SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
TAMAN MAWAR UNTUK AZIZAH


__ADS_3

Terra meminta Azizah cuti. Darren sedikit keberatan jika gadis itu meninggalkan pekerjaannya. Sungguh keberadaan Azizah di perusahaan memudahkannya mengkoordinir semua data. Padahal gadis itu sudah menciptakan sistem otomatis yang menggerakkan semua pengaman yang terpasang.


"Bukankah Azizah sudah menciptakan sistem otomatis pada chip jadi tak perlu penanganan standby?" tanya Terra.


"Iya sih ma," sahut pria itu lemah.


"Jadi biarkan Azizah ikut mama sekarang!" ujar wanita itu tegas.


"Ma ... kalo bisa bujuk Azizah mau sama baby ya," pinta pria itu.


...Terra mengerutkan dahinya. ...


"Baby yang mana nih?" tanyanya bingung.


Bayi mereka banyak. Tentu Terra bingung baby mana yang harus disodorkan.


"Mama ...," rajuk Darren kesal.


Ia ingin adiknya Rion berjodoh dengan Azizah. Ia sangat yakin jika gadis itu akan sangat bisa masuk dalam kriteria bayi besar ibunya itu.


"Your big baby mama!" Terra terkekeh.


"Mama juga ingin begitu sayang. Tapi, maaf. Mama nggak bisa maksa, biar nanti jodoh baby datang sendiri, oteh!" ujar Terra memberi pengertian.


Darren menghela napas panjang. Istrinya juga sangat ingin Azizah menjadi adik iparnya. Wanita itu ingin Rion memperistri gadis multitalenta itu.


Azizah kini dibawa Terra ke sebuah butik ternama sesuai keinginan putranya Al. Wanita itu tentu akan mengabulkan permintaan putranya yang mulai puber itu.


"Azizah, jika salah satu putraku adalah jodohmu, apa kau tak keberatan?" tanya Terra.


Azizah menatap perempuan cantik di sisinya itu. Ia tak percaya dengan perkataan yang keluar dari mulut atasannya.


"Jangan. bercanda nyonya,"


"Aku tidak bercanda Azizah!" tekan Terra.


"Nyonya, di luar sana banyak gadis cantik yang sepadan dengan para tuan muda ... saya bukan siapa-siapa," jawab gadis itu rendah diri.


"Kata siapa kau bukan siapa-siapa?" tanya Terra gusar.


"Lihat ini!" ujar Terra lalu mengambil satu majalah bisnis.

__ADS_1


Azizah tak percaya ada wajahnya di sampul majalah itu. "The Stronger Brain From Hudoyo Cyber Tech". Mata gadis itu membulat tak percaya. Wajahnya yang begitu serius menatap layar komputer.


"Sekarang katakan pada mama ... siapa kamu?" tanya Terra.


Azizah berkaca-kaca. Gadis itu tak percaya jika dirinya kini sudah terkenal di antara pebisnis. Terra mengusap pipi gadis itu yang basah.


"Sayang ... dengar ... jangan menyepelekan diri sendiri. Lihat berapa banyak orang akan memandangmu dengan iri dan kagum sekaligus. Mereka-mereka yang dulu menghinamu akan malu dan tak akan mampu mengangkat kepala di hadapanmu," ujar Terra bangga.


"Kini mama tahu siapa pemilik akun DieForced itu," lanjutnya dengan senyum bangga.


Azizah menunduk, akun hackernya mati di tangan ShadowViolet milik Terra.


Bahkan ia tak mampu menembus data RedRose milik istri dari atasannya. Terra memeluk gadis itu. Ia ingin sekali salah satu putranya beristri gadis ini.


"Dengar sayang, mama akan berusaha agar salah satu putra mama memperistri kamu sayang," ujar wanita itu penuh harap.


Azizah hanya diam saja, gadis itu berdoa agar jodohnya adalah yang terbaik dari Allah. Keluarga Pratama, Triatmodjo dan Dougher Young sangat tampan dan berpendidikan tinggi. Usianya juga terpaut satu tahun saja dengan usia Kean.


Sementara di panti. Aula kini berubah jadi kebun mawar sesuai keinginan Satrio. Kean, Calvin, Sean, Al dan Daud puas akan dekorasi itu. Nai dan Arimbi juga senang dan langsung berfoto di setiap spot cantik.


"Kak Azizah pasti seneng banget!" ujar Ahmad adik dari gadis itu.


