SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 69 MENCARI TAHU


__ADS_3

Riky tergopoh-gopoh masuk keruangan majikannya.Ia membuyarkan konsentrasi Zulkarnain yang tengah fokus didepan komputer.


"Ada apa Rik?kok grasak-grusuk gitu"Zulkarnain penasaran dengan sikap Riky yang seperti ada berita penting ingin disampaikan.


"Tuan coba lihat ini"Riky menyodorkan hpnya.


"Apaan sih ??"Zulkarnain meraih hp Riky lalu me Play Video yang ingin ditunjukkan oleh Riky."Maksudmu apa ini??"


"Tuan tolong perhatikan dengan seksama gadis yang berhody merah itu, dari ciri-cirinya dia mirip dengan Nona,coba perhatikan ini"Riky me pause video dibeberapa titik"Meskipun gadis ini berkacamata tapi kalau diperhatikan dengan seksama bisa dilihat matanya bercahaya keperak-perakan"


Zulkarnain gemetar, jantungnya berdegup kencang."Ayo kita cek langsung CCTVnya"Ia bangkit seraya menutup komputernya.


"Baik Tuan "Riky menjawab dengan sigap.Ia mengekor langkah majikannya keluar dari ruang kerja.


__Dengan berbekal jaringan bisnis yang sangat luas, Zulkarnain bisa langsung menemui pemilik Cafe.Dan meminta untuk melihat secara langsung hasil rekaman CCTV.


"Stop Stop"Riky meminta untuk mempause video yang ditunjukkan."Tolong diperjelas wajah anak laki-laki itu"Permintaan Riky langsung dituruti oleh pemilik cafe.


"Kenapa Rik??"Zulkarnain tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Riky.

__ADS_1


"Anak itu seperti anaknya Pak Ikbal Tuan, Direktur utama di cabang kota yang beberapa bulan lalu Tuan Lantik"Riky menjelaskan "Kemungkinan dia kenal dengan Nona"


Hasil pemikiran Riky membuat Zulkarnain mendapat semangat baru "Ayo kita temui dia"Zulkarnain bergegas pergi setelah mengucapkan terimakasih kepada pemilik cafe.


Pak Ikbal tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendapat kunjungan dadakan dari presiden utama ditempat ia bekerja."Maafkan saya Tuan karena tidak ada penyambutan untuk kedatangan anda"


"Tidak perlu,aku hanya ingin bertemu dengan anakmu"Jawab Zulkarnain tanpa basa-basi.


"Anak saya ?? Andrew"


"Iya...apa kamu punya anak lagi ??"


"Nanti kamu akan tahu "Zulkarnain hanya ingin bertanya langsung kepada yang bersangkutan.


"Baiklah "Pak Ikbal mengambil handphonenya lalu menekan nomor anak tunggalnya."Kamu dimana ?? Cepat pulang Papa akan tunggu dirumah.Ok!"Hanya percakapan singkat."Mari Tuan,anak saya sudah pulang dari sekolah"


Zulkarnain mengangguk lalu ia bangkit keluar diikuti oleh Pak Ikbal.Sedangkan Riky standby di mobil.


Sesampainya di rumah Pak Ikbal, Andrew sudah menunggu di sana.Ia menyalami Zulkarnain dengan penuh rasa hormat.Kemudian Andrew duduk sejajar dengan papanya.

__ADS_1


"Bisakah aku bicara empat mata dengan anakmu"Pinta Zulkarnain.Pak Ikbal memandang Andrew, Andrew pun begitu.Dimata keduanya timbul banyak tanda tanya.


"Mmmm baiklah Tuan,Saya permisi kedalam dulu"tidak ada pilihan lain selain meninggalkan anaknya sendiri menghadapi presiden.Zulkarnain mengangguk, Andrew menatap kepergian Papanya dengan kurang tenang.Ia merasa takut melakukan kesalahan sehingga Bos Papanya ingin bertemu dengannya.Meskipun ia tidak tahu apa salahnya ?


"Jangan takut...aku hanya ingin tahu sesuatu dan aku harap kamu menjawab dengan jujur"Zulkarnain dapat membaca raut wajah anak muda yang duduk dihadapannya itu.


"Baik Tuan"Walaupun berusaha tenang, namun suara Andrew masih terdengar bergetar.


"Ok...Aku ingin memastikan bahwa divideo yang lagi viral itu ada kamu disana bukan?"Zulkarnain mengawali interogasinya.


Andrew terdiam,Kok bisa dia tahu?? dipikirannya timbul pertanyaan itu.


"Kenapa diam ?"Suara Zulkarnain membuyarkan pikiran Andrew."mm mm Tuan kok bisa tahu?? padahal yang saya lihat disitu tidak ada saya"Andrew memberanikan diri bertanya.


"Aku sudah mendatangi pemilik cafe dan melihat video fullnya.Benar kan ada kamu disana ??"


"Iya Tuan... tapi kenapa Tuan begitu ingin tahu ?"


"Kamu kenal dengan gadis itu ??"

__ADS_1


__ADS_2