
Matahari sudah agak condong ke barat,Lucy baru saja sampai dirumah.Ia memarkirkan sepeda motornya disamping warung.
"Loh kok sorean pulangnya, sendiri lagi?mana Lisa ??"Laras menyambut LUCY dengan rentetan pertanyaan.Langkah Lucy terhenti.
"Lisa belum pulang ??"
"Belum, emangnya kalian nggak barengan ?"
Tanpa menjawab pertanyaan Laras, Lucy langsung menaiki sepeda motornya kembali dan tancap gas.
Laras melongo melihat kepergian Lucy yang tanpa pamit.
"Kenapa Laras?"Mbah Sukma muncul dari balik punggung Laras.
"Lucy Mbah,dia pulang sendirian.Pas ditanya kemana Lisa dia malah balik nanyak dan pergi tanpa pamit"
"Hmmm berarti Lisa pulang duluan tapi dia belum nyampek.Entah kecantol dengan cowok manalagi dia"
__ADS_1
"Lisa Lisa... mentang-mentang cantik kok mau aja dicantol sana dicantol sini "Laras menggerutu.
__Dengan menggunakan telepatinya, Lucy bisa tahu dimana Lisa berada.Ia berdiri tepat di depan pintu masuk Bioskop menunggu saudaranya yang kencan dadakan dengan Andrew.Entah apa niat laki-laki itu kepada saudara kembarnya?
Selang beberapa jam, orang-orang pada berhamburan keluar.Mungkin flimnya sudah usai.Lisa kaget melihat Lucy sudah berdiri menunggunya dengan tatapan dingin.
"Aaa mmmm Andrew memintaku menemaninya nonton sebentar"Lisa gelagapan memberikan alasan sebelum adiknya bertanya.
"Iya...maaf karena tidak memberitahu lebih dulu"Andrew menambahkan alasan.
Amarah Lucy sudah tidak bisa ditahan,Ia menarik kerah baju Andrew dan dengan mudahnya Lucy mengangkat Andrew sejengkal dari lantai.
"Kamu jangan berani macam-macam denganku"Suara Lucy menunjukkan bahwa dia sangat marah kepada Andrew.
"Ma-maaf"Andrew ketakutan setengah mati.
Banyaknya orang lalu lalang ditempat itu membuat kejadian ini menjadi tontonan menarik.
__ADS_1
"Lucy lepaskan malu dilihat orang-orang"Lisa menarik kain baju adiknya.Lucy menatap Lisa tajam.
"Kau sendiri tidak malu jalan sana jalan sini seenaknya dengan laki-laki bedebah ini"
"Kami cuma nonton aja kok, terus pulang"Lisa tetap membenarkan sikapnya.Dengan geram Lucy menghempaskan tubuh Andrew ke lantai.Cowok itu meringis kesakitan.Belum hilang rasa nyeri dibanting di tangga tadi siang, sekarang malah dibanting lagi ke lantai.
Lisa berniat membantu Andrew tapi tangannya ditarik dengan kasar oleh Lucy.Ia menyeret Lisa keluar dari Mall itu tanpa memperdulikan Lisa yang meminta dilepaskan.Beberapa orang melihat adegan tersebut merasa iba terhadap Lisa yang memohon-mohon,Tapi Lucy sedikitpun tidak perduli.
Barulah ketika mereka sampai ditempat parkir sepeda motornya,Lucy melepas cekalan tangannya.Lisa meringis kesakitan sambil menggosok bekas cengkraman tangan Lucy yang memerah.
"Cepat naik"Lucy dengan tegasnya memberi perintah kepada kakaknya.
"Kamu Jahat!! tidak bisakah kau melihat aku senang hari ini"
"Kalau kamu memaksa,aku akan membunuhnya"
Mendengar kalimat ancaman itu,mau tak mau Lisa terpaksa naik ke atas sepeda motor.Lucy mengambil alih kemudi,dia keluar dari tempat parkir tanpa menoleh sedikitpun ke arah Andrew yang memperhatikan kepergian si kembar.
__ADS_1
"Bahaya banget kalau aku buat dia marah,aku bukan apa-apa baginya.Kayak ringan banget aku ditangannya"Andrew bergidik ngeri.
"Sebaiknya aku mendekati Lisa dengan cara baik-baik biar aku bisa dekat juga dengan Lucy dan tahu kelemahannya, Baru aku bisa membalas sakit hatiku pada gadis itu "Andrew mencekram anak kunci sepeda motornya dengan kuat.Ia manggut-manggut penuh keyakinan bahwa ia bisa membalas sakit hatinya kepada Lucy.