
"Apa?Mas Zul pingsan??? " Niken kaget bukan kepalang begitu mendengar berita itu.Apalagi dia pingsan dirumah sakit, ngapain dia kerumah sakit??? pikir Niken dalam hati.
"Iya Pa Niken akan segera kesana bersama Mama"Tanpa menunggu lebih lama, Niken dan Bu Risma meluncur kerumah sakit.
"Ngapain Mas Zul kerumah sakit?? tadi dia nggak ngomong apa-apa pas aku telfon, tapi aneh juga.Setelah itu dia mengabaikan telfon ku"
Niken berbicara sendiri. Bu Risma hanya memperhatikan tanpa berkomentar.
"Ma.. " panggil Niken sambil terus mengemudi.
"Hmm" Bu Risma agak tersentak.
"Apa Papa memang sengaja ngajak Mas Zul kerumah sakit?? "
"Entahlah" Bu Risma mengangkat kedua bahunya.
"Aneh" gumam Niken "Ini karena Mama sih, pergi arisan pergi belanja sampek sore.Jadi aku nggak bisa jaga suamiku"
"Zul kan udah tinggi besar, ngapain perlu dijaga sih" celoteh Bu Risma.
"Ya harus dong Ma... secara Mas Zul itu kan ganteng, kaya, pasti banyak yang tergoda. Nggak mau aku kayak si Aida" Niken nyerocos aja. Bu Risma hanya mencebikkan bibirnya.
Tak lama, keduanya sudah sampai dirumah sakit.Niken Ayu begitu terburu-buru masuk kedalam sehingga meninggalkan Bu Risma dibelakang.
Bu Risma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak sambungnya itu.
"Zul.... " Niken Ayu langsung berhambur ke perbaringan.Memeluk tubuh suaminya yang tak sadarkan diri. "Mas Zul bangun... ini Niken, bangun Mas" rengek Niken sambil menggoncang tubuh Zulkarnaen. Tapi nihil, Zulkarnaen tetap saja tak merespons.
"Niken... " Pak Kuncoro memegang pundak putrinya.
"Ini semua gara-gara Papa. Kenapa Papa bawa Mas Zul kesini? " Hardik Niken.Ia baru sadar kalo diruangan itu semua berkumpul. Pak Hans, Aida yg tengah duduk dikursi Roda didampingi kedua pembantunya.Juga ada Pak Wira dan Riky anaknya.
__ADS_1
"Papa hanya ingin Zul melihat anaknya"
"Oh jadi semua ini rekayasa, yang Mama minta dianter belanja segala macem.Biar Mas Zul lepas dari pantauan ku? "
"Niken... kamu jangan egois, Aida juga istrinya Zul" timpal Bu Risma.
"Tapi aku istri kesayangannya... " bantah Niken Ayu tegas.
Aida memberi kode kepada kedua pembantunya agar mendorongnya keluar. Kedua pembantunya setuju tanpa membantah. Aida merasa tak perlu berlama-lama diruangan suaminya dirawat. Nanti malah menambah luka dihatinya.
Pak Hans pun mendorong kursi rodanya keluar.
"Papa dan Mama sebaiknya pulang saja, biar Niken yang menemani mas Zul disini"
"Bener kamu nggak apa-apa sendirian? " tanya Bu Risma.
"Iya Ma... lagian udah malam.Jam besuk udah lewat"
"Baiklah Mama dan Papa pulang dulu, besok kami kesini lagi"
Niken Ayu mengiyakan. Bu Risma dan suaminya pun keluar ruangan.Tinggal Niken Ayu sendirian menemani Zulkarnaen.
Setelah yakin semua orang keluar. Niken Ayu mengambil sisa gula yang diberikan Mbah Sukma kepadanya.Keemudian ia memasukkan secara paksa ke mulut Zulkarnaen sedikit bagian dari gula tersebut.
"Mari kita pulang Hans" ajak Pak Kuncoro.
"Iya" jawab Pak Hans pendek.
Pak Kuncoro mendorong kursi roda sahabatnya.Semua beriringan pulang.
Dengan dibantu kedua pembantunya, Aida pindah dari kursi roda ke perbaringan. Luka bekas operasi masih sangat nyeri sekali.
__ADS_1
"Kok aku gedeg banget sama Non Niken ya... pede banget gitu pas bilang dia kesayangan Tuan Muda" ucap Mumun dengan bibir yang dimonyong-monyongin.
"Biarkan saja Mun... kasihan Non Aida" jawab Mbok Darmi.
Aida hanya mengulas senyum.
"Ohya... Mumun masih bingung deh mbok, kok bisa tiba-tiba Tuan Muda pingsan setelah melihat si kembar?? "
"Aku juga kurang tahu karena pandanganku terhalang tubuh Tuan Muda" Jawab Mbok Darmi.
Aida menghela nafas berat. ia ingat saat kejadian, mata sibungsu itu bercahaya dan menerpa wajah Sang ayah.
"Apa Non tahu kenapa? " tanya Mumun membuyarkan pikiran Aida.
"Entah lah Mun... aku kurang pasti. nanti kita lihat saja bagaimana" jawab Aida lemah.
Mumun manggut-manggut.
Pak Hans termangu menatap jalanan yang lenggang, sepertinya baru habis hujan. nampak aspal terlihat basah oleh sisa-sisa air hujan.
"Tuan Besar... anda tidak Apa-apa? " tanya Pak Wira.
Pak Hans menggeleng pelan.
"apa kamu melihat cahaya itu Wira??? cahaya yang sangat silau... sampai saat ini aku belum mengerti, kenapa sibungsu bisa memancarkan cahaya itu dari matanya?? aku kira cukup aku terkejut bahwa sibungsu bisa melihat dalam gelap, dan sekarang mata Perak itu mengeluarkan cahaya"
Pak Wira tersenyum.
"yang jelas Tuan Besar mempunyai cucu Yang istimewa"
"hmmmm"
__ADS_1