
Zulkarnain melempar tasnya dengan kasar ke atas tilam.Niken yang lagi asyik main hp di ranjang jadi kaget.
"Ada apa ??"
"Ada apa???kamu bilang ada apa??apa kamu tidak merasa atas kesalahanmu??"bentak Zulkarnain.Niken kelihatan bingung.
"Ngapain kamu datang ke hotel ??"
"Ohh itu...aku hanya mengajak Bibik dan Ibunya Aida datang ke Villa ini"
"Kamu tahu apa akibat dari apa yang kamu lakuin ??"
Niken diam tidak tahu harus menjawab apa.
"Hati ibu terluka melihat mu,dan sekarang dia pamit untuk pulang "
"Memangnya apa salahku, hingga dia terluka ??aku pun bersikap sopan dengannya"
"Hati ibu mana yang tak sakit jika tahu kalau posisi anaknya dengan cepat terganti oleh wanita lain "
"Itu sudah berlalu Mas,dan sudah terlewat lama sekali.Seharusnya beliau lebih legowo "
Tangan Zulkarnain naik ke atas ingin menampar istrinya.Niken menunduk melindungi wajahnya.Akan tetapi tangan itu tertahan.
Zulkarnain mengepalkan tangannya kuat.
"Kau memang tidak punya hati dan perasaan.Beliau baru saja mengetahui kematian Aida bukan sudah tahu dari dulu "
Niken tercekat.Zulkarnain memilih pergi dari tempat itu daripada ia terus bersitegang dengan istrinya.
"Mas...mas..kamu mau kemana ??"Niken berusaha mengejar.Namun tak sampai karena langkah Zulkarnain cepat dan panjang.
__ADS_1
Niken bersandar ke pintu menatap mobil suaminya keluar halaman.Ia menghela nafas dalam-dalam.
Mbok Darmi menatap sendu ke arah majikannya itu.Ia perlahan datang menghampiri.Rasanya Niken sangat butuh pendapat orang lain.
"Nyonya..."panggil mbok Darmi.Niken mengangkat kepalanya lemah."yiang sabar ngadepin Tuan,dia memang begitu.Keras tapi sebenarnya penyayang"
Niken melangkah ke tepi sofa lalu duduk lemah tak bermaya.
"Aku tidak tahu Mbok harus gimana lagi.Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik walaupun tak dicintai.Tapi tetap saja selalu salah"
"Kali ini memang aku yang salah,tapi...tak bisakah dia membimbingku ??"
"Maafkan Mbok ya Nyonya,,, menurut pendapat saya Tuan hanya memprioritaskan Non Aida"
"Benar sekali Mbok,dia hanya melihatku sebagai ibu dari NOUVAL,selebihnya tidak "
"Apakah Nyonya bahagia ??"
"Tapi aku akan menderita bila harus berpisah dengannya"
__"Begitu ya... bagus! terus beri aku kabar tentang mereka.Nanti aku transfer lagi jika uangnya kurang.Ok!"
Andika menutup telfonnya.Perlahan ia menghisap rokok dalam-dalam,lalu menghembuskannya.Asap mengepul tinggi ke atap kamarnya.
tok tok tok...
Andika dengan terpaksa bangun, berjalan sempoyongan ke arah pintu.Perlahan ia membuka daun pintu.
"Eh Mama..ada apa?"
Bu Lastri mengibas-ngibas tangannya didepan hidung.Ia mencium bau yang sangat menyengat.
__ADS_1
"Kamu mabuk ya"
"Cuma minum dikit kok Ma"
"Sampai kapan kamu begini terus Dika ??kamu harus kembali bekerja di kantor"
"Maa...6tahun aku dipenjara,buntek tau nggak Ma?Jadi biarin aku bersantai-santai dulu lah.Nanti aku juga bakal masuk kerja lagi kok"
"Tapi kapan ??"
"Nantilah..."Andika menutup kembali pintunya dengan kasar.Bu Lastri jadi kesal dengan sikap anak kesayangannya itu.Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"Maa"
Sebuah suara lembut terdengar,Bu Lastri menoleh.
"Kayaknya kakak lagi makek dech MA"ujar Soraya.
"Makek apa ??"
"Sabu"
"Sembarangan kamu..nggak mungkin kakak kamu makek begituan"
Soraya merogoh sakunya lalu memberikan benda yang diambilnya itu kepada sang mtama.
"Apa ini ??"Bu Lastri membolak-balik benda yang berbentuk seperti pipet kecil.
"Alat penghisap sabu, Soraya temukan dikamar kak Andika saat mengambil laptop yang dipinjamnya"
Bu Lastri begitu shok mendengar hal itu.Tqngannya gemetaran.Dan ia hampir ambruk kalau tidak Soraya dengan cepat menahan tubuh sang Mama.
__ADS_1