
POV MBAH SUKMA
Setelah kepergian gadis dari kota itu,aku terus memikirkan bayi yang menyelamatkan ayahnya dari ajian pengasihku.
Apakah bayi itu ada hubungannya dengan tragedi bergetar nya peti topeng iblis pencabut nyawa??
Kalau itu benar,maka bayi itu akan datang kemari ???
"Guru...aku tidak tahu harus berbuat apa??"Mbah Sukma menatap langit-langit rumah nya.
Selang beberapa hari, Hujan kembali mengguyur kawasan hutan pegunungan.Kilat menyambar, angin badai mengamuk seolah-olah langit sedang murka.
Peti itu bergetar kembali,tapi kali ini rumahku pun ikut bergetar.
Aku keluar rumah... melihat kesekeliling.
Hutan seperti memanggil ku.Aku pun berjalan masuk hutan.Meskipun suasana gelap gulita dan hujan menerjang,tak menyurutkan niatku untuk masuk hutan.
Jiwaku berkata aku harus masuk!
Tiba-tiba terdengar suara tembakan,aku mendongak ke atas.Dalam kegelapan ku lihat seperti mobil menggelinding ke bawah.
Dengan kekuatan batin ku,aku kibaskan lenganku dan melesat terbang menghampiri mobil yang terguling -guling ke bawah dan nyangkut didahan pohon yang tidak begitu kuat.Ku lihat sang sopir sudah tak sadar.Samar-samar ku dengar rintihan.
"To--long tolong anak-anak ku"
Aku perhatikan ternyata seorang ibu muda yang tengah duduk di kursi belakang dengan menggendong 2bayi,mungkin kembar.
Aku ambil 2bayi mungil tersebut, bersamaan dengan itu dahan pohon patah.Mobil itu terguling kembali hingga sampai dasar dan meledak.
Aku terbang turun dengan 2bayi ditangan.Aku perhatikan dua bayi itu,dan sangat terkejut ketika salah satu bayi mengeluarkan cahaya dari matanya.
__ADS_1
"a-a-apakah bayi ini?"
Hujan makin deras menyadarkan diriku dari pikiran.Cepat-cepat aku berlari kerumah karena takut 2bayi ini akan kedinginan.
"Mbah...Mbah..."sesampainya di rumah,ku lihat Laras anak murid ku celingukan diteras.
"Ada apa Laras???"aku segera berteduh diteras.
"Mbah... Mbah darimana kok basah kuyup begini??"terlihat Laras begitu panik."Eh bayi siapa itu?"
"Sudah cepet buka pintunya "aku tak menghiraukan rasa penasaran Laras sebab yang terpenting adalah bayi-bayi ini harus diurus dulu biar tidak masuk angin.
"Baik Mbah"
Ku serahkan kunci rumah agar pintu dibuka oleh Laras.Setelah masuk ku suruh Laras masak air,dan memandikan 2 bayi itu.Setelah siap baru ku tidurkan bayi itu diperbaringanku.
"Kamu kenapa hujan -hujan datang kesini ?"tanyaku kepada Laras.
Aku mengerti sekarang.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?siapa bayi-bayi ini Mbah?"
aku menarik nafas dalam-dalam sebelum bercerita kepada muridku.
"Kamu lihat peti itu?"aku menunjuk pada Laras.
Laras menoleh lalu mengangguk."Aku sudah bercerita padamu waktu itu bukan?"Laras kembali mengiyakan.
"Anak ini adalah pemilik nya"
"hah?2 bayi ini"
__ADS_1
"salah satunya"
"kok MBAH bisa tahu?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri"
Laras manggut-manggut.
"Mulai sekarang bantu Mbah menjaga 2bayi ini.Jangan sekali-kali bawa dia keluar, karena para penjahat itu pasti akan mencari nya jika tahu bayi kembar ini selamat"
"Maksud Mbah ada yang mau bunuh mereka?"
Aku mengiyakan
"Tadi aku lihat mobil nya terguling dan meledak, pasti saat itu para pembunuh masih ada di atas tebing"
"Apa mereka melihat Mbah?"
Aku menggeleng.
"Tapi aku tahu siapa yang menginginkan 2bayi ini mati"
"Kasihan mereka" Laras mengusap pipi si kembar."masih kecil sudah ada orang yang dendam"
"Mungkin ini Takdir Allah untuk mempertemukan sang pemilik topeng dengan topengnya"
Laras mengangguk mengerti.
"Yaa sudah kamu tidur disini saja yah"pintaku.
"Baik Mbah"Laras tersenyum manis.
__ADS_1