
Gisel dilarikan ke rumah sakit. Wanita itu sudah mengalami kontraksi. Fery dan Mia begitu khawatir, mereka menunggu di rumah.
Bukan hanya Gisel, Aini, Lidya dan Layla juga dilarikan ke rumah sakit akibat kontraksi.
"Jadi mereka akan lahir bersamaan?" Bart terduduk lemas.
"Mama ... Mama!" duo Bara menangis mencari ibunya.
Maria langsung menenangkan duo jagoan itu. Semua anak sedih, Della menenangkan semua saudaranya.
"Pita beuldoa yut!" ajaknya.
Arsh melipat tangan di punggung. Bayi satu tahun lebih tiga bulan itu mondar-mandir dengan perasaan gelisah.
"Baby kamu kenapa?" tanya Widya gemas sekali melihat putranya.
"Alsh pusin Ommy!" keluh bayi itu.
"Pusing kenapa?" Gio benar-benar gemas dengan Arsh.
"Meuleta lahin ... atuh sadhi Ata' panyat Paypi!' keluh Arsh lagi.
Widya berdecak, wanita itu seperti tak percaya jika memiliki putra seperti Arsh.
"Empat anakku yang lain, tak sepintar dan segalak dia!" desisnya.
Sementara Juno menunggui istrinya. Ini adalah anak pertamanya. Kembar sepasang atau sejenis ia tak pernah tau karena kedua janinnya menyembunyikan alatnya.
'Bisa jadi sepasang atau dua-duanya perempuan atau laki-laki," jelas Saf ketika memeriksa kandungan.
Yang paling sibuk adalah Safitri. Wanita bongsor itu mencatat semua kehamilan ibu-ibu. Beruntung Nai dan Arimbi adalah dokter anak jadi membantu kakak ipar mereka.
"Mama Iya sepertinya melahirkan duluan," ujar Nai.
Lidya memang kontraksi lebih dulu. Demian menemaninya kali ini. Tidak seperti waktu kelahiran pertama, Virgou yang menemaninya.
Kali ini pria dengan sejuta pesona itu menemani adiknya Gisel karena Budiman takut melihat istrinya melahirkan.
"Kau itu hanya bisa buatnya saja!" omel Bram.
"Papa ... aku takut darah!" rengek Budiman.
Kanya memukul gemas Budiman dan kesal mendengar jawabannya.
"Kau kemarin baru mukulin orang sampai patah kakinya!" dumal wanita itu.
"Aku tendang ... nggak mukul!" sanggahnya.
"Nyonya Gisel harus dioperasi! Bayinya tiba-tiba melintang!' seru perawat.
"Apa?!" semua terkejut mendengarnya.
Budiman lemas, Virgou masih di dalam menenangkan adiknya. Gisel tiba-tiba mengalami shock dan kecemasan tinggi.
"Kak ... kakak ... aku mau Mommy!" tangis wanita itu.
"Kau gila Gisel. Ibumu ada di Eropa. Kau mau membunuh anakmu!" teriak Virgou.
"Bukan Mommy Patricia, Mommy Najwa!" teriak Gisel.
Virgou menepuk keningnya. Ia lupa jika Leon telah menikah. Najwa didatangkan. Wanita itu menenangkan Gisel. Tetapi bayi di dalamnya masih saja melintang.
"Bommy!' Saf datang.
"Tahan ya, baca istighfar!" pinta Saf.
Wanita itu meraba perut Gisel. Lalu menekan dan memutarnya perlahan. Gisel diberikan pijatan lembut, sesekali ia meringis lalu beristighfar.
Patricia meneleponnya, Najwa tentu meminta ibu dari Putri sambungnya itu mendoakan Gisel.
"Bommy sudah berumur. Jadi ada kemungkinan dia stress berlebihan," ujar Saf menjelaskan.
"Uuhhhh!" keluh Gisel.
__ADS_1
"Sayang ... jangan stress sayang!' Patricia menangis di layar ponsel.
"Mommy ... is hurt!' rengek Gisel.
Virgou memeluknya. Gisel ingin digendong oleh pria itu.
"Uuuuhhh!"
Tiba-tiba Gisel mengejan. Virgou hendak menurunkan adik sepupunya. Tetapi Gisel menolak turun di ranjang.
"Apa kau gila Gisel!" pekik pria beriris biru itu.
"Please ... kalo gini nggak sakit!" pinta Gisel.
"Pangku Bommy Daddy!' suruh Saf.
Virgou memangkunya. Gisel kembali mengejan. Najwa diminta keluar. Wanita itu pun keluar. Budiman sama sekali tak mau masuk ke dalam.
Tak lama terdengar tangisan bayi keluar. Budiman sujud syukur karena akhirnya setelah empat jam berlalu bayi itu pun keluar. Lalu lahir bayi-bayi berikutnya.
Azizah menatap putranya. Rion mengecup sang istri yang tengah menyusui anak pertama mereka. Dari semua kelahiran, hanya Azizah yang paling tenang. Bayinya keluar sesuai waktu dan ibu yang tak banyak mengeluh.
"Mama Aini melahirkan dua anak perempuan ya?" tanyanya.
