SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
TENTANG GOMESH


__ADS_3

Gomesh Diablo, tiga puluh delapan tahun adalah anak dari pasangan Diablo dan Anneth. Pasangan remaja yang dinikahkan karena saling mencintai. Keduanya memang berencana tak ingin memiliki anak. Hingga ketika pernikahan dua tahun, barulah Anneth memiliki anak, yang diberi nama Geonesh Fransiscus Diablo.


“Putra kita, hanya ini ya sayang,” pinta Diablo.


Anneth yang merasa kesakitan ketika melahirkan tentu saja setuju. Mereka membesarkan Geonesh hingga berusia empat tahun. Anneth memakai spiral ketika usia putra pertamanya tiga tahun, wanita itu bertanya bagaimana agar tak bisa hamil lagi, dokter menyarankan memakai spiral.


Namun sepertinya Tuhan memiliki rencana lain. Anneth dinyatakan hamil empat bulan. Dokter juga tak mengerti kenapa bisa hamil padahal telah memasang spiral untuk mencegah pembuahan. Diablo meminta dokter mengugurkan kandungan istrinya yang tentu saja ditolak semua dokter.


“Apa Tuan ingin membunuh darah daging Tuan sendiri?”


Akhirnya lima bulan kemudian lahirlah Gomesh dengan membawa spiral yang menempel di kepalanya. Dokter tak mau memasang spiral pada Anneth karena ternyata hal itu membahayakan rahim sang ibu. Dari sana Diablo menjadi sosok yang berubah.


Sepasang suami istri itu bekerja, namun karena Anneth yang baru melahirkan mendapat cuti dan membuat Diablo bekerja sendirian. Pria itu hanya mencukupi tiga orang saja. Ketika bayi, tentu Gomesh hanya butuh susu dari ibunya saja.


“Susui saja, biar tak perlu makan,” ujar Diablo tak peduli.


Ternyata perkembangan Gomesh yang tambah besar membuat asupan susu dari ibunya sangat kurang terlebih sang ibu hamil kembali sebelum ia satu tahun. Gomesh harus berebut makanan dengan kakak tertuanya.


Geonesh yang tadinya hidup sendirian dan tak pernah berbagi, tentu tak mau mengalah pada sang adik yang masih kecil. Diablo selalu memarahi Gomesh atas kehamilan istrinya. Padahal Gomesh bayi tak tau apa-apa soal itu.


“Cari makan sendiri jika mau kenyang!” bentak Diablo saat Gomesh merintih masih lapar.


Pria itu tak segan mendaratkan pukulan pada putra kecilnya itu. Ia memberi pisau dan meletakkannya di depan gereja, ia mengajari putranya berbuat kriminal semenjak dini. Anneth terus hamil setiap tahunnya hingga berhenti ketika Gometrio Diablo lahir.


Banyak anak membuat Anneth tak bisa lagi bekerja membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkali-kali ia meminta cerai pada suaminya, tetapi Diablo yang begitu mencintai istrinya menolak menceraikan.


“Anakmu sudah banyak, memang siapa yang mau denganmu?” sahut pria itu marah.


“Aku akan menjual mereka semua pada orang-orang!” sahut Anneth emosi.

__ADS_1


“Dan kau dipenjara karena itu!” sentak Diablo.


Anneth terdiam, ia benar-benar putus asa. Padahal gaji Diablo sangat besar, terlebih Anneth sendiri memiliki beberapa usaha kecil menengah. Sebenarnya mereka itu hidup berkecukupan dan tak kurang apa-apa.


Namun Diablo yang memang tak ingin menghamburkan banyak uang, ia lebih memilih menginvestasikan uangnya pada pembelian tanah dan properti dari pada membesarkan putra dan putrinya dengan layak.


Sasaran kemarahan selalu ditujukan pada Gomesh yang tidak tau apa-apa. Diablo selalu menyuruh Gomesh mencari uang untuk makannya sendiri. Pria itu memang menambah uang belanja pada istrinya, tetapi hanya untuk lima anak saja. Makanya mereka berebutan.


Anneth menyisakan uang belanja untuk kesenangannya berfoya-foya, ia tak mau mengeluarkan penghasilannya untuk membantu suami memberi makan anak-anak. Menurutnya hal itu sudah menjadi kewajiban sang suami.


“Uangku hanya milikku!”


Hingga ketika Gomesh berusia dua belas tahun. Bocah lelaki itu menghilang. Diablo yang hendak menyusulnya di gereja tak menemukan putranya di sana. Mendadak Diablo menjadi panik. Ia berteriak memanggil Gomesh.


