
"Lepaskan aku"Lucy tetap tidak mau mengalah dengan benang itu, meskipun kulitnya terasa perih oleh cekikan benang yang semakin ketat.Nyai Roro tertawa mengejek.
"Jangan paksa benang itu menyakitimu Cah ayu,mengalah saja.Sudah nasibmu harus mati ditangan ku"
"Jangan harap!!"Lucy mengerahkan tenaganya namun sia-sia.Ia malah merasa semakin melemah dan kehabisan tenaga.
"Apa aku bilang ??"Nyai Roro tertawa lagi.
WUZZZZZZZ.
Angin berhembus kencang, sangat kencang sampai memutuskan semua benang yang mengikat Lucy.Nyai Roro membulatkan matanya,ia tidak percaya ada yang bisa memutuskan benang ajaibnya.
Begitu Lucy terlepas dari ikatannya ia jatuh ke tanah dengan tubuh yang sudah kehabisan tenaga.
"Siapa itu?"Mata Nyai Roro memandang awas kesekitar.Ia bangkit dari duduknya.Bu Lastri yang menyaksikan kejadian itu terbelalak,ia membekap mulutnya sendiri merasa tak percaya dengan apa yang disaksikannya.
Seorang Nenek tua dengan muka yang menyeramkan terbang merendah menapakkan kakinya di tanah.Di tangannya ada sebilah pedang seperti samurai berkilat-kilat diterpa cahaya rembulan.
__ADS_1
Nyai Roro menegang,apakah yang dilihatnya adalah Topeng legendaris itu.Jantungnya berdetak kencang,ia mundur beberapa langkah.Hampir saja ia terjatuh,namun segera ia menahan tubuhnya dengan berpegangan pada kursi yang didudukinya tadi.
Nenek tua itu mengangkat samurainya ke arah Nyai Roro."Siapa kamu ? kenapa kamu ikut campur urusan ku ?"
"Akulah lawanmu,bukan gadis kecil itu "Suara Nenek itu serau menyeringai.Lucy mengangkat wajahnya.
"Nenek "Lirihnya pelan.Nyai Roro mendengar rintihan Lucy.Jadi wanita tua itu adalah Neneknya?Nyai Roro menyesal karena tidak mencari tahu dengan pasti tentang Gadis itu.Tapi sekarang sudah terlambat mau tidak mau dia harus melawan wanita tua itu.
Nyai Roro melepaskan cambuk yang melilit pinggangnya.Cambuk itu bersinar seperti menyala api.Nyai Roro memecutkan cambuk itu ke arah Mbah Sukma.Belum lagi cambuk itu menyentuh sudah putus menjadi dua bagian.
Nyai Roro membeliak lebar,ternyata topeng legendaris bukan hanya cerita.Timbul dihatinya ingin memiliki topeng itu.Tapi???
Mbah Sukma mengambil jarak lalu menebaskan samurainya ke arah Nyai Roro.
"AAAAKKKHHHH"Nyai Roro menjerit histeris,tangannya putus.Bu Lastri menutup mulutnya melihat kejadian ngeri itu.
"Nenek "Lucy mengulurkan tangannya yang lemah.Ia tidak mau Neneknya terlalu banyak memakai tenaga dengan memakai topeng itu.Karena ia tahu konsekuensinya.
__ADS_1
Mbah Sukma melihat sekilas, lalu ia melancarkan serangan terakhir.Dengan sekali tebas tubuh Nyai Roro terbelah menjitak dua.
Bu Lastri terhempas mundur,ia meringsut kebelakang berusaha lari bersembunyi.Ia sungguh tak percaya dengan mudahnya Nyai Roro yang dikenali sangat sakti mati begitu saja.
Mbah Sukma melepaskan topengnya,ia menghampiri Lucy yang sudah tak berdaya."Lucy...nak kamu tidak apa-apa "Mbah Sukma menarik tubuh cucunya kepangkuan nya.Meskipun kondisinya sangat lemah,Lucy tetap tersenyum.
"Nenek tidak perlu khawatir, Lucy baik-baik saja.Terima kasih nek"Lucy menjawab dengan sisa-sisa tenaganya.Mbah Sukma mengangguk.
Tiba-tiba saja Mbah Sukma terbatuk-batuk dan darah segar menyembur dari mulutnya."Nenek"Lucy menjerit histeris.Mbah Sukma tersenyum sebelum ia jatuh pingsan."Nenek... nenek"Lucy dengan susah payah merangkul tubuh neneknya.
"Nek, bangun Nek.Tolong bangun nek, jangan tinggalkan Lucy"Air mata mengambang diujung netranya.Ia harus segera menolong Neneknya.Tapi Lucy ingat kalau urusannya belum selesai.Ia meraih topeng iblis pencabut nyawa yang terlepas dari genggaman Mbah Sukma.
Seketika itu juga ada sebuah kekuatan gaib yang menjalari tubuh Lucy sehingga keadaan Lucy langsung kembali pulih.Dengan menggenggam samurai ditangannya, Lucy masuk ke dalam Paviliun mencari Bu Lastri.
Bu Lastri ditemukan sedang menyorok dibawah meja makan,tanpa aba-aba Lucy langsung mengibaskan pedangnya ke arah meja.Bersamaan dengan terbelahnya meja menjadi dua,terbelah juga tubuh Bu Lastri.Darah membanjir sebagai tanda sebuah kematian.
Lucy langsung pergi dengan menggendong tubuh Mbah Sukma yang tak sadarkan diri.Ia tetap memakai topeng itu untuk memulihkan kekuatannya.
__ADS_1
Jika saja ia tidak meremehkan Bu Lastri dan membawa topeng itu ikut serta, Mungkin Neneknya tidak akan menjadi korban.Dengan deraian air mata Lucy merasa menyesal."Nek,tolong... bertahanlah"Hati Lucy memanjatkan keinginan terbesarnya.