SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
MENJELANG HARI H


__ADS_3

Pablo dan Fabio tampak sibuk. Virgou akhirnya membebaskan keduanya setelah mendapat pelototan Herman dan juga Bart.


"Mereka mau menikah!" teriak Bart tak habis pikir.


Virgou hanya cemberut. Dua kembar tak sedarah itu memang sangat dibutuhkan Virgou. Setelah kepergian Matteo asisten kepercayaannya terdahulu. Lalu kedatangan dua remaja yang dididik langsung di tangannya, kemudian Gomesh.


"Mereka juga mau berkeluarga sayang," ujar Khasya mengingatkan Virgou..


"Iya Bunda. Tapi, Baby Trio masih lama kan. Jangan libur dulu ya," pinta pria itu.


Khasya maupun Herman hanya bisa menghela napas panjang. Memang pekerjaan perusahaan milik Virgou tengah naik daun. Kekayaan pria itu makin lama makin banyak.


"Ayah Baby Dew kabur naik motor! Sekarang dikejar sama Baba dan Papa Gio!" adu Dimas.


Herman berdecak. Putrinya satu itu memang tak bisa diam. Yakin jika Budiman dan Gio bisa menyusul anak perempuannya itu. Ia pun hanya bisa membiarkan saja.


"Biar Baba yang marahi dia!" tukasnya.


Khasya diam, ia melihat kembaran dari putrinya itu. Dewa yang sangat tenang, wanita itu kadang takut jika Dewa marah.


"Baby Dewa nggak pernah macam-macam kecuali mendatangi sekolah dan menghajar anak yang bermasalah dengan dia kan?" tanyanya lirih.


"Ampun Baba!"


Dewi digendong dan dipukul bokongnya oleh Budiman. Herman membiarkan saja. Hal itu membuat semua perusuh protes.


"Baba ... janan putun Bulet Pewi!" teriak Arsh marah.


"Baby ... Bu'lek didzolimi ... hiks!"


"Baby!" peringat Rion.


"Pisolimi pa'a pulet?" tanya Zaa.


"Dianiaya ... disakiti ... hiks!" jawab Dewi.


Gadis itu tetap dalam gendongan Budiman. Pria itu gemas dengan tingkah laku Dewi.


"Baba ... tuh isilomi ma Nti Ola!" pekik Ryo mengadu.


Zora menguncir rambut Ryo yang dibiarkan panjang oleh ayahnya.


"Dat pa'a dedet ... piyal syantit!" paksa Zora lalu memberi pita pada kunciran itu.


"Atuh lati-lati! Putan leulempuan!" teriak Ryo lalu menarik kuncirannya.


"Huwwaa!" pekik bayi itu kesakitan sendiri.


"Anan pituta!" teriak Zora.


Azizah menenangkan bayinya dan melepas kunciran itu. Hal itu membuat Zora sedih.


"Baby, kan Baby Ryo laki-laki, jadi nggak usah dikuncir," ujar wanita itu.


"Apis tunsil spasa Mama Paypi ... Ata' Zaa eundat bawu disunsil!" tanyanya setengah protes.


"Wawas tamuh nunsil ambut Ata'!" ancam Zaa sambil mengepal tangannya pada Zora.


"Atuh eundat tatut!"


Zora mendorong Zaa. Terjadi aksi dorong dari dua bayi cantik, Luisa dan Lastri memisahkan keduanya. Keributan itu memancing keributan yang lain.


Kali ini triple Starlight menyerang, duo Bara. Paman dan keponakan itu saling adu kekuatan. Dominic dan Demian juga Jac memisahkan mereka.


"Tamuh puluan!" teriak Aaric pada keponakannya Al Bara.

__ADS_1


"Janan bentan-bentan tamuh Om ya!" teriak Al Bara.


"Ini kenapa kalian malah berkelahi!" Rion meninggikan suaranya.


Semua bayi diam, mereka saling sikut. Rion paling tak suka jika sesama saudara saling bertengkar.


"Kenapa saling menyalahkan? Kalian semua salah!" tekan Rion lagi..


"Ayo saling minta maaf!" suruhnya.


Semua bayi saling berhadapan dan meminta maaf.


"Yang sungguh-sungguh!' teriak Rion dan membuat semuanya menangis dan berpelukan.


"Sayang," peringat Azizah.


"Tidak sayang ... mereka memang salah. Jadi biar mereka tau kalo itu tidak baik!" ujar Rion tegas.


Akhirnya semua anak sudah tenang dan bermain kembali. Harun, Azha, Bariana, Arraya dan Arion memang sudah tidak berkumpul dengan para bayi yang mendominasi itu


Sedang Gino dan Della tampak kerepotan menangani adik mereka yang banyak dan aktif itu.


