
"Jangan bergerak atau dia celaka!" teriak Kenshin menggunakan bahasa Jepang.
"彼を手放す!" (Lepaskan dia!) sentak polisi.
"ここから抜け出すのはあなたです!」" (Kau yang menyingkir dari sini!) bentak Kenshin makin mendekap erat leher Azizah.
Video penyekapan Azizah trending di media sosial karena disiarkan langsung oleh para penggunanya. Hal ini langsung membuat sosok pemuda gelisah. Ia kesal karena sudah ada di rumah.
"Kenapa lokasinya jauh sekali!" gerutunya kesal.
Pemuda itu langsung menelpon salah satu ayahnya.
"Halo Daddy Azizah Dad!"
"Assalamu'alaikum nak!" sahut pria itu dari seberang telepon.
"Wa'alaikumusalam ... Daddy jangan marah-marah dulu, Azizah dalam bahaya!" tekannya.
"Jangan khawatir Baby. Calon istrimu akan aman tak lebih dari lima menit!' janji Virgou.
Pria itu sudah meminta tim ke lokasi segera. Kebetulan Tim Langit yang memang ada di luar dekat dengan lokasi. Mereka sudah menuju ke sana.
"Daddy ... pana Papa Domesh?" tanya Harun tak melihat keberadaan pria raksasa itu.
Virgou kesal bukan main. Pria itu meneriaki nama ajudan kepercayaan itu.
"Gomesh!"
Sedang pria yang diteriaki namanya sedang ada di atas sepeda motor melaju dengan kencang.
"Hatchiii!" ia bersin.
"Maaf Tuan!" ujarnya lalu menarik gas.
Hanya butuh tiga menit untuk sampai di sana. Langit dan tiga rekannya sudah ada di sana.
"Lepaskan Azizah!" teriak Gomesh.
"Dalam mimpimu!" teriak Kenshin.
"Azizah!"
Gadis itu sedang menenangkan diri. Ia memang dicekik oleh pria yang menyekapnya. Tetapi inti Kenshin yang tegang sempat menyentuh bokong gadis itu, hingga ia kesulitan melakukan gerakan apapun.
"Banting dia Azizah!" teriak Langit.
"Dia berdiri Kak!" teriak gadis itu ingin menangis.
Seringai jahat muncul di wajah Kenshin. Ia menarik tubuh gadis itu erat, pria itu benar-benar melecehkan Azizah.
Rupanya, delegasi diplomat Jepang mengetahui gerakan pria itu. Mereka berempat langsung meminta Kenshin melepas Azizah.
"Jika kau terus melakukannya, maka kami tak bertanggung jawab atas keamananmu selanjutnya!" peringat para delegasi.
Kenshin tampak ragu. Hal itu menjadi kesempatan untuk Azizah membanting pria itu keras-keras ke tanah.
Bugh!
__ADS_1
"Arrrghh!" teriak Kenshin.
Azizah yang sudah marah, gelap mata. Ia menyerang pria itu dengan menendangnya berkali-kali. Semua berteriak. Gomesh maju dan langsung menggendong gadis itu.
"Lepaskan aku ... biar aku membunuhnya!" pekik Azizah berang.
Kenshin sudah tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka akibat tendangan Azizah yang keras dan kuat. Hidungnya patah dan pelipisnya sobek.
Para delegasi langsung mengangkut Kenshin cepat-cepat. Langit dan tiga rekannya tak dapat berkutik. Diplomat termasuk orang kebal hukum. Hanya negaranya saja yang bisa menghukum diplomatnya. Terlebih Kenshin merupakan warga negara terbaik yang mereka miliki.
Azizah diletakkan di mobil bersama Gomesh dan langit. Motor yang ia bawa dan juga milik gadis itu diambil oleh dua rekan Langit. Pria raksasa itu memeluk erat Aziziah yang histeris ingin membunuh Kenshin.
"Lepaskan aku ... biar aku membunuhnya!"
"Tenang sayang ... tenang lah!" ujar Gomesh.
Azizah menangis pilu. Ia tadi dilecehkan oleh seorang pria. Gomesh juga begitu marah. Ia tak bisa melakukan apapun karena tadi delegasi diplomat datang dan menunjukkan kekuasaannya.
'Jangan khawatir sayang. Dia akan dihukum berat. Percaya sama Papa ya!"
Azizah masih sesenggukan. Seluruh adiknya kini ada di rumah Dominic. Pria itu memang sengaja membawa adik-adik gadis itu agar tak melihat kakaknya yang sedih. Tentu semua keluarga tau bagaimana kejadian itu terjadi. Dinar sang istri tengah menidurkan sembilan adik Azizah.
'Kasihan Kakak kalian," gumam wanita itu lirih.
