SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 93 Kabar kematian Bu Lastri


__ADS_3

Handphone Andika berdering mencegah keinginan Si empunya Hp menyuapkan makan ke mulutnya.Andika mengerutkan keningnya.


"Dari siapa Kak?"Soraya jadi penasaran melihat ekspresi wajah Kakaknya.


"Dari Paviliun"Jawab Andika pendek.


"Coba angkat Kak,siapa tahu penting"


Andika mengikuti perintah adiknya."Hallo?"


"Tuan Muda"Terdengar suara ARTnya dari seberang dengan gemetar.


"Ada apa Bik?"Andika bertanya.


"Nyonya Tuan, Nyonya"Belum selesai kalimat yang diucapkan,ART itu terdengar menangis sesenggukan.


"Mama kenapa?"Andika jadi naik angin karena kalimatnya digantung terus.


"Nyonya,,, meninggal Tuan.Mengerikan"


"Apa?!"Suara Andika membuat semua orang yang ada dimeja makan terkejut bukan main.


"Pelan-pelan kenapa sih"Lisa mengelus dadanya yang hampir copot.Ia menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Ada apa Kak?"Soraya bertanya lagi.


"Mama meninggal Raya"Wajah Andika menegang,ia masih tak percaya dengan apa yang ART nya katakan barusan.


"Apa??Kok bisa??Kapan itu terjadi ?"Soraya pun merasa kurang yakin.Andika hanya menggeleng, tatapannya tanpa ekspresi.


"Sebaiknya kita segera cek kesana"Zulkarnain memberi saran.Soraya mengangguk setuju.


"Anak-anak kalian sekolah di antar Om Riky ya pakai Mobil Nouval.Karena Ayah mau ke Paviliun"


Lisa menjawab dengan anggukan begitu juga dengan Nouval."Mas aku ikut"Niken menawarkan diri.Zulkarnain mengangguk memberi izin.


"Saya boleh ikut Tuan?"Laras juga ingin ikut serta.Zulkarnain mengiyakan.Laras tersenyum senang,tapi tidak dengan Niken Ayu.Ia melihat dengan sinis ke arah Laras.Sepertinya ia tidak suka dengan keberadaan Laras.


"Mama..Mama saya kenapa Pak?"Andika bertanya kepada seorang polisi Dengan tiga bintang di bahunya.


"Anda siapanya korban ?"Tanya Pak Jorgy Andara,itulah nama yang tersemat didada kirinya.


"Saya anaknya,dan ini adik saya"Andika menjelaskan.Soraya hanya diam,ia menutup mulutnya melihat jasad Sang Mama.


"Ibu anda menjadi korban pembunuhan dengan tubuh terbelah menjadi dua.Dan satu mayat yang tak dikenali juga bernasib sama.Kami masih menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui motif pembunuhan.Karena setelah kami periksa tidak ada jejak pembunuh masuk ke merata tempat.Hanya di halaman samping dan ruang makan.Dan juga tidak ada benda berharga yang hilang "


"Pembantu saya gimana?"Andika ingin tahu apa yang dijelaskan oleh wanita tua itu.

__ADS_1


"Menurut keterangan satpam, sepulang dari pemakaman suami korban.Pembantu yang biasa kerja disini diliburkan oleh Ibu anda.Dan baru masuk kerja pagi tadi.Sedangkan dia sendiri belum bisa dimintai keterangan karena masih shock."


"Anda sendiri ada dimana selama ini?"Pak Jorgy ingin tahu kemana Andika selama ini.Karena menurut Satpam itu,Andika sudah beberapa hari tidak kelihatan.


"Dia tinggal bersama saya Pak"Zulkarnain mengambil alih menjawab.Ia khawatir takut Andika malah dicurigai.


"Anda siapa?"


"Saya kakak tirinya"Jawab Zulkarnain tegas.Pak Jorgy manggut-manggut.


"Untuk sementara Paviliun ini akan dipasang garis polisi untuk mempermudah penyelidikan.Jadi tidak bisa ditempati untuk sementara waktu"Pak Jorgy menyampaikan maksudnya.Zulkarnain mengangguk setuju.


Laras terpaku sejak tadi,mendengar penjelasan dari polisi itu ia sudah tahu siapa yang melakukannya.


"Apakah ini ada kaitannya dengan kematian Mbah?"Laras hanya berani bertanya dalam hati."Aku harus bertanya langsung dengan Lucy,hanya dia yang tahu kejadian yang sebenarnya "


"Laras"Zulkarnain memanggil Laras yang diam mematung.Laras jadi gelagapan ia menyunggingkan senyum dalam kegugupan.


"Kamu kenapa ?"ZULKARNAIN jadi penasaran apa yang membuat gadis itu melamun dipagi hari.


"Ah tidak Apa-apa Tuan"Laras tak ingin Zulkarnain tahu apa yang sedang ia pikirkan.


"Ya sudah ayo kembali ke mobil,kita ke Rumah Sakit sekarang"Ajak Zulkarnain.Laras mengangguk,ia melangkah mendahului agar Zulkarnain tidak melihat perubahan Wajahnya dan semakin menginterogasinya.

__ADS_1


Niken yang menyimak dengan baik,merasa kalau Laras pasti tahu sesuatu.Ia berniat ingin mengintimidasi gadis itu nanti agar mengatakan padanya jika ia tahu sesuatu.


__ADS_2