"Jangan jahat sama saudara kalian sendiri ya," nasihat Lidya pada dua putranya.


"Iya Mama," duo Bara mengangguk.


"Babies ... ayo makan dulu!" ujar Seruni.


"Mami pita buasya woh!" seru Fael sambil mengunyah anggur.


"Baby puasa?" tanya Seruni gemas.


"Wiya Amih ... tuh susasa udha!" angguk Faza yang mengambil biskuit.


"Padahal tadi Umi Layla sama Umi Rahma buat makanan kesukaan kalian loh!" lanjutnya.


"Ada samosa rebus, pangsit ayam, Bakmi keju ...."


"Amih peulbosa!" teriak duo Bara kesal.


"Mamih ... meundoda olan buasa ipu beulbosa woh!" angguk Arsh setuju.


"Mami nggak menggoda kok. Mami kan cuma bilang Umi masak apa," kekeh Seruni.


"Ah ... pita halus menhaldai busaha Mumi yan basat enat puat pita!" sahut Arsh.


"Sadhi pita halus matan!" lanjutnya.


"Jadi nggak puasa nih?" tanya Layla menggoda.


"Mumi!" teriak semua bayi protes.


Akhirnya perusuh paling junior itu makan siang. Kecuali, Gino, Della, Lilo, Seno, Ari, Aminah, Azha, Bariana, Harun, Arion dan Arraya.


"Iman poleh banjut puwasa pidat?" tanya Firman yang enggan mengambil makanan.


"Jangan sayang, kamu tidak diwajibkan puasa kok. Karena kamu belum baligh," ujar Dinar.


Firman, Alia dan Rinjani ikut makan, begitu juga Aaima, Arsyad, Fathiyya, Fatih, Maryam, Aisya, Zizam dan Izzat.


Setelah makan siang mereka diminta tidur siang. Para orang tua sedikit lega karena tak ada lagi kebisingan.


"Jadi sudah sampai mana perkembangan pernikahan Fabio dan Pablo?" tanya Bart.


"Katanya sudah mencapai 60% Dad," jawab Frans.

__ADS_1


"Walau mereka menikah secara agama terlebih dahulu. Tetapi, kita juga mengadakan pesta besar untuk selamatan. Tak mungkin hanya menikah saja kan?" Bart mengangguk setuju.


"Bagaimana dengan mahar?" tanya Bart lagi.


"Baik Hapsari dan Aisyah menyerahkan pada Fabio dan Pablo. Tidak memberatkan, tapi minta jangan merendahkan," jawab Frans lagi.


"Seperangkat perhiasan dan emas murni?" tanya Bart.


"Fabio dan Pablo sepakat memberikan mahar seribu gram emas murni 24 karat dan surah Ar Rahman," jawab Frans lagi.


"Nekat mereka!" decak Bart.


"Mereka sanggup Grandpa," sahut Gabe.


"Ya sudah ... kalian bantu mereka. Ingat, akad kalau bisa ashar lalu dilanjut buka puasa," ujar abdry mengingatkan.


"Iya Daddy," sahut Frans.


Leon tengah berada di pesantren mengawasi semuanya berjalan lancar.


"Pa," Virgou memeluk Bram.


"Hei ... masih ada aku di sini!" ketus Frans kesal dan iri.


Virgou meledek pria yang dulu selalu berseteru dengannya itu. Frans mengapit leher Virgou dan mengacak rambutnya.


"Papa ... lihat saudaramu ini!" adunya.


"Bro," kekeh Bram.


"Acak saja rambutnya!" ketus Kanya kesal.


"Mama cemburu?" ledek Virgou.


Kanya memijit hidung mancung Virgou. Pria itu masih tampan dengan sejuta pesona yang memang memukau. Walau rambut putih memenuhi kepalanya. Tetapi Virgou malah makin seksi di mata semua wanita.



Virgou Black Dougher Young (Unknown age).


"Bunda," adu Virgou.


"Sudahlah ... jangan menggodanya," ujar Khasya.


"Bunda ... aku juga mau dimanja," rengek Frans.


"Hei ... kau apakan istriku?" sergah Herman gusar.


"Sayang ... jangan gitu ah!" peringat Khasya pada suaminya.


Frans meledek Herman dan memeluk Khasya lalu Virgou mengganggu pamannya itu.


Bart menggeleng dan menghela napas panjang.


"Sepertinya para perusuh itu asalnya dari kalian!" ujarnya sambil berdecak.


Semua menoleh dengan tatapan malas pada biang rusuh paling tua di sana.


"Jangan melihatku seperti itu Nanat sisilan!" ketus Bart kesal.


bersambung.


Lah .. kan biangnya rusuh emang Uyut Bart! 🤦


next?

__ADS_1


__ADS_2