Ahmad langsung digendong oleh Kean. Remaja itu memang suka dengan anak-anak yang pemberani. Adiba, Ajis Adibah, Ajis, Amran dan Alim belum pulang dari madrasah. Sedang Aminah kini bersama Dinar yang dikunjungi Dominic. Pria itu juga ingin menghadiri ulang tahun Azizah. Ia juga kagum akan sosok kecil berotak genius itu.


"Mami sedang dalam perjalanan, Kean,"


Kean mengangguk tanda mengerti. Semua memakai pakaian terbaik mereka. Lidya datang bersama Putri dan juga Aini. Semua anak mereka bersama kakek dan neneknya.


Al Bara dan El Bara yang sudah tujuh bulan duduk di kursi khususnya. Begitu juga Aisyah, Maryam, Al Fatih. Lalu Fathiyya juga ada di sana. Mereka semua seumuran, akan merusak semua taman bunga jika dibiarkan. Bahkan perusuh juga duduk dengan wajah cemberut karena tak boleh memegang bunga mawar.


Harun melipat tangan di dada, tak acuh pada kakak mereka. Azha juga begitu, Arion apa lagi, sedang Arraya dan Bariana menatap takjub dengan semua dekorasi indah itu.


"Pototna pita halus, peumpelsempahtan ladhu puntut ata' Lijah!" putus Harun pada Azha dan Arion.


"Bentu paja ... atuh atan beulteliat jita meuleta eundat pawu beulnulun tan pita dali tulsi imi!' tekad Arion sungguh-sungguh.


"Atuh mendutunmu!" sahut Azha setuju.


Arsyad dan Aaima juga sudah didudukan sama dengan para bayi lainnya. Mereka juga ribut ingin turun. Harun langsung mendiamkan anggota perusuh baru itu.


"Baby Lasyad, Baby Aaima ... tenan lah .. beultundutan peulum bi lumayi!"

__ADS_1


"Bi muyali Alun!" ralat Azha.


"Butan pati pibulayi!" ralat Arion.


"Ssshhhh ... tenang ya baby!" pinta Maisya dan Affhan bersamaan.


Kaila, Rasya, Rasyid, Dewa dan Dewi juga sudah berada di panggung. Mereka akan mempersembahkan sebuah lagu. Bersama Adiba, Ajis, Amran, Alim, Ahmad dan Aminah. Keenam adik Azizah ini juga telah berpakaian bagus dibelikan oleh Satrio, Al dan Daud. Kean menyusun hadiah-hadiah untuk gadis yang membuat dirinya panas dingin itu. Remaja itu sudah tak polos lagi, setelah mengenal gadis cantik seperti Azizah, begitu juga Sean, Al, Daud dan Calvin.


Aula wangi mawar. Saf begitu menyukai dekorasi itu. Ia mengusap perutnya yang sedikit buncit. Maria sudah sedikit besar begitu juga Seruni. Kean langsung menghampiri wanita itu ketika membawa kotak kue.


"Minta meja dong!" ujar wanita itu.


Meja dihadirkan. Satrio dan Al mengangkatnya dari dalam kantor. Seruni menyusun kue dan langsung menghiasinya sesuai keinginan Al. Tart dengan perisa jeruk pertama Seruni. Wanginya langsung tercium dan membuat para perusuh ribut.


"Baby, kasih semua adikmu ini!' suruh Seruni memberi kotak berisi potongan kue.


Nai langsung membagikan kue-kue itu pada perusuh. Kecuali Aaima dan saudara seumurannya. Nai hanya mencolet kue ke mulut mereka agar tak protes. Lidya, Aini dan Saf membiarkannya.


"Adih!" pekik Aaima dengan suara besarnya.


Nai menyuapkan lagi kue itu ke masing-masing mulut bayi di bawah satu tahun itu.


"Habis ya," ujarnya.


Para bayi mengangguk. Tak lama Virgou datang bersama dengan semuanya. Bart dan Bram ikut merayakan ulang tahun Azizah. Kanya juga tak sabar ingin melihat betapa cantiknya gadis itu jika sudah berdandan. Tak lama Rion datang bersama dengan Darren, Demian dan juga Jac.


"Ayo bersiap semua!" teriak Virgou.


Semua menunggu dengan jantung berdebar. Satrio, Kean, Cal, Sean, Al dan Daud telah menanti dengan buket bunga mereka. Rion berdecih tak suka akan kegenitan semua adiknya.


"Assalamualaikum!" sebuah sapa terdengar.


"Wa'alaikumussalam!" sahut semuanya kompak.


Kaila mulai memotret. Terra masuk membawa gadis yang sangat cantik di sisinya. Semua tertegun melihatnya.


"Cantik sekali!"


bersambung.


aha ...

__ADS_1


next?


__ADS_2