
Deringan interkom menjadi pengganggu kemesraan Zulkarnain dan Santi.Zulkarnain bangkit setelah Santi turun dari pangkuannya.
"Ya Dan"Sapa Zulkarnain kepada sekretarisnya.
"Pak ada dua wanita tua di lobi sedang mencari Bapak"Jawab Danies.
"Dua wanita tua?Apakah Bibik dan Ibuk?"Zulkarnain berbicara dengan dirinya sendiri.
"Pak"Danies memanggil Bosnya karena tak ada tanggapan.
"Emmm biar aku kesana menjemput mereka"Jawab Zulkarnain segera.
"Baik Pak"Sambungan terputus.
"Siapa?"Santi mendekati kekasihnya.
"Bibik dan Ibuk datang berkunjung dari kampung,bisakah kamu pulang dulu sayang"Zulkarnain menjelaskan tanpa ada yang ditutupi.
"Katanya Ibu kamu sudah lama meninggal?"
"Dia Ibu mertuaku dari istri pertamaku,beliau aku anggap seperti Ibuku sendiri"
"Oohh"Santi nampak tak senang,karena hal ini ada sangkut pautnya dengan mendiang istrinya yang katanya sangat dicintai oleh Zulkarnain.
__ADS_1
"Ayo sayang"Ajak Zulkarnain kepada Santi untuk keluar.Santi mengekor dengan hati dongkol.
Santi melihat kemesraan hubungan Zulkarnain dengan Ibu mertuanya itu.Ia sangat tidak suka,untung Aida sudah mati.Kalau tidak?dia pasti akan menjadi saingan terberatnya.
___Zulkarnain membawa Kedua Ibunya itu langsung menuju Villa untuk bertemu dengan Lisa dan Lucy.Bu Ijah dan Bu Minah begitu antusias begitu tahu kedua cucunya telah ditemukan.
"Mana Lisa dan Lucy Mun?"Tanya Zulkarnain kepada ARTnya yang membukakan pintu untuknya.
"Mungkin di kamarnya Tuan"Jawab Mumun,ia heran melihat dua wanita tua yang dituntun begitu mesrah oleh majikannya itu.
"Mun tolong bantu,jangan diliatin aja.Beliau Bibik dan Ibuku"sergah Zulkarnain.
"Oh iya Tuan"Mumun segera membantu Bu Ijah berjalan memasuki ruang tamu.Keduanya memang sudah renta,mereka berjalan sudah tak segak lagi.Tapi karena rindu mereka datang ke kota yang jaraknya lumayan jauh.
"Mana cucuku Zul"Suara Bu Minah terdengar bergetar.
"Mun,tolong panggil Lisa dan Lucy ya"Titah Zulkarnain.
"Baik Tuan "Mumun segera menjalankan perintah,meskipun dalam hatinya bertanya kenapa hanya si kembar yang dicari.Padahal Nouval juga putra Tuannya.
Bu Minah merasa gugup sekali,ia saling bergenggaman tangan dengan Bu Ijah yang juga merasakan hal yang sama.
"Nenek"Lucy berseru dengan senyum mengembang,ia melesat cepat sebelum wanita tua itu mengangkat wajahnya.
__ADS_1
Bu Minah begitu terpana melihat Lucy didepan matanya,mulutnya sampai menganga tanpa dapat berkata apa-apa.
Lucy bersimpuh dihadapan keduanya,ia mencium tangan mereka bergantian dengan penuh takzim.
Bu Minah membelai pipi Lucy,ia membuka kaca mata yang dipakai oleh cucunya itu.Begitu melihat mata perak milik Lucy,Bu Minah tak dapat menahan tangisannya.
"Benar,ini adalah mata Kakekmu nak"
Lucy tersenyum penuh haru.
"Mana saudaramu?"Tanya Bu Ijah.
"Lisa,kemari"Zulkarnain memanggil Lisa yang sedari tadi hanya diam mematung.Lisa mendekat,ia pun menyalami kedua wanita tua itu.Dan duduk bersimpuh disamping Lucy.
"Cucu kembarku"Bu Minah tersenyum memegang kedua pipi Lisa dan Lucy.Bu Ijah mencium kening Lisa begitu lembut.
"Sekarang tak ada alasan lagi buat Bibik dan Ibuk untuk kembali ke kampung.Kalian harus tinggal disini bersama kami"
Bu Minah dan Bu Ijah saling berpandangan satu sama lain.
"Nenek,apa yang dikatakan Ayah benar sekali.Tinggallah disini"Lucy memasang wajah memelas.
"Baiklah,,Kami akan tinggal disini menikmati hari tua kami"
__ADS_1
Lucy tersenyum bahagia,ia menatap saudaranya yang seperti tengah berduka.Yah Lisa memang tengah bersedih karena perbuatan Antok kepadanya.
Tapi Lucy tidak bisa berbuat apa-apa,karena itu juga kesalahan dari Lisa sendiri yang pergi mabok-mabokan bersama mereka.