SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 73 NIAT DIHATI YANG PALING DALAM


__ADS_3

Zulkarnain tersenyum setelah mendapat telfon dari putrinya."Telfon dari siapa pa..kok kayak happy banget"NOUVAL sangat penasaran sekali.


"Nanti kamu juga akan tahu nak"Zulkarnain menjawab dengan tenang."Ohya nanti siang Papa akan makan siang bareng Kakek.Apa kamu mau ikut ??"


"Boleh Pa, kalau Papa mau jemput aku biar aku tidak usah bawa mobil sekalian "NOUVAL menyambut dengan senang hati.Zulkarnain mengangguk setuju.


"Mmmm Mama boleh gabung nggak "Niken mencoba mencari perhatian.


"Ini acara para laki-laki, jadi maaf aku tidak bisa mengajak mu"Zulkarnain menolak dengan halus, walaupun sebenarnya Zulkarnain memang enggan keluar bersama istrinya.


Niken ayu tidak berkomentar lagi, sudah biasa dia menelan kekecewaan karena tak pernah dianggap.Nouval sebenarnya sangat memahami, Bukan tidak pernah dia mencoba membuat kedua orang tuanya baikan.Tapi jawaban kekecewaan yang ia dapat dari sang Papa.Akhirnya ia pun mulai berdamai dengan keadaan dan menikmati situasi dingin dari kedua orangtuanya.Yang penting kalau kepada dirinya,sang Mama dan Papa tidak pernah mengabaikan.Malah kepentingannya selalu di nomor satukan.


__Zulkarnain menelfon Pak Hans dan meminta waktu untuk berjumpa.Sang ayah pun tidak keberatan.Setelah menjemput NOUVAL dari sekolah, Zulkarnain meminta Riky untuk mengantarnya menjemput Pak Hans di Paviliun.Barulah mereka mencari Restoran untuk makan siang.


"Kok tumben-tumbenan ngajak Ayah keluar, pasti ada sesuatu yang mau dibicarakan"Pak Hans sudah memahami tabiat putra sulungnya itu.


"Iya kek...kata Papa urusan para lelaki, Sampek Mama mau ikut aja nggak boleh"NOUVAL bantu menjawab sambil meminum teh es leci kesukaannya.


"Ada apa ??"Pak Hans mendesak putranya untuk segera cerita.Zulkarnain mengulum senyum.

__ADS_1


"Zul sudah ketemu dengan si kembar Yah, dan Minggu besok Zul akan memboyongnya ke Villa"Zulkarnain langsung to the points dengan maksudnya.


"Apa??? Ayah tidak lagi bermimpi kan??"


"Tidak Ayah "


"Si kembar siapa Pa??"NOUVAL yang belum mengerti bertanya ingin tahu.


"Papa pernah cerita bukan,dulu saat kamu bertanya tentang foto wanita dikamar Papa.Bahwa Papa pernah punya istri sebelum mamya kamu.Dan si kembar itu adalah anak dari istri Papa yang pertama "


"Jadi mereka kakakku ??"


"Mereka akan tinggal bersama kita??"


"Iya Nak"


"Dan Papa tidak bertanya dulu sama Mama ?? minta pendapatnya gitu"


Zulkarnain saling beradu pandang dengan sang Ayah.

__ADS_1


"Itu tidak adil Pa... Papa harus menghargai Mama sebagai istri Papa"NOUVAL tanpa segan mengkomplain sikap Papanya.


"Iya nak Papa akan ngomong sama Mama,tapi Papa lebih mengutamakan kamu karena kamu belum tahu tentang ini.Sedangkan Mamamu sudah tahu tentang mereka"


"Oh baguslah... kalau aku fine-fine aja Pa,no problem.Asal Papa tidak berubah kasih sayangnya terhadap ku"


"Sudah pasti Papa akan tetap tak akan berubah sayang, karena kalian anak-anak Papa"


NOUVAL tersenyum walaupun sebenarnya hatinya kecewa.Dia sudah menebak pasti kehadiran mereka akan membuat hubungan orang tuanya semakin renggang.


"Ayah ingin menyambut kedatangan mereka Zul"Pak Hans yang sejak tadi memilih diam mulai membuka suara.


"Iya Yah...Ayah lebih baik tidur di Villa saja, karena Riky akan menjemput mereka pagi-pagi sekali."


"Baiklah..."


NOUVAL semakin cemburu, Kakeknya dari dulu tidak pernah mau jika tidur ditempat tinggalnya meskipun hanya semalam.Sekarang? Dengan senang hati ia mau menerima tawaran Papanya untuk bermalam di Villa.


Seperti apa mereka sehingga kehadirannya begitu dinanti-nanti."Lihat saja,jika mereka melakukan sesuatu yang mengancam hubungan Papa dan Mama,aku tidak akan tinggal diam.Akan aku buat mereka terusir dari rumahku"NOUVAL mengguratkan niat dalam hati yang paling dalam.

__ADS_1


__ADS_2