SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 94 Kenapa dengan Laras


__ADS_3

Seluruh Keluarga Prasetyo Adjie berkumpul di sebuah ruangan menunggu hasil otopsi Dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara.Mereka di dampingi oleh Polisi Jorgy dan seorang asistennya.


Tak butuh waktu lama,Dokter yang menangani kasus itu keluar dan menyerahkan hasil otopsi kepada pihak kepolisian.


"Keduanya sama-sama dibunuh dengan senjata yang sama.Sejenis samurai yang sangat tajam.Karena dilakukan hanya dengan sekali tebas"


Andika terpelongo tak percaya.Ia berpandangan dengan yang lainnya.Wajah mereka nampak tidak percaya dengan keterangan Dokter.


"Lantas korban yang satunya itu siapa Dok?"Soraya tidak bisa menahan rasa penasarannya sejak tadi.


"Mmmm dia seorang nenek tua, umurnya sekitar hampir 200 tahun"


"Hah?"Mereka kompak dengan ekspresi yang sangat terkejut.


"Memangnya kalian tidak kenal siapa dia?"Pak Jorgy bertanya.Andika dan Soraya sama-sama menggelengkan kepala."Mungkin teman dari almarhum Mama kalian?"


"Mama tidak akan berteman dengan nenek-nenek Pak"Jawab Andika "Teman Mama rata-rata wanita karir yang cantik dan elegan"Tambahnya.Pak Jorgy manggut-manggut.

__ADS_1


"Dok,tolong cari identitas nenek itu"Titah Pak Jorgy.Dokter itu mengiyakan.


Tiba-tiba telfon Zulkarnain berdering,semua tersentak kaget.Jadi parno rasanya dengan bunyi HP.


Zulkarnain melihat satu persatu wajah Keluarganya sebelum mengangkat telepon.


"Hallo?ohh baik pak,ok baik.Terima kasih"Hanya percakapan sesaat.


"Siapa Bang?"Andika merasa ingin tahu.


"Pihak Notaris Papa,Dia meminta besok sore menemuinya dikantor Notaris"Zulkarnain menjelaskan.


"Ya sudah kalau ini sudah selesai kami pamit pulang"Zulkarnain pamit kepada Pak Jorgy.Pak Jorgy mengangguk.


"Kalau ada apa-apa lagi silahkan hubungi saya,sebisa mungkin kami akan membantu pihak kepolisian menyelidiki kasus ini tanpa kendala"Zulkarnain menambahkan.


"Terimakasih"Balas Pak Jorgy sambil menyalami Zulkarnain.

__ADS_1


__Di dalam mobil,suasana sepi tak ada yang bersuara.Niken yang semobil dengan suaminya dan juga Laras,tampak diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Sedangkan Soraya yang semobil dengan Andika terlibat pembicaraan yang serius.


"Menurut mu siapa yang membunuh Mama Raya?"


"Entahlah kak,siapa yang punya senjata asal Jepang itu ?Dan rasanya sangat tajam sampai meja makan dirumah ikut terbelah"


Andika manggut-manggut,ia berpikir keras siapa kira-kira pembunuhnya.


Dilain pihak,Zulkarnain sering kali mencuri-curi pandang dari kaca spion,melihat Laras yang duduk melamun di Jok belakang."Apa yang sebenarnya yang dipikirkan oleh Laras ?"Tanya Zulkarnain membatin.


"Sejak tadi raut wajahnya tegang seperti tahu sesuatu.Dan sesekali terlihat bibirnya bergerak-gerak seperti bicara sendiri.Apa yang kamu tahu dan tidak aku tahu Laras"


Niken memperhatikan suaminya yang sering melihat ke arah kaca spion di atasnya.Hatinya bergemuruh sakit dirasa.Dan kadang juga Niken menoleh ke belakang melihat mungkin saja Laras kegenitan dibelakang.Tapi ternyata tidak, justru Laras seperti kehilangan jiwanya.Niken menghela nafas berat,apakah ia akan mempunyai saingan lagi?


"Tidak,aku tidak akan mau bermadu lagi.Akan aku pertahankan apa yang aku miliki"Ucap Niken membatin.Lagian sekarang Mbah Sukma yang diseganinya sudah tidak ada lagi.Jadi buat apa dia segan kepada Laras yang hanya numpang dirumahnya.

__ADS_1


Niken bersikeras menunjukkan taringnya kepada Laras jika wanita itu mengganggu rumah tangganya.Kalau perlu dia akan mengusir Laras dari Villa.Biarpun dia yang merawat si kembar,itu bukan urusannya.


__ADS_2