
Mata Lucy membeliak lebar,membuat Bu Minah terhenyak kaget.Semua mata langsung tertuju kepada Lucy yang secara spontan bangun dan duduk.
Ia mengedarkan pandangannya,alisnya bertaut penuh tanda tanya.Pupilnya mengecil memperjelas penglihatannya.
"Kamu sudah sadar nak?"Zulkarnain datang menghampiri dengan rasa bahagia yang tak terhingga.Ia ingin merangkul putrinya yang kini hanya tinggal seorang,namun tiba-tiba tangan Lucy terulur menghentikan gerak tubuh Zulkarnain.
"Kau siapa?"
Semua terhenyak kaget,tak terkecuali Zulkarnain.Ia berundur dengan melempar pandangan kepada yang lain.Semua berkumpul mengelilingi Lucy.
"Dia Ayahmu Nak"Bu Minah menjawab pertanyaan cucunya.Lucy beralih menatap Bu Minah dengan tatapan tak jauh berbeda.Ia merasa asing dengan wajah semua orang yang berada disitu.
Melihat respon Lucy yang terlihat bingung,semua jadi bertanya-tanya dalam hati.Apa yang sudah terjadi?
"Lucy"Bu Minah menyentuh tangan cucunya,Lucy kaget.Ia melihat tangan keriput yang menyentuhnya.Langsung tangannya menjauh karena tidak mau disentuh oleh orang yang belum ia kenal.
Bu Minah sangat heran dengan sikap Lucy yang tak seperti biasanya.Ia menatap Zulkarnain yang berada disampingnya.Zulkarnain menggeleng pelan seolah-olah keduanya menggunakan bahasa isyarat.
"Kalian semua siapa?dan kenapa aku berada disini?"Pertanyaan Lucy menyimpulkan sesuatu.Laras mendekatkan wajahnya,ia meneliti wajah Lucy lebih dekat.
"Kamu Angnesia?"
Mumun langsung mentoyor kepala Laras sampai wajahnya mencium sprei.
"Amnesia goblok"Ucap Mumun.
"Cuma salah huruf aja udah esmosi"Laras mengusap kepalanya bekas ditoyor si Mumun.
"Emosi...Emosi"Mumun menggeretakkan gerahamnya karena geram.Laras cengengesan tanpa merasa bersalah.
"Nak..."Bu Minah membelai rambut cucunya "Benar kamu tidak ingat apa-apa?"
"Sebenarnya saya ini siapa?kenapa Anda tadi memanggil saya Lucy sekarang malah 'Nak'"
Laras membekap mulutnya sendiri menahan tawa,Mumun pun melakukan hal yang sama.
"Parah banget nih,kenapa nggak dibawa ke Rumah Sakit aja?"Usul Niken.
"Iya bener "Bu Ijah mendukung.
__ADS_1
"Jangan"Bu Minah tetap kekeuh dengan pendiriannya.
"Tapi kita nanti bisa tahu keadaan Lucy secara detail Minah"Bu Ijah juga membenarkan keputusannya.Bu Minah mengangkat wajahnya,sepasang Netranya menukik tajam menatap Bu Ijah.
"Kamu tahu apa konsekuensinya jika Dokter memeriksa Lucy??"Pertanyaan Bu Minah menekan dengan jelas api kemarahan."Dokter bisa tahu kalau Lucy hilang ingatan bukan karena kecelakaan dan sebagainya.Keanehan ini akan menimbulkan berbagai spekulasi yang bisa membuka tentang siapa Lucy"
Bu Ijah terdiam,ia sadar kalau sekarang keputusannya salah.
"Lalu bagaimana sekarang Bu?Apa yang harus kita lakukan?"Zulkarnain angkat bicara.
"Tinggalkan aku dan Lucy sendiri,tutup pintu dan jangan ada yang masuk tanpa ijinku"Bu Minah bertitah dengan tegas,yang membuat semua orang saling beradu pandang.
Akhirnya Zulkarnain mengangguk kepada mereka yang ingin tahu keputusan Zulkarnain,Semua pun kompak keluar dari kamar Lucy seperti apa yang Bu Minah mau.
Selepas semua orang pergi,Bu Minah membingkai wajah cucunya dengan lembut.Dari sudut matanya mengambang buliran air mata yang siap tumpah.
"Pak,,,aku sekarang bingung harus berbuat apa?Cucumu hilang ingatan sesudah meminum darah kakaknya,kenapa bisa begini Pak?Hal ini tidak pernah kamu beritahu kepadaku sebelumnya,sekarang aku bingung musti gimana?"Bu Minah menyebut almarhum suaminya.Karena ia tidak tahu lagi harus curhat kepada siapa?sebab selama ini almarhum suaminya lah yang selalu datang ke alam mimpi untuk memberi tahu akan segala sesuatu.
