SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 45 dua wanita tua


__ADS_3

Niken ayu sangat gusar ketika telfonnya dimatikan dengan kasar oleh Zulkarnain.Sudah lama suaminya tidak begitu, sekarang kenapa bisa berubah kembali?apa benar ia selingkuhan ?? tidak! tidak! tidak! Zulkarnain bilang ia tidak begitu,dan dia bukanlah tipekal pembohong.


Tapi kenapa dia bisa berubah ?? Niken berniat dalam hati untuk menyelidikinya.Tapi penghuni villa ini tidak boleh tahu.Ia harus mencari alasan yang tepat untuk keluar dari villa ini.


Setelah bersiap-siap, Niken bergegas pergi.Dia memberikan alasan kepada Mbok Darmi bahwa dia akan kerumah orang tuanya.Tanpa rasa curiga Mbok Darmi pun mengiyakan.


Lain halnya dengan Mumun,ia langsung menghubungi Andika,Partner barunya.


"OK! terimakasih ya Mun"Andika menutup telfonnya,Ia tersenyum tipis.


"MA.. Andika keluar dulu ya"Andika berpamitan kepada sang Mama.Bu Lastri yang tengah merangkai bunga terhenti seketika.


"Mau kemana ??"


"Ada perlu sedikit"


Tanpa menunggu kalimat selanjutnya, Andika sudah berhambur keluar dengan kunci mobil ditangan.


___Dengan sabar, Niken menunggu di dalam mobilnya.Ia sengaja menyewa mobil rental agar tidak dikenali.


Setelah melihat Zulkarnain sudah masuk ke dalam mobilnya, Niken pun bersiap-siap dibelakang kemudi.


Ia tidak membiarkan kehilangan jejak mobil suaminya, karena terlalu fokus sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa Andika juga mengikuti dari belakang.


"Hotel??"Niken tidak percaya kalau Zulkarnain malah masuk hotel.Hatinya semakin tidak tenang.


Sedangkan Andika malah bersorak riang gembira, tidak disangka kalau saudara tirinya itu akan masuk hotel.


Tak lama berselang, mobil Zulkarnain keluar lagi.Niken dengan sigap mengikuti.


"Kok cuma sebentar ??apa cuma pancut sekali doang"Andika bicara sendiri sambil mengemudi.Tiba-tiba hpnya berdering.


"Halo"


"Hallo bro, ini gue Ridwan.Barang pesenan Ello udah sampai nih,cepet ambil ya"jawab dari seberang.


"Aduuuh gue sibuk nih "


"Ya udah gue kasih Jeki dulu ya, nggak apa-apa kan.Ello tunggu yang kesekian kalinya. Gimana ??"


"Nggak! nggak! nggak!enak aja...ya udah gue OTW"


"Nah gitu dong "


Andika menutup telpon dengan kasar.Akhirnya ia tidak jadi membuntuti Niken dan Zulkarnain.


Mobil Zulkarnain berhenti di area pemakaman umum.Zulkarnain keluar dari dalam mobil bagian depan.Lalu ia membuka pintu mobil bagian belakang.Keluarlah Bu Minah dan Bu Ijah dari dalam perut mobil.


"Hah?? siapa mereka ??"gumam Niken ayu.

__ADS_1


Ia terus menyimak pergerakan Suaminya dengan dua wanita tua itu.


"Mereka ziarah ke makam Aida?apa hubungannya kedua wanita itu dengan Aida ??"


"Apa tadi dia ke hotel untuk menjemput dua wanita itu ?"


"Kalau mereka keluarga atau famili dekat, kenapa Zul menyuruh mereka menginap di hotel? kenapa tidak tinggal di villa saja ?"


"heemmmnm"Niken menghela nafas panjang.Ternyata kecurigaannya tidak beralasan.Zulkarnain tetap suami yang setia.


Akhirnya Niken memutuskan untuk berhenti disitu.Ia memilih pulang karena pasti NOUVAL mencarinya tadi pas pulang sekolah.


__"Maaa"NOUVAL berlari ketika melihat Niken baru saja pulang.Niken langsung memeluk tubuh anaknya dan menggendongnya.


"Mama dari mana aja??"


"Mama habis dari rumah uti"


"Bo-ong "


"Kok bo-ong sih?"


"Tadi NOUVAL telfon uti, katanya Mama nggak ada "


"Iya,uti terpaksa bo-ong biar NOUVAL nggak nangis "Niken mencari alasan.


"Mama sama Papa sama-sama aneh hari ini"


"Masih jam 5 pagi udah mau antar NOUVAL sekolah,kan teman-teman belum datang "


"Emang tadi langsung ke sekolah ?"


NOUVAL mengangguk.


"tyerus langsung pergi ninggalin NOUVAL di sekolah sendirian"


NOUVAL menggeleng.


"Lalu ??"


"Nungguin Ibu Guru dateng "


Niken mengernyitkan keningnya.


"NOUVAL nggak tahu, Papa ngapain sama Bu Guru ??"


NOUVAL menggeleng lagi. Niken merasa ini sangat aneh.Apa ini semua ada hubungannya dengan dua wanita tua itu ya ??


"MA Papa dateng"seru NOUVAL membuyarkan pikiran Niken ayu.Nouval turun dari gendongan Niken lalu berlari ke arah Zulkarnain.

__ADS_1


"Papa..."


"Hey anak ganteng Papa... udah ketemu ya sama Mama??"


"Iya, Mama juga baru saja datang Pa"


mendengar jawaban anaknya, Zulkarnain menautkan kedua alisnya.Ia menatap Niken.


"Dari mana saja kamu?"


Niken tidak menjawab,ia tengah memikirkan sesuatu.


"keynapa tidak menjawab ??"


"Muuunnnn..."seru Niken


"Iya Nya"Mumun tergopoh-gopoh datang dari arah dapur.


"Tolong bawa NOUVAL ke kamarnya"


"Baik Nya"


segera Mumun mengambil alih menggendong NOUVAL, dan membawanya ke dalam.


"Jelaskan padaku!"suara Zulkarnain terdengar tegas.


"Mas yang harus jelaskan, siapa dua wanita tua itu ?"


"Jadi kamu mengikuti ku"


"Aku hanya ingin tahu "


"Setelah kau tahu kau mau apa ??"


"Setidaknya kau menjelaskannya "


"Dia Bibiku dan juga Ibu dari Aida"


"Kenapa tidak dibawa kesini ?"


"Agar supaya mereka tidak tahu kenapa Aida meninggal ?"


Niken langsung terdiam.


"Kau ternyata belum berubah,selalu emosi dan semaunya sendiri "sambung Zulkarnain.


"Lalu untuk apa kamu menemui guru di sekolah NOUVAL "


"Aku hanya ingin memastikan disitu ada CCTV apa tidak,aku ingin memeriksa plat nomor truk yang hampir menabrakku, siapa tahu itu orang suruhan dari Andika "Zulkarnain mulai mencoba berbohong. Niken tidak bisa berkata apa-apa lagi.Semua yang dikatakan oleh suaminya sangat masuk akal.

__ADS_1


Melihat Niken diam, Zulkarnain pergi tanpa pamit masuk ke dalam kamar.


__ADS_2