
Selama Lino mengerjakan aksinya. Seluruh perusuh juga ikut merusuh di villa mewah milik keluarga Dougher Young.
"Amah ... ntuh pa'a?" tanya Faza putrinya Lidya.
"Itu bunga baby," jawab Lidya.
"Nuna pa'a amah?" tanya Faza lagi.
"Mama nggak tau," jawab Lidya yang tidak tau itu bunga apa.
"Itu bunga liar baby jadi tidak ada namanya," jawab Rion.
Fabio dan Pablo mengajak istri mereka jalan-jalan. Virgou membebaskan keduanya. Kekayaan Fabio dan Pablo juga pasti bisa memanjakan istri mereka masing-masing.
"Buna lian?" tanya Arsh sampai membesar matanya.
Rion suka dengan pikiran Arsh yang kini tengah berpikir permasalahan "Liar".
"Pa'a buna imih hamilau?" tanya Arsh.
"Halimau Baby," ralat Lilo.
Haidar dan Terra seperti tengah berbulan madu. Ia membiarkan semua perusuh bersama Rion, Gabe dan David.
"Kak ... aku juga mau bermesraan!" sengit David.
"Ya bawalah istrimu jalan-jalan seperti Pablo!' suruh Haidar.
Melihat para bayi yang lebih asik. Baik Widya maupun Seruni menolak pergi jalan-jalan.
"Pisa sadhi buna ipu dajah!' sahut Maryam mengangguk.
"Tan pama-pama lian!" lanjutnya diangguki semua bayi.
"Kenapa jika makhluk hidup yang tak dilawat itu dipilang lian ya?" tanya Della.
"Talo Ali eundat eh nggak diambil ibu panti apa Ali dikatakan manusia lial?" tanya Ari yang membuat semuanya sedih.
"Wah ... Ata' Ali beulalti pisa punbuh puna!' sahut Aaima tercerahkan.
"Wah, seupelti lumput yan punbuh panyat!" tunjuk Fathiyya.
Semua orang tua menggaruk kepalanya. Mereka bingung mau menjelaskan apa. Akhirnya semua membiarkan pikiran anak-anak.
"Amah ... tapan Ata' Ino peumbali?" tanya Fatih.
"Bisa nanti malam Baby," jawab Lidya.
"Mama ... El tuh!" tunjuk Al Bara pada saudaranya.
"Pa'a yan tamuh latutan El?" tanya Arsh.
"Atuh seudan inin ampil imih!" jawab El Bara menunjuk satu hiasan kristal berbentuk kuda.
Rosa yang ikut menjaga anak-anak mengambil kuda kristal itu.
"Ini berat Baby," ujarnya.
"Atuh mawu pedan Tinti!" pekik El.
"Baby!" peringat Rion.
__ADS_1
El Bara diam, Rosa mengembalikan kuda hiasan itu dan mengambil El dari sana dan menurunkannya.
Bayi itu hanya mengerucutkan bibirnya. Azizah mengambilnya dan menciuminya. Jangan tanya kemana putranya. Ryo asik mengerjai pengawal lainnya di halaman belakang.
"Pita itutin Paypi Yiyo yut!" ajak Arsh memprovokasi semua saudaranya.
"Ayut!"
Semua bayi merusuhi para pengawal. Anak-anak lainnya memilih bermain gobak sodor. Lana dan Leno berbaur di sana bersama Ditya dan Radit.
"Kak, gitu pulang dari sini kita langsung ulangan loh!" ujar Radit.
Ditya diatas kelasnya Benua dan Domesh. Sedang Radit satu kelas dengan Benua juga Domesh.
"Iya," jawab Ditya.
Dari semua anak, adik sepupu dari Aini ini memang jarang berbuat ulah. Selain mereka juga tak suka berkegiatan. Ditya dan Radit tak pernah ikut kejuaraan. Padahal mereka juga pintar.
"Babies mau buka puasa di luar tidak?" tawar Demian tiba-tiba.
"Mau!" teriak semua anak.
"Kita mau kemana Mas?" tanya Lidya.
"Ke restoran milik Papa," jawab Demian.
"Papa sudah ada di sana," lanjutnya.
Dinar dan ibu-ibu lainnya membantu anak-anak memakai pakaian mereka. Walau cuaca terik tapi suhu di sana mencapai 12° Celcius.
Dengan menggunakan bus mewah mereka bergerak ke sebuah tempat. Gedung tinggi menjulang tentu sudah diisolasi. Semua anak turun bergandengan. Ayah ibu mereka mengawasi saja.
