
POV NIKEN AYU
Dengan cepat aku masuk ke dalam kamar untuk mengambil beberapa helai rambut Mas Zul yang mungkin tertinggal disisirnya.
Benar,ada!!! langsung saja tanpa menunggu aku langsung memilih beberapa helai dan dimasukkan ke dalam plastik kecil.
Setelah nya,aku langsung bergegas pergi ketempat Mbah Sukma.
"Niken..."seru Mama tiba-tiba.Seketika ku hentikan langkahku.
"Ada apa Ma?"
"Mau kemana ? kok buru-buru banget?"
Mamaku datang mendekat.
"Ada hal mendesak Ma,aku harus cepet -cepet pergi"
"Loh nggak sarapan dulu"
"Nggak ma,keburu"
"Gimana keadaan Zul?"
"Udah sadar Ma"
"Loh??sama siapa dia?"
"Sama AIDA "
"000"bibir Mama membulat.
"Ya sudah ma,Niken berangkat dulu ya "aku pamit lalu melangkah pergi.
__ADS_1
"Nggak nungguin Papa dulu"seru Mama dibelakang.
"Titip salam aja"
Jujur saja hati ini masih sangat kecewa dengan kedua orang tuaku, mereka berdua bermuslihat mempertemukan Mas Zul dengan AIDA.Aehingga tragedi itu terjadi.Seperti yang aku takutkan Mas Zul kembali melupakan aku, menjauhiku,dan sekarang aku takut dia mencampakkan aku.
Hanya Mbah Sukma harapan ku...semoga Mas Zul kembali lagi padaku.
"Ini Mbah"aku menyerahkan bungkusan kecil pesanannya.Si Mbah mengambilnya,lalu masuk ke dalam rumahnya.
Aku tidak tahu apa yang ia lakukan didalam, yang pasti aku akan sabar menunggunya.
Tak berapa lama,ia pun kembali dan duduk ditempat semula.
"Bagaimana Mbah ??"aku yang tidak sabar segera bertanya ingin tahu.
"Maafkan aku,aku tidak bisa lagi membantu mu"ucap Mbah Sukma.Aku benar-benar kaget.
"Ini diluar kemampuan ku"
"Kok bisa begitu , memangnya apa yang sebenarnya terjadi Mbah?"
"Anak itu telah menyadarkan ayahnya dengan kekuatan matanya,dia bukan anak sembarangan.Sebaiknya kamu sudahi saja semua, sebelum terlambat "
"Anak??? maksudnya anak Aida yang baru saja lahir??"
Mbah Sukma mengangguk.Aku tidak bisa menahan tawa ku.Terdengar lucu,anak yang masih bayi itu???
"Mungkin ini lucu bagimu, tapi tidak dengan ku.Anak itu anak ajaib"
"Mbah jangan ngadi-ngadi... bilang saja Mbah mau berapa? saya akan kasih, asal Zulkarnain kembali lagi padaku Mbah "
"Ini bukan soal uang, kalau kamu tidak percaya terserah.Tapi aku harap secepatnya kamu pergi dari sini "
__ADS_1
Aku menghela nafas kesal,bukan ini yang aku harapkan,tapi.....
Dengan kesal aku pun pergi dari kediaman Mbah Sukma.
"Kalau benar anak Aida yang menyadarkan Mas Zul, berarti aku harus menyingkirkan anak itu."
Aku manggut-manggut setuju dengan pola pikir ku sendiri.
"Ok!"
Segera ku percepat laju mobil, menuju Rumah sakit.
Setibanya,aku langsung mencari ruang bayi.Dan hal itu tidak lah susah.Setelah mengamati keadaan sekitar,aku pun masuk kedalam dan mencari bayi kembar itu.
Ohhh pucuk cinta ulampun tiba,si kembar lagi tidur.Begitu juga dengan bayi yang lain.Ku ambil kain bedong,akan ku buat untuk menyumpal sibungsu yang konon punya mata perak.hehehehe.
"Ahh!!!!"tanpa ku sadari ada apa, tiba-tiba tubuhku terpental.Yang aku rasa hanyalah sesuatu yang menyengat,membakar tangan ku.
"aduuh"punggung ku terasa nyeri."hah???"aku kaget melihat tanganku seperti hangus terbakar"AAAAAAAAAAKKKKK"aku menjerit histeris, hingga membuat beberapa suster masuk ke dalam ruangan bayi.
"Ada apa Mbak????eh Mbak kenapa???"
"Tanganku sus...tolong..."lirihku.
"Waduh kok hangus gitu"desis salah satu suster.
"Ayo cepat bantuin"
dengan kompak para suster membawaku ke ruangan UGD agar cepat segera ditangani.Jarena tanganku melepuh parah.
Semakin lama semakin parah.
Aku kesakitan, sangat kesakitan.Karena tidak kuat,aku kehilangan kesadaran.
__ADS_1