
Niken menyelimuti tubuh anaknya,tapi Nouval tetap gemetaran.Dan tidak berhenti muntah-muntah.Diantara kebingungannya, Niken memendam kesal terhadap dua anak kembar itu dan juga suaminya.
Sudah tahu tadi Nouval gemetaran ketakutan, Zulkarnain tidak datang menyambangi putranya.Malah pergi begitu saja mengantar si kembar ke sekolah.
Tok tok tok tok.
Niken menoleh kearah pintu, mungkin Mumun.ia berpikir begitu "Masuk"
Perlahan pintu terbuka dan muncullah Mbah Sukma dari balik pintu."Boleh saya masuk"
Niken bergegas menghampiri sebelum wanita tua itu masuk ke kamar putranya"Ada apa?"
"Berikan air ini kepada anakmu"Mbah Sukma menyodorkan segelas air putih kepada Niken "Ini bisa meredakan gejala demamnya karena shock"
"Terimakasih"Niken menerima gelas tersebut.
"Lain kali kamu dan juga anakmu harus berhati-hati dengan Lucy.Dia tidak banyak bicara,tapi bila dia marah dia bisa melakukan apa saja"
"Aku memperingati bukan manakut-nakuti,Lucy bisa melakukan apapun terhadap kamu dan putramu.Cam kan itu!!"Mbah Sukma berlalu pergi setelah berucap demikian.
Niken terpaku diambang pintu,ia memikirkan setiap kalimat yang Mbah Sukma ucapkan.
__ADS_1
"Apakah anak itu akan balas dendam kepadaku?"kata hatinya membatin.
__Semua mata tertuju ke satu titik,dimana Lisa dan Lucy turun dari mobil mewah berwarna hitam.Dengan mesrahnya Lisa dan Lucy mencium tangan dan pipi Ayahnya secara bergantian.Pemandangan itu membuat semua yang melihat terpelongo.
"Eh Lisa"Anton menghentikan langkah gadis manis itu "Kalian punya sugar Daddy ya"
Plak!! Sebuah tamparan mendarat sempurna dipipi laki-laki yang menaruh hati kepada Lisa namun ditolak.
"Itu Ayahku"Lisa menjawab dengan nada ganas.
"Ha?? Ayah "
Lisa meninggalkan begitu saja Anton dengan seribu tanda tanya.
"Ada yang cemburu nih"Lisa balas mengejek.
"Aduh siapa juga yang cemburu,aku nggak perlu punya sugar Daddy udah kaya dari lahir "Karin tidak mau mengalah,ia semakin menyombongkan dirinya sendiri.
"Ohya? terus ngapain sakit hati lihat aku naik mobil mewah?atau mobil aku lebih mewah dari mobil kamu?hah"Lisa tersenyum mengejek
"Baru numpang udah blagu"Tika ikut-ikutan menyudutkan Lisa.
__ADS_1
"Numpang?? Jangan kaget ya kalau nanti lihat aku punya Ferrari limited edition"Lisa merasa tak terima dengan hinaan mereka.
"Waaahhh menghayalnya jangan ketinggian Neng, nanti jatuh bisa M-AM-PUS"Karin the Gank nampak semangat sekali mencerca Lisa.
"Sudah ayo masuk kelas"Lucy merangkul kakaknya, dibawanya pergi menjauh dari Karin the Gank.
"wuuuuuuuuuu"Karin the Gank kompak bersorak ria.Lisa mengacungkan jari tengahnya.
"Eh ngapain pada rame-rame, dipanggil guru BP pada nyahok"Suara Juki mampu mendiamkan keriuhan yang diciptakan oleh Karin dan kawan-kawan.
"Andrew,kamu udah denger gosip panas hari ini nggak "Tika memancing Andrew agar tahu kalau Lisa punya sugar Daddy.
"Gosip apaan?? gosip apaan ??"Dion mendahului bertanya.
"Itu si Lisa anak kelas XA,dia tadi diantar ke sekolah sama sugar Daddy naik mobil mewah"Tika begitu semangat bercerita . Andrew mengeluarkan handphonenya, setelah menemukan sesuatu yang ia cari lalu ia tunjukkan ke hadapan para gadis-gadis itu.
"Apakah orang yang dalam foto ini yang kamu maksud sugar Daddy nya Lisa?"
Ketiganya mengangguk cepat.
"Ternyata Andrew sudah tahu ya"Karin sedikit memanjakan suaranya.
__ADS_1
"Itu bapaknya b*gok!"Sergah Andrew mengagetkan."Lisa dan Lucy itu anak dari Tuan Zulkarnain, Donatur terbesar di sekolah ini.Dan bisa jadi juga relasi bisnis papa kamu"
Bola mata Karin membulat sempurna, begitu pun dengan teman-temannya.Merekea ternganga tak percaya.