
Di atas pusara Mbah Sukma,Lisa tak berhenti menangis.Begitupun dengan Lucy,rasa bersalah tak bisa hilang dalam ingatannya.Laras merangkul pundak Lucy,berusaha mencoba memberinya kekuatan.Sedangkan Lisa diapit oleh Ayahnya.
Siang mulai berganti Sore,Lucy duduk termangu sendiri diruang tamu.Lisa tak menggubrisnya sejak tadi,masih ada rasa kecewa dihatinya karena sikap Lucy yang tidak memberi tahu tentang Mbah Sukma yang sekarat.
Nouval perlahan menghampiri Lucy,ia menyodorkan segelas coklat hangat."Coklat hangat katanya bisa mengurangi rasa sedih dihati"ucapnya.
Lucy mengangkat pandangannya,dengan ragu-ragu ia mengambil gelas tersebut.
"Minumlah selagi hangat"Nouval duduk di sofa sebelah yang berdekatan dengan Lucy.Lucy menurut,ia menyeruput coklat itu sedikit.
"Gimana?enakkan Kak Coklat buatan ku?"tanya Nouval,Lucy tersenyum disertai anggukan kecil."Jangan sedih lagi ya,nanti cantiknya hilang"
Lucy hanya diam,ia menyorot coklat yang masih berasap.Bayangan Neneknya masih terus bergelayut dipelupuk matanya.Beliau selalu melakukan apapun untuknya tanpa terkecuali.
Senyumnya,Suara ketika marah,Menasehati jika Lucy melakukan kesalahan.Dan segala pengorbanan beliau yang tidak bisa terbalaskan meskipun Lucy menyerahkan hidupnya sebagai ganti.
"Kak"panggilan Nouval membuat Lucy tersentak,ia segera menghapus setetes air disudut netranya."Mau ikut aku nggak entar malam"
"Kemana?"
"Main skateboard di Taman"Lucy tak segera menjawab,pada saat itu Lisa melewati mereka."Kak Lisa mau ikut juga nggak?"
Lisa menoleh,ia melirik saudara kembarnya."Kalau dia ikut aku nggak ikut"Lisa menjawab dengan ketus.
"Ada Mas Andrew loh,dia sering ikut lomba dan tidak jarang dia menang"Mendengar itu Lisa jadi berpikir dua kali.
__ADS_1
"Bener ada Andrew?"Lisa ingin memastikannya lagi.
"Biasanya dia datang kalau ada lomba kayak nanti malam"Nouval memastikan.
"Okelah aku ikut"Lisa tersenyum senang.
"Nah gitu dong"Nouval melakukan tos dengan Lisa."Kak Lucy ikut ya jangan nggak ikut"Paksa Nouval.Lucy tersenyum setengah hati.
Zulkarnain melihat adegan itu,ia tersenyum bahagia melihat ketiga anaknya akur begitu.Semoga kedepannya tidak ada masalah yang berarti.Itulah harapan Zulkarnain saat ini.
__Tepuk tangan bergemuruh ketika seorang laki-laki melakukan antraksi yang ekstrim dengan papan kayu selancarnya.Suasana di lapangan tersebut sangat penuh dengan para muda-mudi yang mempunyai hobi atau sekedar menjadi penonton.
Nouval mengambil tempat untuk beratraksi,ia memulai dari ujung Strat yang agak melengkung curam ke bawah.Tak lupa ia melambai ke arah dua saudaranya.Lisa membalas dengan tepuk tangan yang penuh semangat.Mana tidak,disampingnya sudah ada sang Arjuna yang mendampingi.
123!!Nouval meluncur ke bawah,ia melompat dengan skateboard nya dan melakukan putaran 180°.Lalu meniti besi dengan selancarnya,setelah meluncur miring di dinding yang berukuran setinggi dua meter.Tanpa disadari roda skateboard milik Nouval lepas sebelah sehingga Nouval tergelincir.Dengan respect Lucy menahan Nouval sehingga tidak jadi jatuh.
Tepuk tangan bergemuruh menyambut keberhasilan Nouval melakukan antraksi.Nouval menyadari apa yang terjadi,tapi ia tahu harus berbuat apa.
"Makasih ya Kak,sudah menolongku"Bisik Nouval.Lucy hanya tersenyum tipis.
"Andrew kamu nggak mau antraksi nih"Lisa bertanya kepada sang pujaan hati.
"Aku absen hari ini"
"Kenapa Mas?"Sambung Nouval.
__ADS_1
"Lagi nggak mood aja"jawab Andrew walau sebenarnya dia berbohong.
"Terus bawa papan ini untuk apa kalau tidak mau main?"Lisa mengambil alih papan skateboard yang dipegang Andrew.
"Kalau nanti ada mood baru main"Andrew tidak kehilangan akal untuk beralasan.
"Ajarin aku ya"Pinta Lisa.Andrew terperangah,dari tadi dia berusaha menghindar agar tidak berlama-lama dengan gadis genit ini.Kok sekarang malah minta diajarin.
"Emmm bahaya loh nanti kamu bisa keseleo atau patah kaki"Andrew ingin agar Lisa mengurungkan niatnya.
"Kan ada kamu yang jagain aku"Lisa dengan pedenya memulai memainkan papan beroda itu.Mau tak mau Andrew harus mengikuti kemauan Lisa.
Keduanya bermain begitu mesrah,Lucy dan Nouval mengambil jarak agar tidak menjadi nyamuk.
"Kakak mau makan es boba?"Tanya Nouval.
"Boleh"Jawab Lucy.Nouval segera bangkit membeli es boba ditepian lapangan yang banyak sekali pedagang kaki lima berjejer.
"AWWW"Terdengar suara Lisa menjerit.Lucy bingkas bangun menghampiri kedua sejoli itu.Terlihat Lisa mengadu kesakitan,Ia duduk sambil memegang tungkai kakinya.Andrew bingung mau ngapain.
Segera Lucy berjongkok dan memegang kaki Lisa.Lucy hanya mengelus-elus tungkai kaki Lisa.Tapi Lisa meringis seperti sangat sakit sekali.Ia mencengkeram kuat lengan Andrew.
"Sudah"Lucy bangkit lalu kembali ketempat semula ia duduk dengan Nouval.
"Gimana ?"Andrew bertanya dengan rasa khawatir.
__ADS_1
"Udah,udah enakan"Jawab Lisa sambil menggerak-gerakkan kakinya.
"Syukurlah "Andrew menghela nafas lega.Ia takut sekali Lisa kenapa-napa.Bisa habis dia dimarahin sama Tuan Zulkarnain.