Diablo sampai tak pulang ke rumah karena mencari putranya itu ke mana-mana. Anneth yang biasanya tak peduli, tiba-tiba merasa cemas karena sang suami tak pulang, hingga pagi menjelang. Ia mendapati Diablo datang sendirian.


“Mana Gomesh?’ tanyanya.


“Loh ... kok nggak ada makanan?” lirihnya bertanya.


Geonesh ingin bertanya pada ibunya tetapi ia takut dimarahi. Biasanya jika ada Gomesh ia akan menyuruh adiknya itu, agar kemarahan tak menimpa padanya. Jika ibunya memasak untuk sarapan, ia tak mau membagi sedikitpun pada Gomesh, padahal adiknya itu yang meminta.


“Mana Gomesh, biasanya Papi membawa Gomesh pergi lalu pulang dan membawa banyak makanan,” gumamnya.


Geonesh kecil belum tau kebiasaan buruk kedua orang tuanya yang memaksa sang adik berbuat kriminal untuk mendapatkan makanan. Ia tak peduli, ia lapar dan ingin sang ibu memasak untuknya saja. Ia memanggil Gomesh di kamarnya.


Kamar Gomesh paling kecil di antara semuanya, kasurnya tipis dan tanpa jendela. Sungguh pengap. Menurut Geonesh itu bukan kamar melainkan gudang. Sedangkan seluruh adiknya tidur di kamar besar. Yang perempuan dijadikan satu kamar, lalu yang laki-laki juga satu kamar.


“Aku tak mau berbagi kamar dengan Gomesh,” ujarnya ketika sang ayah ingin membuat kasur baru di kamarnya.

__ADS_1


Geonesh membuat seolah-olah Gomesh lah yang tidak mau sekamar dengannya. Hal itu membuat Diablo marah dan meletakkan Gomesh di ruang kecil dan pengap ini. Geonesh tak mendapatkan apapun, selain bantal dan selimut tipis yang terlipat rapi. Walau gelap dan hanya cahaya lampu. Kamar itu sangat bersih dan wangi.


“Gom,” panggilnya pelan.


Tapi tak ada sahutan. Semenjak itu ia tahu jika Gomesh menghilang entah kemana. Lalu semuanya berubah total, ibunya memasak banyak dan semua kebagian rata, bahkan wanita itu juga memasak untuk makan malam.


Sang ayah yang pulang pagi hari berwajah lelah dan menggeleng, ia tak mendapatkan putranya lagi di sana. Tadinya Anneth ingin melaporkan kehilangan. Tetapi ia bingung, apa jawaban ketika ditanya polisi nantinya.


Anneth selalu ke kamar kecil milik Gomesh dan menangis di sana, kadang berdua dengan suaminya. Diablo begitu terpukul ketika tak mendapati putranya yang selalu ia pukul dan marahi itu.


“Nak, pulang Nak,” pintanya ketika setiap datang ke depan gereja.


“Mami masak banyak, kamu tak perlu lagi merampok orang di depan gereja,” ujarnya tergugu.


Pria itu pulang setelah semalaman menunggu Gomesh yang tak kunjung datang. Anneth yang berdiri menunggu langsung menangis jika suaminya pulang tak membawa Gomesh kembali.


“Nak, Mami masak banyak nak ... hiks ... hiks!”


Diablo memeluk istrinya., semenjak perginya Gomesh. Semua anak tak lagi berebut makanan, mereka semua bersekolah di sekolah yang mewah. Geonesh tak menyukai kepedulian ayah dan ibunya pada semua adik-adik, tapi ia tidak berani mengungkapkannya.


Tak terasa satu tahun Gomesh menghilang, Anneth kembali hamil, lalu lahirlah Geomenino Diablo. Geonesh menerapkan kebencian pada semua adik pada Gomesh, ibunya sering sakit-sakitan, Geonesh mengatakan jika Gomesh lah yang membuat ibu mereka sakit.


Hingga ketika mereka semua sudah bekerja. Diablo menyuruh semua anaknya mencari keberadaan Gomesh jika ingin harta warisan yang begitu banyak itu. Di sana keserakahan Geonesh muncul. Pria itu membawa semua saudaranya pergi mencari keberadaan Gomesh. Tak peduli jika Georgina dan Geomitha sudah memiliki keluarga.


“Kalian tentu tak mau harta warisan istri kalian berkurang karena kehadiran Gomesh kan?” ujarnya menghasut para adik iparnya.


“Tentu saja!” sahut dua pria yang sudah kaya raya tapi masih serakah itu.


Bersambung.

__ADS_1


Papa Gom 😭


Next?


__ADS_2