SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 30 Luka Lara Hati


__ADS_3

Niken ayu tersenyum puas mendengar kabar dari orang suruhannya.Ia begitu bahagia karena rencananya sukses tanpa hambatan.


Lain halnya dengan Zulkarnain,ia celingukan kekanan dan kekiri mencari -cari mobil yang dinaiki sang istri.Tapi tak kunjung terlihat.


"Coba kamu telfon Pak Wira"Zulkarnain memberi perintah.


"Sudah Tuan muda, tapi tidak tersambung"


"Pasti ada sesuatu yang terjadi"


tiba-tiba telfon Zulkarnain berdering.Tertera nama Ayah dari layar Hp.


"Ya Ayah"


"Zul... cepat pulang nak"


"Kenapa Yah?"


"Pulang lah... Ayah akan jelaskan dirumah"


Dengan wajah penasaran, Zulkarnain mematikan hpnya.


"Rik kita disuruh pulang "


"Hah? apa yang terjadi Tuan muda ?"


"Entahlah pasti ada yg tidak beres "

__ADS_1


*Pak Hans bingung tidak tahu harus memulai darimana.Ia menatap pilu putranya.


"Ayah... kenapa kok malah diam.Ada apa?apa yang sebenarnya terjadi ? kemana Aida ???"tanya Zulkarnain tak sabar.


Pak Kuncoro menepuk pundak sahabatnya, berusaha memberi kekuatan.


"Zul... mobil yang dinaiki Aida dan Pak Wira ditemukan meledak di tebing ??"


"Meledak ???"Zulkarnain seperti tidak percaya dengan kabar tersebut."Nggak...nggak mungkin.. Ayah pasti salah, jalur kita tidak melewati tebing Ayah.Pasti Ayah salah "


"Itu yang sekarang diselidiki oleh polisi Zul... sepertinya ada sesuatu yang tidak beres "jawab Pak Kuncoro.


"Lalu Aida gimana? anak-anak ku gimana?"Zulkarnain mulai pias.


"Baru saja kami mendapat kabar dari polisi bahwa hanya ada 2jasad yang ditemukan.Yaitu jasad Aida dan Pak Wira "Pak Kuncoro mewakili sahabat nya menjelaskan kepada Zulkarnain.


"Yang sabar Zul...."Pak Hans mengelus pundak anaknya.


"Anakku dimana Ayah...aku belum sempat memberinya nama..."


Pak Hans tertunduk,air matanya menetes mengingat kedua cucunya.


"Jangan khawatir Zul...aku sudah mengerahkan beberapa orang bayaran untuk menelusuri tebing mencari jejak sikembar"ucap Pak Kuncoro berusaha menghibur Zulkarnain.


"Ayah... sebenarnya ada apa?apa yang telah terjadi yang tidak aku ketahui ? kenapa Ayah langsung meminta aku dan Aida untuk pindah ke tempat yang aman.Sedangkan aku tahu pasti Ayah tidak mau aku meninggalkan perusahaan ini"


"Apakah kejadian ini ada hubungannya dengan keputusan ayah"

__ADS_1


Zulkarnain mulai menginterogasi Ayahnya.Pak Hans diam dia menatap Pak Kuncoro,Pak Kuncoro tertunduk tidak bisa memberikan Jawaban.


"Ayah... jawab dan jelaskan padaku "paksa Zulkarnain.


Pak Hans tetap tidak menjawab.Bukan karena apa,dia juga tidak enak hati kepada sahabatnya.


"Ayah..."rintih Zulkarnain parau.


"Zul untuk saat ini kami belum memastikan siapa pelakunya.Tapi ada kabar bahagia lainnya untukmu "tukas Pak Kuncoro.Zulkarnain menatap kosong.


"Niken hamil,baru 2minggu"sambung Pak Kuncoro.


Zulkarnain tersenyum kecut.Ia bangkit lalu melangkah lunglai


"Jangan bilang karena Niken hamil, kalian mau menutupi kesalahannya"ujar Zulkarnain sambil terus berjalan keluar perlahan.


"Ayo Rik..kita cari pembunuh nya"


Riky mengikuti tanpa membantah.


Pak Hans menatap kepergian putra nya dengan hati pilu.


"Jika memang Niken terbukti bersalah,aku terima keputusan mu Hans"ujar Pak Kuncoro.


"Hanya dia yang punya alibi dalam kecelakaan ini Kuncoro,dan kamu tahu itu"


"Iya Hans,aku tahu...."

__ADS_1


"Kita tunggu saja hasil penyelidikan dari polisi,ku harap kedua cucuku selamat dan baik-baik saja, agar supaya kehadiran cucuku mampu sedikit banyak mengobati luka Lara hati Zulkarnain "ucap Pak Hans berusaha setenang mungkin.Pak Kuncoro mengangguk mengerti.


__ADS_2