"Iya sayang. Akhirnya Baby Arsyad sudah punya adik, Umi Layla dapat sepasang, Mama Iya dapat putri, Bommy dapat cowok lagi!' jawab Rion tertawa senang.
"Uma pasti kecapean!" sahut Azizah.
"Uma kuat ya sayang. Dia mondar-mandir buat lahirin semua bayi," ujar Rion bangga.
"Eh ... apa iya, Bommy lahiran dipangku Daddy?" tanya Azizah.
"Iya!" jawab Rion antusias.
"Wah .. anak itu pasti lengket sama Daddy!' Rion mengangguk dengan senyum lebar.
Gio mencium kedua putrinya yang terlelap di boksnya. Lalu pria itu berdiri dan merebahkan diri bersama sang istri. Mencium mesra sang istri.
"Ba bowu!" ujar Aini manja.
"Ba bowu pu sayang," balas Gio lalu mencium mesra bibir istrinya.
Sementara Juno menatap sepasang anak kembarnya. Dua bayinya hanya beda satu setengah menit saja. Sang putri lahir duluan baru sang putra. Saf bilang jika keduanya ingin keluar bersamaan.
"Sayang," panggil Layla.
Juno mendatangi istrinya. Ibu mertua dan pamannya datang hari ini, Hendra menjemput mereka.
"Uma mashaallah hebat ya!" puji Layla.
Wanita itu sangat salut dengan kekuatan dari istri atasan suaminya itu. Gio adalah pengawal seri kedua ketika Quatro Pratama lahir. Tentu dia sangat mengenal Darren.
"Tuan Darren itu mashaallah hebat sayang. Genius pula. Makanya istrinya bukan sembarangan!' sahut Juno.
"Pantasan dulu mba Aini pernah bilang jika Uma Saf itu luar biasa dan pantas untuk Tuan Darren," ujar Layla.
"Oh sudah kasih nama belum Aa?" tanyanya lagi.
"Sudah dong, namanya Hasan putra Hamdani dan Hapsah Hamdani Putri!" jawab Juno tegas.
"Baby Hasan dan Baby Hapsa,' Layla mengangguk setuju.
Sementara di kamar lain. Gisel sudah menyusui putranya. Virgou hendak menamainya.
"Jangan panjang-panjang ketua!" peringat Budiman.
"Horizon Ahmad!' celetuk Haidar.
"Nah itu saja!' sahut Budiman memutuskan.
Virgou berdecak kesal, Haidar tertawa meledek iparnya itu.
"Apa Baby akan mencatat nama-nama bayi lagi?" tanya Virgou..
__ADS_1
"Tentu saja!' sahut Rion datang.
Pria itu duduk dan mencatat nama-nama bayi yang baru saja lahir.
"Anak Papa Gio Nabila Giani Putri dan Sabila Gayatri, anak Papa Juno Hasan Hamdani dan Hapsah Hamdani, anak Bommy Horizon Ahmad!' Rion menyebut nama semua anak yang lahir.
"Nama anakmu Baby?" tanya Haidar.
"Nanti dong ... masih rahasia!" kekeh Rion menggoda semua orang tua.
"Astaga ... kenapa usilnya tidak ilang-ilang?" cibir Virgou.
"Daddy, Ion masih mikir nama yang bagus buat anak Ion!' rengek pria itu.
"Adya El Rumi!" seru Haidar.
"Adya Riyozza Rumi Dougher Young!' seru Virgou tak mau kalah.
"Adya El Ryozza Hugrid Dougher Young!" putus Rion.
"Hahaha!' Haidar tertawa mendengar nama pemberiannya dipakai oleh Rion.
Virgou mengangguk setuju. Rion mencatat nama-nama bayi dalam buku yang sudah penuh itu.
"Sepertinya harus beli buku lagi?!' ujarnya terkekeh.
Hanya butuh tiga hari semua bayi sudah ada di mansion Bart. Pria tua itu menangis melihat bayi-bayi lucu dalam keranjang mereka.
"Halo Babies ... aku bahagia ... hiks ... aku bahagia!"
"Ini Hasan Uyut!" Juno meletakan bayinya dalam gendongan Bart.
Bram sangat antusias dengan putra dari Gisel. Horizon atau dipanggil Ozon oleh semuanya tak bisa dibedong. Kainnya akan lepas sendiri karena memang sangat lasak.
"Ini Baby Adya oh bukan Baby Ryo Uyut!" ujar Rion mengenalkan bayinya.
Bart mengambilnya, ia mencium bayi itu gemas hingga membuat Ryo protes.
"Aahhh!" serunya galak.
Semua tertawa mendengar bayi baru tiga hari itu sudah menunjukkan emosinya.
Arsh melihat adik-adiknya. Ia mengangguk puas, para bayi seperti antusias dengan kedatangan kakak mereka.
"Halo paypis ... peutelnaltan ... atuh Ata' Alsh! Tamuh lalus nuyut Pama Ata' ya!"
"Haaa!" sahut semua bayi kompak.
Bersambung.
Hadeh ... Arsh! 🤦
selamat lahir.
Babies
Horizon Ahmad.
Hasan Hamdani.
Hapsa Hamdani.
Nabila Giani Putri
Sabila Gayatri.
Adya El Ryozza Hugrid Dougher Young.
next?
__ADS_1