
Suasana di dalam mobil sunyi, Zulkarnain menengok kebelakang melihat kedua putrinya.Lisa dan Lucy sama-sama melihat kedua sisi yang berbeda.
"Ada apa ini ?? kenapa kalian tidak seperti biasanya ??"Zulkarnain tidak tahan dengan kebekuan ini.Pasti mereka sedang bertengkar.
"Tidak ada apa-apa Ayah"Lisa menjawab dengan tatapan tetap keluar mobil.
"Jangan bodohi Ayah, please"pujuk Zulkarnain.Lisa melirik Ayahnya dengan ekor matanya.
"Yah, apakah kalau aku dekat dengan cowok Ayah akan keberatan?"
Zulkarnain kaget mendengar pertanyaan konyol dari Lisa."Cepat jawab Ayah"Lisa setengah memaksa.
"Yah tergantung"Zulkarnain menjawab seadanya saja.
"Tergantung apa Ayah?"
Zulkarnain menatap Riky seperti minta solusi, tapi Riky malah tersenyum yang ditahan.
"hmmmm siapa laki-laki itu"
"Apa Ayah ingin tahu ??"Zulkarnain menjawab dengan anggukan."Andrew "
Jawaban Lisa spontan membuat Lucy menoleh.Begitu juga dengan Zulkarnain dan Riky tak kalah kagetnya.
"Ayah tidak keberatan kan??"Zulkarnain tidak langsung menjawab dan tidak tahu harus menjawab apa ?"Aku menyukainya sejak dulu saat pertama kali melihatnya.Dia tampan sekali Ayah,baik nggak pecicilan.Tapi...."Lisa tidak melanjutkan kalimatnya,ekor matanya melirik ke samping dimana Lucy duduk.
"Kenapa? Karena aku keberatan kamu berhubungan dengan dia?"Lucy menanggapi dengan sinis.
"Kamu terlalu ikut campur urusan pribadiku "
"Kalau sampai terjadi apa-apa denganmu,aku yang disalahkan sama si Nenek "
"Kalau mau menjagaku ya nggak apa-apa,tapi bukan berarti melarangku berbuat sesuatu yang membahagiakan diriku"
__ADS_1
"Sudah -sudah jangan bertengkar "Zulkarnain berusaha menengahi.
"Ayah,aku ingin Ayah menemui Andrew dan memintanya untuk menjagaku"Lucy membulatkan matanya dengan sempurna."Bisa kan Yah?"
Lagi-lagi Zulkarnain melirik Riky meminta pendapat, Riky hanya mampu mengangkat kedua bahunya.
"Kamu sudah gila apa?"
"Biarin!! Yang penting aku bisa bersama-sama dengan Andrew terus.Dan kalau Ayah yang minta dia pasti tidak akan menolak"
"Kamu semakin seenak pantatmu"Lucy memalingkan wajahnya keluar mobil.Begitu pun dengan Lisa.Zulkarnai hanya geleng-geleng kepala, tidak bisa berbuat lebih.
Setibanya di rumah, Lucy pergi begitu saja masuk ke dalam rumah.Sedangkan Lisa masih mendekati Zulkarnain."Boleh ya Yah"Dia masih membujuk Ayahnya.
"Nanti Ayah pikirkan, sekarang Ayah mau berangkat ke kantor lagi"
Lisa manyun,Ia menghentakkan kakinya berjalan masuk ke dalam Rumah.Lagi-lagi Zulkarnain hanya mampu geleng-geleng Kepala.
Riky memutar balik kemudi menuju ke arah Kantor.
"Ikutin saja Tuan,mungkin mereka saling mencintai.Tapi karena sekarang Andrew tahu Non Lisa siapa ?jadi mungkin dia agak menjaga jarak"Riky menjelaskan tanpa mengurangi konsentrasinya mengemudi.
Zulkarnain manggut-manggut tanda mengerti.Ia mengetik sesuatu dilayar ponselnya.Selesai,ia menyimpan kembali handphonenya.
tok tok tok
Tak ada sahutan,Lucy membuka pintu kamar Nouval pelan.Adik bungsunya itu nampak berbaring,Ia menoleh sedikit.Begitu melihat yang datang adalah Lucy bukan Mamanya,Ia tersentak kaget.Tubuhnya menggigil ketakutan.
Lucy mendekat, semakin mendekat Nouval semakin ketakutan.Lucy duduk dibibir kasur dekat sekali dengan Nouval,Ia melihat bibir Nouval sampai biru akibat terlalu takut.Perlahan Lucy memegang kening Nouval,ia memejamkan matanya.Telapak tangan LUCY bersinar terang.
Tangan Lucy diangkat, bersamaan dengan itu wajah Nouval yang memucat kembali berdarah.Tubuhnya yang panas kembali normal.Nouval merasa tubuhnya segar kembali.
Ia bangun duduk, tangannya dibolak-balik.Wajahnya berpaling ke arah kaca disamping tempat tidurnya.Ia merasa lebih baik dari biasanya.
__ADS_1
"Maafkan aku"Lucy mengungkapkan kata maaf.Nouval menatap lekat wajah kakaknya itu."Aku hanya ingin kita hidup rukun walau bukan se Ibu"
Perlahan Lucy menggenggam kedua tangan Nouval "Kamu mau kan?"Nouval tetap bungkam."Kalau kau tidak bisa menerimaku sebagai saudaramu,Ok!tak apa.Tapi kamu harus cari tahu dulu,asal usul kami"
"Kenapa kami bisa terbuang jauh??Dan kenapa Ayah bisa sebenci itu dengan Mama-mu.Semua pasti ada alasannya.Dan kamu pasti belum tahu itu"
Tiba-tiba pintu terbuka lebar"Hey jauhi anakku"Niken memekik tajam.Ia berlari langsung merangkul anaknya dan berusaha menjauhkan Nouval dari Lucy.
"Keluar kamu dari sini!!Belum cukup kamu membuat anakku sakit!!"Niken begitu histeris.Lucy tak menjawab sepatah katapun.Ia bangkit lalu pergi setelah melempar senyuman ke arah Nouval.
"Kamu tidak apa-apa nak??"Niken memeriksa wajah dan tubuh anaknya.Nouval menggeleng pelan.
"Aku sudah sembuh Ma"
"Sembuh ??"
"Iya,Mama bisa cek sendiri"
Niken meraba kening anaknya,Iya dia sudah tidak demam lagi.Wajahnya pun sudah segar tidak pucat."Kok bisa??"
"Kakak itu yang menyembuhkan aku,dia juga minta maaf padaku"
"Apa kamu bilang ??"
"Iya Ma,dia sebenarnya sangat baik"
"Kamu jangan mudah tertipu dengannya,itu hanya akting"
"Untuk apa Ma dia akting begitu, tidak ada untungnya baginya "
"Mungkin untuk mendapatkan uang jajan dari Papa.Siapa tahu karena perbuatannya terhadapmu,Papa tidak memberikannya uang jajan "Niken bermonolog sendiri.
"Itu tidak mungkin Ma,Papa sayang banget sama dia"
__ADS_1
Niken tampak panik melihat anaknya sekarang malah berlembut hati kepada anak Aida.
"Ma..."Nouval sangat heran melihat Mamanya gelisah begitu.Bukan menjawab, Niken malah pergi keluar dari kamar putranya.Nouval bertambah heran, banyak sekali tanda tanya besar yang ingin Nouval ketahui jawabannya.