
"Aahhhh"Anto mendesah lega setelah berhasil membuang sampah dalam tubuhnya.Ia membenarkan reasting celananya,bercermin sebentar lalu melangkah keluar.
Ia celingak-celinguk mencari dua temannya.Tapi tak ditemukan wujudnya."K*mpret tu orang,aku ditinggal begitu saja.Awas nanti aku takkan berikan mereka tumpangan"Antok mengoceh sendiri.Ia cepat-cepat melangkah pergi,Tapi??
WUUSSSSSSS
Tubuh Antok seperti terdorong kuat dan cepat.Matanya membulat sempurna dengan kecepatan waktu yang ia rasa.Mulutnya terbuka lebar karena hantaman angin yang sangat kencang.
Bhuk!!
Tubuhnya terlempar jatuh menghantam tanah yang dipenuhi jerami kering.Ia menyeringai kesakitan.
"Emm emm emm"Sebuah suara terdengar bersahutan.Ia membuka matanya dengan pandangan yang diperjelas.
"Hah??kalian ngapain disini?"Antok terpana melihat kedua temannya terikat satu sama lain dengan mulut tersumpal.
Antok bergerak ingin menolong tapi tangannya tertahan karena dicekal seseorang.Ia mengangkat wajahnya,matanya membesar begitu tahu siapa yang telah mencekal tangannya.Tubuhnya gemetar karena ketakutan.
__ADS_1
Lucy memelintir kedua tangan Antok ke belakang lalu diikatnya menjadi satu dengan kedua temannya.
"Lucy kami mau diapain?Tolong Lucy,kasihani kami"Suara Antok memelas.Tapi itu adalah kalimat terakhir yang bisa ia katakan, dikarenakan Lucy menyumpal mulutnya dengan kain.
Kini kondisi Antok sama dengan Danu dan Vicky.Mereka bercengkrama dengan satu bahasa"emm emm emm dan emmm"
Lucy meraih kursi lapuk dan mendudukinya tepat didepan ketiga sekawan itu."Siapa yang merekam aksi Antok memperkosa Lisa?"Suara Lucy datar tapi menekan.Ketiga sekawan itu kompak menggeleng.
"Mengaku saja,mungkin aku masih bisa berbaik hati"
Ketiganya saling berpandangan,Lucy mengacungkan telunjuknya.Sumpalan kain yang menutupi mulut Danu melonggar."Katakan Danu"Lucy memberikan perintah.
Dagu Danu terangkat menunjuk ke arah Vicky.Vicky cepat menggeleng,wajahnya memucat.
Lucy menghela nafas dalam-dalam,Ia mengibaskan tangan kirinya.Angin besar datang mengejut menyeret tubuh Vicky hingga kepalanya menancap ke sebuah paku besar yang menyembul.
Vicky menggelepar tanpa suara karena mulutnya tersumpal.Antok dan Danu tercengang mematung menyaksikan kematian Vicky yang begitu tragis.
__ADS_1
"Sekarang giliran kalian,mau mati dengan cara apa?"Suara Lucy sangat enteng sekali,namun mampu membuat keduanya bersusah payah menarik tubuhnya mundur menjauhi Lucy.Lucy tersenyum kecut.
"Sekarang kalian sangat ketakutan,tapi pas waktu kalian ngerjain Lisa,kalian happy sekali.Kenapa??sangat bermimpi ingin menjadi orang kaya?Kalau Lisa bukan anak orang kaya,apa yang akan kalian lakukan?melakukan yang lebih sadis lagi?"Lucy tertawa menyeramkan.
"Kalian benar-benar memancing emosiku,,Aaaaa"Lucy bangkit dengan kedua tangan terangkat ke atas.Tubuh Antok dan Danu pun terangkat sampai ke bumbung gudang tua itu.
"To-tolong ampuni kami"Suara Danu bergetar,karena terlalu takut sampai ia terkencing di celana.
"Aku akan mengampuni kalian,asal kalian kembalikan kesucian SAUDARAKUUUU!!!"Lucy melempar kedua tubuh itu ke Dinding dengan begitu kuat.Hingga terdengar bunyi gedebuk.
BRAKKK
Dua tubuh itu jatuh menimpa kayu-kayu usang yang tersusun.Antok terbatuk-batuk sampai menyemburkan darah segar.Sedangkan Danu masih tidak terlalu parah,karena ia jatuh di atas tubuh Antok.
"Ampun,Am--pun Lucy"Kain yang menyumpal mulut Antok terlepas.Lucy mengangkat kedua tangannya lagi,dia tubuh yang sudah remuk itu terangkat kembali.
Danu panik sampai menangis"Lucy ampuni aku,aku mohon Lucy aku mohon....."Rintih Danu penuh iba.
__ADS_1
"Lepaskan sayang,lepaskan mereka"Sebuah suara datang seperti sapuan angin lembut.Lucy tertegun,ia menurunkan tangannya.Tubuh Antok dan Danu pun melayang turun dengan perlahan.
Lucy menatap ke sekeliling,sekelebat cahaya putih tersenyum tipis kepadanya."Ibu..."Lucy berucap lirih.