaimana sayang. Rumahmu ini sebentar lagi tidak muat," ujar Kanya.
"Te, belum bilang sama Mas Haidar Ma. Nanti ya, kita omongin lagi," jawab Terra meminta pengertian ibu mertuanya itu.
Kanya hanya menghela napas panjang. Terra yang sederhana, memang sangat menginginkan rumah kecil. Ia mengatakan hal itu membuat keluarga akan semakin hangat.
Sementara itu, Azizah sudah sampai kantornya. Ia langsung masuk ke area IT. Wanita itu mendapat data jika ada beberapa anjing cybernya terkena virus.
"Selamat pagi Nyonya Hugrid Dougher Young!' sapa beberapa tim IT dalam satu ruangan.
"Pagi juga. Bagaimana perkembangannya?" tanya Azizah lalu membaca laporan di tangannya.
"Beberapa anjing cyber terkena virus akibat sampah yang tertinggal Nyonya. Dan sistem yang mati akibat pemadaman mendadak," jawab salah satu asisten Azizah.
"Apa sistem sub power tidak bisa membantu?" tanya wanita itu.
"Berarti kita harus menyuplai listrik sendiri dalam jaringan kita. Panel surya apa berfungsi?" tanya Azizah lagi.
"Kami belum menggunakan panel surya, Nyonya,' jawab asisten.
"Oh, berarti harus kita ajukan untuk keamanan data kita!" ujar Azizah.
"Siapkan rapat pada CEO untuk merapatkan panel surya dan ketahanan data lainnya!" perintah Azizah.
"Baik Nyonya!" asisten membungkuk hormat.
Tak lama Darren diberitahu oleh Rommy jika bagian IT akan membuat rapat internal. Pria itu makin kagum dengan adik iparnya itu. Kegeniusan wanita itu bukan kaleng-kaleng.
"Pa, tau nggak di markas para perempuan yang mendaftar bodyguard mengira Azizah masuk menggunakan kecantikannya?" ujar pria itu mulai bergosip.
"Apa?" Rommy tidak mengerti.
Pria itu baru saja mendapat putra ketiganya dan kini baru berusia tiga puluh hari. Putra dadakan Rommy, pria itu tak menyangka istrinya dapat anak lagi diusianya yang sudah empat puluh tahun lebih.
"Itu yang mau daftar jadi pengawal khusus wanita. Mereka mengira Azizah ikut gabung ke markas buat menjadi istri Rion," jelas Darren lagi.
"Oh ...," sahut Rommy pendek.
__ADS_1
Darren berdecak, Rommy memang tak begitu menanggapi perkataan anak atasannya itu. Berbeda dengan Jhenna. Sekretaris sekaligus istri dari vice presiden itu langsung menyambar gosip terhangat seputar kantor dan keluarga atasannya.
"Jadi maksudnya Nona ... ah maksudku Nyonya Azizah dikira modal tampang buat dapetin Baby?"
"Iya Ma!" sahut Darren antusias.
"Tuan, rapat mau dimulai!' sambar Rommy.
Kedua manusia beda usia itu berdecak. Jhenna jadi satu-satunya sekretaris senior yang masih bekerja di perusahaan itu. Ia dan Aden memiliki sepasang anak. Keduanya sudah beranjak remaja dan akan lulus sebentar lagi. Keduanya akan bergabung di perusahaan ini menggantikan mereka. Rommy juga akan digantikan putri pertamanya, sedang putra kedua memilih menjadi pengabdi negara, seperti kakeknya.
"Tuan, saya juga ingin mengundang acara pengajian untuk seratus harinya Papa," ujar Rommy memberitahu.
"Ah, tidak sangka. Kakek Sofyan sudah berpulang seratus hari ya," sahut Darren lalu mengangguk.
"Siapkan rumah Papa. Soalnya pasti ramai seperti tujuh hari dan empat puluh hari kemarin," kekeh Darren.
Rommy mengangguk. Ia tentu tau berapa banyak anggota keluarga atasannya itu.
Rapat dimulai, poin penting Azizah diungkapkan. Pendirian panel surya disetujui. Darren suka dengan ide adik iparnya.
Waktunya makan siang. Kali ini Azizah harus sendirian makan di kantin. Baik Darren maupun suaminya tak bisa menemani akibat pekerjaan yang menggunung.
"Wah ... Bu Zizah, kandungannya udah besar ya!' ujar penjaga kantin semringah melihat perut bulat Azizah.
"Iya nih," sahut wanita itu ramah.
Makanan terhidang di meja. Azizah menikmati hidangan itu. Dari ia gadis hingga sekarang. Tak ada satu karyawati yang mau berdekatan dengan Azizah.
"Maaf, boleh gabung?" Azizah menoleh.
Seraut wajah cantik berhijab tengah memegang makanan. Azizah memutar pandangan. Siang itu semua meja penuh. Ia pun mengangguk lalu gadis itu duduk.
"Saya Bilqis," ujar gadis berhijab itu memperkenalkan diri.
Azizah menyambut tangan itu dan menyebut namanya. Pembawaan dingin dan kurang bersahabat. Azizah memang sangat kurang bersosialisasi. Dari dulu ia menutup diri untuk orang luar kecuali keluarga.
Azizah mempercepat makan siangnya. Ia pun pamit dengan hanya tersenyum sedikit saja. Bilqis menghela napas untuk menetralkan jantungnya.
"Astagfirullah, kenapa sepertinya galak sekali!" tuduhnya dalam hati.
Gadis itu mengusap tangannya yang mendadak bulu romanya berdiri. Ia merinding berdekatan dengan Azizah.
"Siapa sih dia?" tanyanya.
Bersambung.
Itu namanya Azizah ya ... istrinya Rion Permana Putra Hugrid Dougher Young atau bisa Rion Permana Putra Black Dougher Young!
😁
__ADS_1
next?