"Nak,,,apa kamu tidak bisa melihat masa lalumu jika bersentuhan denganku?"Bu Minah mulai menginterogasi cucunya.Lucy menggeleng pelan.
"Coba sentuh Nenek,apa yang bisa kamu rasakan?"Bu Minah bertanya lagi.Lucy diam,dahinya berkerut seperti memikirkan sesuatu.
"Benar,dia masih bisa membaca pikiran orang.Tapi kenapa tidak bisa melihat sebelum hari ini?Apa ingatannya terkunci karena tenaga yin dan yang dalam tubuhnya telah bersatu?Bukankah Lisa mempunyai sifat keras yang berlawanan dengan sifat Lucy?Ooohhh suamiku ternyata ini yang terjadi.Ingatan Lucy terkunci karena bersatunya dua Qi yang berbeda.Kemungkinan besar dua sifat itu ada dalam dirinya sekarang"
Bu Minah bermonolog sendiri dalam pikirannya.
"Coba Nenek ceritakan siapa diriku yang sebenarnya?"Lucy bertanya karena ia tahu semua apa yang baru saja terbersit dalam hati wanita tua itu.
"Kamu adalah cucu Nenek,Kamu kembar"Bu Minah menunjukkan foto yang terpajang di dinding.
"Tapi karena satu sebab kembaran kamu meninggal"
"Apakah dia yang Nenek makamkan tadi?"
Bu Minah mengiyakan.
"Kamu punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain,kamu bisa membaca pikiran orang dengan bersentuhan,kamu bisa terbang,kamu bisa menggerakkan benda tanpa menyentuh,dan yang paling penting kamu adalah seorang penjaga Topeng Legendaris yang bernama Topeng iblis pencabut nyawa"
"Waaahh berarti aku orang yang hebat ya Nek?"Lucy begitu sumringah.Bu Minah tersenyum.
__ADS_1
"Yah kamu memang orang yang hebat"
Lucy teruja,ia membaringkan dirinya di pangkuan sang Nenek.
"Lalu kenapa saudaraku meninggal Nek?Apakah aku tidak berbuat apapun agar dia tidak mati?"
Pertanyaan Lucy membuat Bu Minah tidak bisa menjawab,ia ragu untuk bercerita terus terang.Rasanya itu akan berdampak kurang baik kepada ingatan Lucy yang terkunci.Alangkah baiknya jika Lucy tidak tahu apapun.
"Nek,,,kenapa ragu?katakanlah"
"Dia sakit keras,dan tidak bisa disembuhkan.Kamu sudah berusaha sampai kamu jadi hilang ingatan seperti ini"
"Benarkah?"
"Semua manusia pasti akan mati,begitu juga dirimu.Meskipun kamu punya kemampuan yang luar biasa,kamu juga pasti akan mati"Bu Minah sedikit demi sedikit mengalihkan pembicaraan.Lucy mengangguk mengerti.
...----------------...
Tok tok tok tok
"Masuk"Seru Bu Minah,tak berapa lama daun pintu terbuka pelan.Zulkarnain muncul dari balik pintu.Ia datang dengan membawa nampan berisi makanan.
"Bu,,,ini makan siang untuk Ibu"Zulkarnain sekilas melirik putrinya yang tengah terlelap.
"Bawa keluar,aku akan makan di luar.Dan sekalian ada yang ingin aku bicarakan"Bu Minah bangkit.Lalu melangkah mendahului.Zulkarnain mengikuti dari belakang.
Siang itu Bu Minah meminta semua orang berkumpul termasuk Andika yang tengah bekerja.Ia meminta Zulkarnain menyuruhnya untuk pulang.Semua bertanya-tanya ada apa dan kenapa sikap Bu Minah terlalu mendominasi semua orang.Akan tetapi satupun tak ada yang berani membantah.
Setelah semua berkumpul di ruang tamu,barulah Bu Minah mengemukakan alasannya.
"Aku meminta kalian semua berkumpul karena ingin menyampaikan niatku untuk membawa Lucy keluar dari Rumah ini"
Tidak ada yang tidak terkejut mendengar penuturan si Nenek tua itu.
"Kenapa Bu?"Zulkarnain yang pertama sangat ingin tahu alasannya.
"Lucy sudah hilang ingatan disebabkan ingatannya terkunci karena peristiwa itu,jadi aku akan menciptakan kehidupan yang baru untuknya.Agar ia tidak terpukul oleh kematian Lisa"
Nouval dan Andika yang sudah diberi tahu oleh Zulkarnain sebelumnya tidak terkejut mendengar kematian Lisa.
__ADS_1
"Lalu Ibu akan membawanya kemana?"Zulkarnain bertanya.