
Ketika Angkot berhenti, hujan masih belum reda.Disebabkan tadi cuaca sangat cerah, MBAH Sukma pikir tidak memerlukan payung.Eh ternyata malah hujan!
Dia beserta kedua cucunya berlari kecil menuju emperan toko.Tinggal jalan sedikit lagi sudah sampai ditempat tinggalnya.
Lisa dan Lucy nampak sangat ceria karena dibawa pergi jalan-jalan.Keduanya berjalan beriringan sambil berjingkat-jingkat.Mbah Sukma tersenyum melihat tingkah kedua cucunya itu.
Tanpa disadari seseorang menjambret Mbah Sukma, Mbah Sukma yang sudah tua renta itu langsung terjatuh karena ditubruk si penjambret.
"Nek..."seru Lisa yang pertama kali menyaksikan kejadian itu.Lucy menoleh seketika.Matanya dengan cepat mencari orang yang membuat neneknya jatuh.
Dapat!!! Lucy langsung berlari cepat mengejar.Entah kenapa Lisa juga ikut berlari mengejar.
Dalam hitungan detik, pencopet itu sudah tertangkap oleh Lucy, Namun diluar dugaan Lisa yang berlari jauh dibelakang sudah diincar sebuah truk Fuso.
Melihat posisi Lisa yang hampir menyebrang jalan,truk berwarna hijau itu langsung tancap gas.Dengan kecepatan diatas 100KM/jam si supir menyetir dengan hanya fokus kepada anak kecil yang belum genap 6tahun itu.
"Lisaaaaaa"Mbah Sukma berteriak histeris.Lucy dari kejauhan yang mendengar jeritan itu, langsung melepas tangan si pencopet dan melesat pergi ke arah suara.
Ia melihat kakaknya terduduk di tengah jalan dan tak jauh dari itu Lucy melihat truk yang sangat cepat melaju ke arah Lisa.
Tanpa membuang waktu Lucy langsung melesat memeluk tubuh kakaknya.Dan dengan cahaya matanya ia menahan tabrakan dari truk itu.
Booommmm... Bagai menghantam batu karang yang besar dan kokoh.Truk itu langsung penyok ke dalam sampai kepala truk itu jadi gepeng.Sopirnya pun terganjet didalam.
Kepulan asap tebal menyelimuti tanpa bisa ditembus oleh pandangan mata biasa.Mbah Sukma merangkak bangun menghampiri tempat kejadian.Disaat asap tebal mengepul itulah Lucy melesat secepat cahaya membawa saudaranya ke tempat sepi.
"Lisa kamu nggak apa-apa??"Lucy mengusap pipi saudaranya.Lisa tampak gemetaran karena shock.
"Lisaaa Lucyyyyy.."jeritan Mbah Sukma begitu menyayat.Suara orang-orang pun riuh rendah mengerumuni tempat kejadian.
"Lisa sebaiknya kita pulang duluan yuk,kita temui Mbak Laras"Lucy memberikan usul.Karena kalau dia muncul sekarang pasti menjadi topik pembicaraan yang hangat.
Disebabkan truk itu sama sekali tidak menabrak apapun hingga penyok begitu.
__ADS_1
Lisa mengangguk disela ketegangannya.Lucy merangkul saudaranya kemudian dipapah berjalan menuju tempat tinggalnya yang sudah tidak jauh lagi.
"Mbak"seru Lucy memanggil Laras yang tengah bersantai sambil main hp.
"Eh Lucy..Lisa..kok berdua saja mana Nenek ??"Laras bingkas bangun sambil melihat sekeliling.
"Mbak tolong jemput nenek didepan,dia habis kecopetan "
"Apa?? baiklah kalian tunggu disini ya"
Lucy mengangguk, Laras segera berlari kecil menuju jalan di depan yang tak seberapa jauh.
Ia heran melihat orang ramai berkumpul, banyak diantaranya yang sibuk memvideokan momen itu daripada menolong.Samar-samar Laras mendengar rintihan Mbah Sukma.Wajah Laras pias seketika.
"Mbah..."Laras menyela kerumunan orang.Ia melihat Mbah Sukma bersimpuh di jalan aspal.
"Mbah..."Laras berjongkok sambil memeluk pundak Mbah Sukma,beliau menoleh.
"Laras...Lucy dan Lisa..."Mbah Sukma tidak dapat melanjutkan kalimatnya.
"Loh cucunya ada dirumah toh Mbak"Tanya seseorang.
"Iya...maaf maklum Mbah sudah tua"Laras berbohong tapi meyakinkan.
"Ohhh begitu..."
Laras membantu Mbah Sukma bangun,Lalu memapahnya pergi dari tempat itu.Samar-samar Laras mendengar para kerumunan orang itu berbicara satu sama lain.
"Aneh ya... padahal nggak ada tembok nggak ada apa?Kok Sampek segitunya "
"Iya Sampek penyok gitu"
"Supirnya gimana ??"
__ADS_1
"Katanya sih meninggal di tempat "
"Kasihan ya"
"Awrem deh... jangan-jangan dia nambrak dedemit sini "
"Hus ngarang kamu"
"Serius...kan disini bekas mayat korban perang dengan Belanda itu dibakar disini "
"Sok tau "
"Buka aja geogel kalau nggak percaya "
"Tapi katanya si Mbah itu cucunya ada disitu juga jadi korban "
"Dia pikun... buktinya nggak ada siapa-siapa"
Laras terus saja memapah Mbah Sukma sampai di rumah.
"Nenek..."seru Lucy menyambut kedatangan Mbah Sukma.Lisa mengekor di belakang.
"Kalian nggak apa-apa"Mbah Sukma membelai pipi kedua cucunya.
"Nggak apa-apa Nek"jawab Lucy.
Mbah Sukma menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca.
"Makasih ya Lucy udah menjaga saudaramu dengan baik"
Lucy tersenyum tipis.
"Siapa sih yang berencana jahat kepada kita"Laras nampak menahan marah'.
__ADS_1
"Tak tahulah Laras.. seperti sudah direkayasa sebelumnya.Dari penjambretan sampai truk melaju kencang"Sahut Mbah Sukma.Tanpa ia sadari,raut wajah Lucy memerah menahan marah.
Sebenarnya Lucy sudah tahu ketika ia berhasil memegang tangan si pencopet.Namun Mbah Sukma tidak menyadari,mengira Lucy belum tahu apa-apa.