SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 118 Sesuatu Yang Tersembunyi


__ADS_3

Santi tidak hentinya mengumpat,mengoceh,mengomel,memukul steering mobil.Menghentak-hentakkan kakinya.Semua ia lakukan untuk meluapkan emosinya.Niat hati ingin menunjukkan siapa dirinya bagi Zulkarnain,tapi malah hinaan yang ia dapat.


"AAAAKKKHHHHHH"


Ia melolong bagai srigala,tapi tentunya itu ia lakukan didalam mobil.Selain hanya seorang diri,juga tidak terlihat dan terdengar oleh orang yang lalu lalang.


"Kurang ajar kalian semua!!!Akan aku balas nanti kalau aku sudah sah jadi istri Zulkarnain.Akan aku usir kalian semua"Santi menyulut niat diantara kebencian yang berkobar.


Tring tring tring


Handphonenya berdering,nama Zulkarnain terpampang di layar ponsel.Santi menyeringai,dengan cepat ia menekan tombol hijau.


"Hallo"


"Ada dimana?"Tanya Zulkarnain dari seberang.


"Ngapain nanyak-nanyak?"Santi berakting kesal.


"Datang segera kesini ya"Pinta Zulkarnain tanpa memperdulikan kekesalan lawan bicaranya.Santi tak menjawab,namun dari seberang Zulkarnain memutuskan talian.Ini seperti perintah yang tidak boleh ditolak.


Santi menstater mobilnya lalu melesat membelah keramaian kota.


___Tak butuh waktu lama,Santi sudah berada di depan pintu ruang kerja Zulkarnain.Ia tidak memperdulikan tatapan Andika yang jelas kurang suka melihat kedatangannya.


Dengan dagu terangkat,Santi berjalan masuk setelah terdengar perintah untuknya agar masuk kedalam ruangan.


"Kamu sepertinya nggak suka sama Bu Santi?"tebak Danies.

__ADS_1


"Bukan nggak suka lagi,tapi jijik"Ucap Andika sambil menjingkat bahunya.Danies tersenyum tipis.


__"Sayang..kamu kok tega banget sih ngusir aku tadi?Sekarang malah maksa aku buat datang?Maumu apa sih?"Santi menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.Zulkarnain tersebut,ia mendekati Santi lalu duduk di sampingnya.


"Kamu ngapain tadi datang ke rumah?"Tutur Zulkarnain begitu lembut.


"Aku kangen"Rengek Santi manja.


"Kan bisa ketemu disini"


"Iya,tapi aku khawatir sama kamu sayang"Santi merebahkan kepalanya ke dada bidang milik Zulkarnain.


"Karena ulahmu,Aku jadi ragu untuk mengundangmu ke acara ulang tahun anakku besok"


"Kok gitu?"


"Yah anakku udah terlanjur nggak suka sama kamu,rencana aku kan maunya kamu diperkenalkan secara pelan-pelan sampai mereka bisa nerima kamu"


"Jangan maksa gitu dong"


"Terus kapan aku akan diperkenalkan?"


"Seandainya kamu tadi nggak nekat datang semua akan berjalan sesuai rencana"


"Aku tidak mau tahu sayang,pokoknya besok aku bakal datang.Diterima atau tidak aku akan tetap datang"Tegas Santi tak terbantahkan.


Zulkarnain mengusap wajahnya kasar,ia merasa frustasi dengan sifat Santi yang keras kepala.

__ADS_1


___Malam sudah melewati sepertiganya,tiba-tiba Lisa merasa tekaknya kering.Dengan malas Lisa bangkit dan pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Namun karena terlalu kering ia batuk-batuk sampai muntah darah.Lisa terbeliak lebar melihat darah segar ditangannya.Nafasnya terasa sesak sekali,sampai ia memukul-mukul dadanya agar bisa bernafas.


"Kenapa dengan diriku?"Hatinya bertanya lirih.Tubuh Lisa terjelopoh dilantai,tenaganya seperti terkuras habis.


"Lisa"


Lisa menoleh dengan sisa-sisa tenaganya,Laras bergegas menghampiri.


"Kamu kenapa?"


"Air Mbak air"Lisa meminta air dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Baiklah tunggu sebentar"Laras bangun dan setengah berlari untuk mengambilkan Lisa air.


"Ini,minumlah"Laras membantu Lisa meminum air.Barulah setelah menghabiskan segelas air,Lisa sudah kembali tenang.


"Kamu kenapa Lisa?Apa kamu sakit?"Laras terlihat sangat begitu cemas.


"Aku baik-baik saja Mbak"Lisa berusaha berkilah,ia menyembunyikan tangan yang terkena darah tadi.


"Kenapa kamu berahasia kepadaku Lisa?Kamu sudah tidak menganggap aku ini Mbak mu?"


"Bukan Mbak,aku benar-benar tidak apa-apa.Aku hanya haus tenggorokan aku kering sampai batuk-batuk"


"Bener ya kamu nggak apa-apa?"Laras masih saja kurang yakin.

__ADS_1


"Iya Mbak"


Laras memilih diam meskipun ia tidak percaya sepenuhnya.Ia sangat yakin ada sesuatu yang disembunyikan dari si kembar.


__ADS_2