SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 47Jangan Tamak


__ADS_3

Ketika Ki Ageng menabur kemenyan diatas bara, tiba-tiba tempat pembakaran kemenyan itu meledak.Ki Ageng sontak kaget, ditambah lagi makhluk peliharaannya muncul didepannya dengan tangan terputus sebelah.Dan sekelip mata makhluk itu menghilang.


"Ulah siapa ini?? bisa-bisanya dia mencederai peliharaan ku"ujarnya geram.Ia berusaha berpikir siapa orang yang telah mengacaukan pekerjaannya.Rasanya tidak mungkin para saingannya sampai sehebat itu,bisa menebas tangan lembaga hitamnya.


Ki Ageng memilih untuk melakukan semedi,agar ia mendapat petunjuk siapa gerangan musuhnya kali ini.Setelah duduk bersila,Ki Ageng memfokuskan diri dengan memejamkan matanya.Berusaha konsentrasi dengan beberapa mantra terucap dari bibirnya.


Sebuah bayangan muncul dipelupuk mata, bayangan kejadian yang menimpa sang peliharaan.Betapa kagetnya Ki Ageng melihat hal itu, matanya langsung membulat tak percaya.


"Kalau aku tidak salah, itu adalah topeng iblis pencabut nyawa"gumamnya.


"Bukankah topeng itu sudah tidak bertuan, karena yang aku dengar Ki Dalung sudah lama meninggal.Lalu gadis kecil itu siapa ??"


"Apa hubungannya gadis itu dengan keluarga Pak Jayadi ??? kenapa dia menolong keponakan Pak Jayadi ??"


Ki Ageng bertanya-tanya tanpa ada jawaban.Sekarang ia dalam masalah, tugasnya tidak berhasil, kalau memaksa ia takut malah dia yang menjadi mayat.Manalah lagi uang sudah dibayar kontan.Huhhhhhh...Ki Ageng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tidak ada cara lain,ia harus mengembalikan uang Pak Jayadi.Biarlah Pak Jayadi mencari orang pintar lainnya dari pada Ki Ageng harus mati berkalang tanah.


"Apa??? gagal ??"Pak Jayadi sangat tidak percaya dengan apa yang ia dengar."Kok bisa, biasanya selalu sukses"ia terdiam lagi mendengar penjelasan orang yang menelfonnya."Ok ok nanti aku kesana"pak Jayadi menutup telfonnya.


"Dari siapa Pah??"tanya istri Pak Jayadi.


"Gimana keadaan Rudi??aku dengar dia sakit ??"bukan menjawab Pak Jayadi justru penasaran dengan keadaan ponakannya.


"Aku lihat tadi kak Siti ngasih dia makan sambil di emmong.Kayaknya sih sudah baikan"


Pak Jayadi manggut-manggut,dia tidak percaya bahwa dia akan gagal membunuh ponakannya.Membunuh bapaknya Rudi aja gampang,kok malah membunuh anak yang belum genap 3tahun itu gagal.


Dengan terpaksa Pak Jayadi mengulur waktu untuk bisa menguasai seluruh harta warisan Kakaknya itu.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke rumah Ki Ageng,Pak Jayadi mampir ke warung Laras untuk membeli rokok.Saat itu yang jaga adalah Mbah Sukma.


Mbah Sukma melayani pembelinya dengan ramah tanpa ia menyadari Lucy sudah berdiri di depan warung menatap Pak Jayadi tajam.


"Cucumu ni Mbah??"Tanya Pak Jayadi ketika menyadari Lucy ada disampingnya.


Mbah Sukma melongok keluar.


"Eh iya Pak... Lucy ayo masuk ngapain disitu ??"seru Mbah Sukma.


"Om... jangan tamak kalau tidak mau Na'as"ucap Lucy tajam.Pak Jayadi kaget mendengar ucapan Lucy.Anak kecil itu berlari masuk ke dalam warung.


Walau terdengar aneh,tapi Pak Jayadi memilih tidak menghiraukan perkataan Lucy."Hanya anak kecil "pikir Pak Jayadi.Ia pun melanjutkan perjalanan ke rumah Ki Ageng.


__"Tolong ceritakan padaku Ki apa yang terjadi ?"tanya Pak Jayadi.


"Anak kecil ??"


"Iya anak kecil Pak... apakah dari keluarga sampean ada anak kecil yang punya ilmu ??"


Pak Jayadi menjawab dengan gelengan kepala.


"Laki-laki apa perempuan anaknya Ki"


"Tidak jelas karena dia memakai benda pusaka yang bernama topeng iblis pencabut nyawa.Aku tidak mampu melawan topeng itu."


Pak Jayadi tertawa terpingkal-pingkal


"Kok malah ketawa sampean Pak,apanya yang lucu ??"Ki Ageng agak tersinggung dibuatnya.

__ADS_1


"Ya Akik yang lucu, masak sama topeng aja takut "


"Ini Topeng bukan sembarang topeng Pak,ini Topeng legendaris dari turun temurun"


"Kalau begitu apa kita bisa merebut topeng itu ??"Pak Jayadi asal memberi usul.Ki Ageng menggeleng.


"Hanya manusia terpilih yang bisa menggunakannya.Jika digunakan sembarang orang,maka topeng itu bisa membunuh si pemakai"


"Menarik sekali topeng itu "


"Iya...dulu benda pusaka itu menjadi rebutan setiap orang ahli sihir dan santet.Orang yang memakainya bisa membunuh siapapun yang diinginkan.Tanpa belas kasihan,dan juga para dedemit sangat segan dengan pengguna topeng itu"


"Dan anehnya sekarang penggunanya adalah seorang anak kecil,jika anak itu tidak memiliki Kanuragan tinggi.Maka ia akan mati dalam waktu kurang lebih 40hari.Tapi jika ternyata anak kecil itu adalah pemilik yang sebenarnya,maka aku tidak bisa berbuat apa-apa Pak.Karena sepertinya Dia melindungi ponakan sampean "


Ki Ageng menjelaskan panjang lebar.


"Akik tolong cari tahu siapa anak kecil itu, masalah bayaran akan saya tambah "


"Untuk apa Pak"


"Aku ingin menyingkirkannya, masak anak itu akan terus memakai topeng ??kan tidak mungkin.Pasti ada masanya ia akan melepasnya.Disaat itulah aku akan menyingkirkan anak itu tanpa ampun "


"Hati-hati Pak... kalau dia pemiliknya, memakai topeng atau tidak,tetap bukan tandingan sampean "


"Alah sudah jangan pikirkan hal itu, cepat cari tahu siapa anak kecil itu "


"Baik Pak..."


Walau ragu, akhirnya Ki Ageng menyanggupi.

__ADS_1


__ADS_2