SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 78 Langsung Demam


__ADS_3

Suasana pagi saat ini sudah berubah,didepan meja makan sudah nampak ramai.Tidak seperti biasanya, yang hanya ada Zulkarnain, Niken dan putranya Nouval.


"Yah kita ke sekolah berangkat naik apa?"Lisa melontarkan pertanyaan.


"Mmm kalau Lisa bisa nyetir bawa saja mobil Mama Niken untuk sementara waktu, nanti siang Ayah belikan mobil baru "


"Lisa nggak bisa nyetir Ayah "Lisa menggeleng cepat.


"Mmm nebeng sama Nouval juga bisa,kan searah"


"Nggak ahh"Nouval langsung menolak.


"Kan kamu juga sendirian Nak"Zulkarnain membujuk anak bungsunya.


"Nggak Pa, sekali nggak tetep nggak!Papa maksa banget sih!"Nouval meninggikan suaranya.


"Eh anak kecil "Lisa bangun"Nggak usah nyolot gitu,aku juga ogah kalau harus nebeng sama kamu.Mending kita naik angkot aja"


"Baguslah "Nouval mencebik sambil lalu mengunyah makanannya.


"Nouval,Papa nggak pernah ngajarin kamu bersikap tidak hormat begitu kepada orang yang lebih tua.Apalagi itu adalah saudaramu"Zulkarnain angkat bicara,Ia sangat kesal dengan sikap anaknya itu.


"Nouval..Lisa dan Lucy adalah kakak kamu, mereka bukan orang asing "Pak Hans ikut memberikan nasehat.


"Tetap saja keberadaan mereka seperti benalu di rumah ini.Baru tinggal sehari sudah mau mobil "Nouval menampakkan ketidak sukaannya terhadap dua saudaranya itu.


"Nouval!!"Zulkarnain bangkit dengan wajah memerah karena amarah.

__ADS_1


"Mas jangan bentak Nouval begitu"Niken tidak terima jika anaknya menjadi tumpuan kemarahan semua orang."Seharusnya kalian bisa memahami kenapa Nouval bersikap seperti ini?"


"Kamu adalah Mamanya, seharusnya kamu bisa ngasih pengertian kepada dia.Karena kamu lebih paham dengan semua yang terjadi "Zulkarnain tetap dengan tonase nada yang tegas.


"Iya aku akan memberikan pengertian kepadanya, Jadi cukup memarahi dia"Niken tidak mau mengalah.


Pak Hans menarik lengan Zulkarnain sebagai kode agar ia kembali duduk.Zulkarnain menurutinya,ia kembali duduk dengan amarah yang berusaha diredam.


"Hey anak kecil"Lucy yang sedari tadi hanya jadi penyimak, mulai bersuara "Aku sebagai kakakmu, diakui atau tidak.Punya kewajiban menegur kesalahanmu"


Nouval tersenyum sinis penuh keangkuhan"Kau tidak punya hak untuk itu!"


"Ohya?"Lucy bangkit bersamaan dengan melayangnya semua benda tajam disekitar mereka.Perlahan ia membuka kacamatanya.Barulah Nouval tahu seberapa mengerikannya mata yang sedari awal ia tahu selalu tertutup oleh kacamata.


Nouval menelan Saliva yang mengering dikerongkongan.Ia gemetaran melihat semua mata benda tajam itu mengarah padanya.


"Lucy, hentikan Nak"Mbah Sukma memberi arahan dengan lembut.Lucy tidak punya pilihan lain,Ia duduk diikuti oleh gerak benda-benda tajam itu terjatuh berserakan.


Semua mata yang menyaksikan kejadian itu menahan nafas mereka entah karena kaget atau takut.Lucy acuh,ia melanjutkan makannya yang tertunda.


"Ayo sayang"Niken merangkul tubuh Nouval yang masih shock.Ia membopongnya masuk kedalam kamar anaknya.


"Auto demam"Lisa berbisik disertai tawa yang disembunyikan.Zulkarnain berdehem membuat tawa itu sirna.


"Lucy,,,lain kali jangan begitu kepada adikmu"Zulkarnain menegur sikap putrinya.


"Hanya amaran saja Ayah,biar dia bisa menjaga sikap"Lucy membela diri.

__ADS_1


"Apa perlu sampai melakukan itu semua ?Bukan hanya adikmu yang ketakutan,kami disini juga ngeri"


"Iya karena Ayah belum terbiasa "Lisa membela adiknya"Nanti kalau sudah biasa, Ayah bisa dibuat tidur di atas genteng "Derai tawa mengalir begitu saja.


"khemm"Mbah Sukma berdehem menghentikan tawa riang Lisa."Jaga sikapmu Lisa"


Lisa menahan tawa sebisanya, sedangkan Lucy senyum-senyum tersembunyi.


"Maafkan tingkah cucu-cucuku yang masih kekanak-kanakan"Mbah Sukma merasa segan terhadap tatapan Pak Hans yang sedari tadi menahan ngeri.


"Oh iya nggak apa-apa,kami hanya kaget karena mungkin belum terbiasa"Pak Hans berusaha mencairkan suasana.


"Kalau sudah selesai makannya,Ayo Ayah antar pergi ke sekolah"Zulkarnain mengelap bibirnya dari sisa-sisa makanannya.


"Baik Yah"Lisa bangkit hampir bersamaan dengan Lucy.


"Apa tidak perlu bawa bekal "Laras bangkit memperingati.


"Aduh Mbak,kok masih bekal aja yang direpotkan.Kami udah dikasih kartu kredit sama Ayah "tukas Lisa


"Ohh gitu "gurat kekecewaan menghias diriak wajah wanita berumur kepala tiga itu.


"Besok Lucy buatin bekal ya Mbak, kalau sekarang nanggung takut telat masuk sekolah"Ucapan Lucy mampu mengembalikan senyuman di wajah Laras.


"Baiklah"dengan semangat ia menyanggupi.


Setelah menyalami sebagian orang di rumah itu,Lisa dan Lucy berangkat sekolah dengan diantar oleh Zulkarnain.Sedangkan Nouval tidak jadi masuk sekolah dikarenakan demam mendadak.

__ADS_1


__ADS_2