Semua masuk dalam gedung. Banyak wartawan mendekati lokasi tetapi bisa ditahan oleh lapisan penjaga yang begitu ketat.
Semua trik yang digunakan para pemburu berita itu tak mempan sama sekali.
"Daddy, Lino bakalan ke sini kan?" tanya Lana.
"Tentu baby, Daddy sudah meminta mereka selesai untuk datang ke sini!" jawab Dominic.
Semua anak pergi menuju wahana bermain. Duo R, duo De dan Kaila yang menjaga mereka. Kean dan seluruh suadaranya yang lain tak ikut karena mengurus perusahaan. Begitu juga Dimas, Maisya dan Affhan.
"Apah ... Yiyo au ait!" pekik bayi itu marah-marah pada Exel.
"Biarkan dia Exel!" ujar Rion.
Exel lebih muda dua tahun usianya dengan Rion. Pemuda itu membiarkan Ryo menaiki tangga perosotan sendiri disusul sama lainnya.
"Ketua ada drone terbang mengitari tempat babies bermain!" lapor Exel pada William Arnold ketua pengawal di Eropa.
William menebak drone itu. Beberapa wartawan kesal dengan hal itu.
"Eh ... kita eksis boleh nggak ya?" tanya Kaila.
"Baby?!" peringat Dewa.
"Ih Pa'lek!" rengek Kaila.
"Kalo kamu jadi target penculikan orang gimana?" desis Dewa yang membuat Kaila diam.
"Tau gitu kita nggak ikut," dumalnya.
__ADS_1
"Iya," sahut Dewa dan Dewi juga dua R bersamaan.
"Sst ... apa kita keluar diam-diam?" ajak Kaila tiba-tiba.
"Kakak mau ngapain?" tegur Azlan.
Remaja itu menatap menyelidik pada lima kakaknya itu. Azlan adalah Della versi anak laki-laki.
Azlan yang mengawasi semua adik-adik juga kakak-kakak yang diangkat anak oleh Bart.
"Oh ayo lah dek ... masa kamu nggak bosen," ujar Rasya menggoda Azlan.
"Kak, tuh semua perusuh dengerin kakak!" tunjuk Azlan pada semua bayi yang menatap kakak mereka.
"Kakak pikil hanya kakak yang bosen?" ketus Arfhan.
"Berapa kali kita kabur ditemukan orang tua dan berapa kali setiap kita keluar malah mendapat masalah?" kini Sky ikut berbicara.
"Ih ... masa kita keluar negeri nggak kemana-mana!" keluh Kaila.
"Banyak taman wisata di sini. Biar puas kita mau dong jalan-jalan nimatin!"
"Kak Lino pulang!" seru Harun bersorak.
Sebuah medali emas melingkar di leher Lino. Bocah itu tersenyum lebar. Akhirnya semua tak jadi jalan-jalan karena antusias dengan cerita Lino.
"Wah, Ata' hebat!" puji Della.
"Popot na Pana?" tanya Ryo.
"Robot ada dong di sini!" ujar Andoro lalu meletakkan dua robot.
"Ata' bobotna suluh banyi pandut don!" pinta Aaima heboh.
"Talo pida jodet judha!"
Bart tertawa, Lilo mengubah chip salah satu robot miliknya seusai keinginan para bayi.
"Yang ... yang digoyang-goyang yang ... dut ... dut ... dut yuk kita berdangdut!"
Robot menyanyikan lagu dangdut dan memutar pinggulnya. Semua bayi heboh ikut memutar pinggul mereka.
"Sel poha!' seru Faza ikut bergoyang.
"Hayo bersiap ... sebentar lagi buka!' seru Maria.
Semua anak mencuci tangan. Sebagian mereka di dudukkan di kursi khusus karena masih terlalu kecil.
Tak lama adzan berkumandang dan semua makan makanan yang ringan terlebih dahulu. Selesai itu semua bergerak menuju mushola dan sholat bergantian.
"Jadi kita pulang nih?" tanya Rasya sedikit kecewa.
"Tau gitu kemarin nggak ikut!' lanjutnya.
'Siapa bilang," ujar Bart tentu membantah.
'Kita bisa pergi ke SeaWorld di sini atau ke Disneyland?!'
"Mau ke Disneyland Uyut!" teriak Kaila heboh.
"Besok kita ke sana!" ujar Bart dan membuat semua berjingkrak kegirangan.
__ADS_1
Bersambung.
next?