
"Niken... apa hari ini kamu punya acara? " tanya Bu Risma di saat sekeluarga tengah sarapan pagi.
"Mmmm seperti biasa Ma, aku ikut Mas Zul ke kantor.Iya kan sayang" jawab Niken penuh semangat. Zulkarnaen mengiyakan sambil menyuap makanan nya.
"Oh gitu" Bu Risma mengguratkan perasaan kecewa.
"Emang kenapa Ma? "
"Rencananya mau minta anter ke arisan terus mau belanja"
"Loh kan ada supir Ma.. "
"Lagi cuti sakit... "
"Papa?? "
"Papa ada miting sama client" jawab Pak Kuncoro cepat.
Niken terdiam, ia menatap Zulkarnaen. seolah-olah minta pendapatnya.
"Ya udah sayang, anterin Mama, kasihan" ujar Zulkarnaen sambil menggenggam tangan Niken Ayu.
"Ya udah Ma, nanti Niken anter... " tukas Niken Ayu dengan berat"Tapi jangan lama-lama ya"
"Iya.... makasih ya" Bu Risma kegirangan. Ia main mata ke arah suaminya. Pak Kuncoro tersenyum penuh arti.
"Zul.... " seru Pak Kuncoro menyusul menantunya yang hendak masuk ke mobil. Zulkarnaen berhenti dan menoleh.
"Ya pa... ada apa?"
"Aku ikut kamu boleh?? "
"Boleh Pa... emang mobil Papa kenapa?? "
__ADS_1
"Lagi males nyetir" jawab Pak Kuncoro asal. lalu ia masuk ke dalam perut mobil dibagian sebelah.
Zulkarnaen menggeleng pelan melihat tingkah Ayah mertua nya yang terlihat agak aneh hari ini.
"Nanti pulang kerja jemput papa ya Zul... bisa? "
"Bisa Pa"
"Ok terimakasih... " Pak Kuncoro tersenyum.
Senja sudah mengufuk diarah barat, Matahari mulai kembali ke peraduan. Zulkarnaen sudah berada didepan gedung GRAND BUANA GROUP menunggu Sang mertua.
Sedari tadi Niken Ayu sudah berapa kali menelfon karena Sang suami belum juga tiba.
"Sorry Zul... Papa agak terlambat" ucap Pak Kuncoro ketika baru saja masuk ke mobil.
"Nggak apa-apa Pa... ayok Rik, cepat jalan!!! " tandas Zulkarnaen kepada Riky sang asisten.
"Boleh kerumah sakit dulu nggak" timpal Pak Kuncoro.
"Mau jenguk realasi kerja... lagi sakit katanya,tadi mangkir dari miting"
"Ohhh"
"Sebentar aja kok.. boleh kan?? "
"Boleh Pa... kerumah sakit dulu Rik!! "
"Baik Tuan Muda"
Telfon Zulkarnaen berdering, Niken menelfon lagi.
"Nggak usah diangkat Zul... biarin aja" timpal Pak Kuncoro.
__ADS_1
"Kenapa Pa?? ini Niken loh yang telfon"
"Iya biarin aja!! "
Zulkarnaen menurut, iya biarkan saja HPnya mati sendiri. Tapi Niken Ayu tak menyerah, ia terus menelfon. Karena terlalu risih akhirnya Zulkarnaen men-silent HPnya. Pak Kuncoro tersenyum.
Sesampainya Di rumah sakit, Pak Kuncoro mengajak Zulkarnaen untuk ikut.Sebenarnya Zulkarnaen Nggak mau ikut,tapi dia merasa Nggak enak kalau nolak.Jadi terpaksa Zulkarnaen nurut.Pak Kuncoro langsung masuk ke ruangan Aida dan bayinya dirawat. Zulkarnaen tak menaruh curiga, karena dia tidak tahu Aida dirawat dimana?ngekor aja Zulkarnaen dibelakang Pak Kuncoro.
Pak Hans tersenyum melihat kedatangan Pak Kuncoro. Tapi Zulkarnaen yang merasa kaget,begitu pun Aida.keduanya saling pandang.
"Masuk Zul... " seru Pak Hans. Zulkarnaen gugup, langkah kakinya kaku.
"Kamu tidak mau melihat anakmu?? "
Zulkarnaen jadi pangling, bingung dan gugup.
Pak Kuncoro menarik lengan menantu nya.
"Lihat lah bayimu" ujar Pak Kuncoro.
Zulkarnaen nurut, dengan langkah pelan ia mendekati Aida dan kedua bayinya Yang secara kebetulan tengah berada dipangkuan Aida.
Zulkarnaen gugup sekali, entah perasaan apa yang bergemuruh di dadanya ketika melihat kedua bayi itu.
Mbok Darmi dan mumyun saling berpelukan,mereka merasa haru melihat pemandangan ini.
Namun tanpa ada orang yang mengira, ketika Zulkarnaen mengusap pipi si kembar yang bermata perak, bayi itu membuka matanya. Dan langsung terpancar sinar menyilaukan menerpa mata Zulkarnaen.
"Auuww... " Zulkarnaen mengaduh, dengan reflek dia menutup matanya. Semua orang yang berada diruangan itu kaget.
"Zul kamu kenapa? " seru Pak Hans panik.
"Mas... " Aida pun juga ikut panik.
__ADS_1
Cahaya itu membuat mata Zulkarnaen terasa perih, dan perih itu menjalar ke otak. Sakit, hingga Zulkarnaen langsung tak sadar kan diri.Semua orang yang berada diruangan itu auto panik.