"Mereka sudah tidur?" tanya sang suami.
"Sudah Mas. Untung semua terbiasa ditinggal Azizah pulang hingga larut malam. Aku salut dengan Adiba yang begitu sabar menenangkan semua adik-adiknya,"
"Mereka memang luar biasa sayang," ujar Dominic.
"Sshhhh!" ia menenangkan batita itu.
"Kakak nggak apa-apa baby ... tenang ya," bisiknya.
Rupanya Aminah sedikit bermimpi buruk. Untung Dominic peka dan langsung menenangkan batita cantik itu.
"Kita harus tidur bersama mereka sayang," ujarnya.
Dinar mengangguk. Lana, adik angkat Azizah juga mengigau memanggil kakaknya.
"Kakak ... kakak hkks!"
"Ssshhh ... sayang,"
Dinar sedih bukan main. Begitu dekatnya sosok yang dimimpi oleh semua adik-adiknya kini. Ajis bahkan sampai terbangun dan terduduk juga berteriak.
'Kakak!"
"Ssshhh ... sayang, kakak nggak apa-apa, bobo lagi ya!" ujar Dominic lalu menidurkan Ajis.
Dinar nyaris saja menangis. Hingga tak butuh waktu lama. Sembilan anak itu pun tidur dengan lelap begitu juga Dinar dan Dominic.
Sedang di rumah Terra. Azizah dipeluk oleh Terra. Gadis itu masih trauma dengan kejadian barusan.
"Tidak apa-apa nak ... kau tidak apa-apa. Ia akan mendapat hukuman setimpal dari Tuhan!" ujar Terra menenangkan gadis itu.
"Amak ... hiks ... Amak ... hiks!!"
__ADS_1
Gomesh mengurut kepalanya. Ia tak dapat melakukan apapun. Lalu Darren datang sendirian. Pria itu benar-benar menyesal tak mengantar karyawan terbaiknya itu.
"Zah!"
"Dar," panggil Haidar.
Tak lama Virgou juga datang sendirian. Pria itu langsung memukul Gomesh hingga membuat Terra marah.
"Papa Gom nggak salah!"
"Mereka terlalu licik, jika Papa Gom memaksa, kita yang bunuh diri!" lanjutnya.
"Aarrrgghh!" teriak Virgou.
Bart yang ada di situ memeluknya. Sayang, tak ada yang bisa menenangkan Virgou kecuali Lidya. Tubuh pria dengan sejuta pesona itu bergetar hebat.
"Boy ... boy ... jangan membuatku takut ... huuuu ... uuuu ...!" Bart menangis melihat cucu kesayangannya itu tak dapat mengendalikan diri.
"Terra ... panggil Lidya!' teriak Haidar.
Rion melihat tubuh ayahnya bergetar ikutan menangis. Ia memeluk pria itu.
"Daddy ... Daddy ... hiks ... hiks ...!"
Terra mulai panik. Ani, Gina dan Deno menenangkan tuan dan nyonya mereka. Tak lama Lidya datang.
"Daddy!"
Hanya panggilan dari anak perempuannya Virgou langsung lemas. Untung Rion memeluknya. Lidya pun berlari dan memeluk pria kesayangannya.
"Daddy tidak apa-apa ... tidak apa-apa. Ada Iya di sini,"
Hati kelam Virgou langsung reda. Darren tengah mengutak-atik BraveSmart ponselnya. Ia sedikit kesal karena ternyata perusahaan Kenshin sangat bersih dan taat pajak.
"Ah ... sial!" umpatnya lalu melepas virus yang akan membuat tim IT milik Kenshin akan kalang kabut.
"Darren udah laporin perbuatan Kenshin. Kita menuntut dia hukuman berat akibat pelecehan dan tidak menghormati hukum di Indonesia!" terang Darren.
Virgou telah tenang. Lidya kini mendatangi Azizah dan memeluknya. Gadis itu menangis tapi tidak separah tadi.
"Ini memang tidak sepadan, Zah ... tapi, kau harus melepaskannya," ujar Lidya berat hati.
Azizah sedih, ia memang harus menghadapi ini sendirian. Ia harus menekan traumanya.
"Kau tidak sendirian, Nak. Ada kami bersamamu," ujar Haidar menenangkan Azizah.
"Sudah waktunya perempuan berbicara dan tak menganggap enteng pelecahan sekecil apapun!" ujar Azizah mulai bangkit.
Semua tersenyum dan mendukung penuh apa yang akan disuarakan Azizah. Rion pun mendekati dan menggenggam tangannya.
"Jangan khawatir sayang. Mas Baby akan selalu ada untukmu!"
Bersambung.
Et ... dah Ion! 🤦😍
next?
__ADS_1