
Kasus Azizah bergulir dan menjadi trending topik. Banyak cuitan-cuitan netiz yang mendadak jadi pengamat, pakar hukum dan lain sebagainya.
"Pelecehan itu terjadi akibat salah kurangnya pengendalian diri. Baik dari pelaku atau korban itu sendiri" cuit @Lambedower.
Dari cuitan itu banyak ragam komentar yang menanggapi. Mereka rata-rata menyalahkan pihak korban yang pasti menyudutkan korban.
"Pake pakaian seksi, giliran dicolek marah. Helloow ... benahi dulu dirimu!" cuit @Masabodo.com
"Seorang wanita itu harus menutup auratnya. Karena jika diumbar, maka jangan salahkan setan bekerja," cuit @OrangAlim.com
"Itu beneran dihajar penjahatnya. Keknya cuma konten biar viral?!" cuit @AkuIkan.com.
"Kasihan jadi cewe. Kalo udah seperti ini pasti yang disalahin dia." cuit @AkuPeduli.com
Serta banyak lagi beragam komentar antara yang membela, bahkan ada yang menganggap video tersebut hanya setingan belaka.
Pihak perusahaan dari Jepang lepas tangan akan kasus ini. Rurouni Kenshin bukan bagian dari Osaka Tech. Pihak pemerintah mendesak negara sakura tersebut untuk melanjutkan hukum ini.
"Tuan Rurouni Kenshin telah ditangani oleh pihak berwajib dan mendapat peradilan di sana. Kami selaku juru bicara dari yang bersangkutan meminta maaf sebesar-besarnya dan akan memberikan uang kompensasi sebesar satu juta Yen!"
Tentu saja Darren berang. Pria itu langsung mengancam akan memutuskan kerjasama secara sepihak dan memanggil semua pekerja ahli mereka.
"Jika kasus ini tidak dibuka di mahkamah internasional. Saya akan mencabut seluruh kerjasama antara perusahaan teknologi saya dan Jepang!"
"Tuan, tolong pikirkan lagi. Kita sudah bekerjasama selama puluhan tahun. Jangan hanya masalah sepele, kita putus menutup priuk jutaan orang!"
"Karyawati saya dilecehkan! Bagaimana bisa itu dianggap sepele?" berang Darren.
"Saya akan bawa ini ke mahkamah internasional!" lanjutnya.
Berita besar pemutusan hubungan kerja secara sepihak dari perusahaan ternama menjadi berita paling menyeramkan. Azizah di sana langsung dituduh menjadi penyebab jutaan orang menganggur.
"Udah sih ... cuma disenggol doang," cuitan @PeduliKasih.com
"Masa hanya karena sesuatu yang masih abu-abu, mengorbankan begitu banyak orang?" cuit @GuePeduli.com.
Banyak lagi cuitan yang menyudutkan korban yang mestinya dapat perlindungan.
"Kak?"
Arimbi menatap sosok yang lebih tinggi darinya. Azizah termenung, lagi-lagi haknya dirampas.
"Kita harus berhenti Dek," ujarnya lirih.
Arimbi menangis. Sepuluh berkas hasil review selama ia mendapat pelecehan, mengumpulkan dan mengorek keterangan dari berbagai sumber. Kertas-kertas itu kini berunjuk menjadi kertas pembungkus nasi.
"Kakak ... huhuu ... hiks .. hiks!"
Azizah memeluk Arimbi. Dua gadis yang masih trauma akan kejadian yang sudah melecehkan mereka. Terbayang bagaimana Azizah-Azizah dan Arimbi-Arimbi yang lain. Mereka akan terus ditutup mulutnya.
Darren mengurut keningnya. Ancamannya membuat imbas pemecatan sepihak dari pihak Jepang. Safitri menenangkan suaminya.
__ADS_1
"Sayang, memang tidak adil untuk adik-adik perempuan kita. Tapi di sini jutaan orang bergantung nasib akan keputusanmu," ujarnya.
"Bagaimana jika itu terjadi pada dirimu sendiri?" tanya Darren dengan gusar.
Saf diam. Ia mungkin tak akan bisa mengangkat muka atau membiarkan pelaku melenggang santai dan bebas bernapas di dunia ini.
"Saf nggak tau, sayang. Tapi, sekali lagi ... memang tidak sepadan," sahut Safitri.
Air mata Darren mewakili perasaanya. Virgou yang mendengar akan adanya pemecatan masal dari pihak Osaka jika Darren terus memaksa membawa kasus ini ke mahkamah internasional.
"Bangsat!" makinya kasar.
"Sayang!" peringat Puspita.
"Mereka ngajak perang ternyata?!" ujarnya murka.
"Sayang ... sudah, jangan membuat susah diri sendiri!"
"Bagaimana nasib putri-putriku? Kemana mereka mengadu?" teriaknya.
Puspita sedih mendengarnya. Ia tak akan bisa membayangkan jika Maisya dan Kaila menjadi korban pelecehan.
"Aku juga nggak sanggup, membayangkan Mas," sahut wanita itu lirih.
"Andai Azizah waktu itu tak menolong Dewi,"
"Jangan ingatkan itu sayang ... hiks ... hiks!"
Tekanan Jepang terhadap pihak Indonesia menjadi perang cyber. Hampir seluruh jaringan Internet menjadi kacau akibat perang cyber.
"Iya, Om. Darren akan ke sana!"
"Kenapa Mas?" tanya Saf.
"Perusahaan tengah diserang berbagai virus! Kita menduga jika itu kiriman dari sana!" jawab pria itu.
"Saf ikut!"
Darren menatap istrinya. Wanita itu memberi keyakinan pada suaminya.
"Ayo!" sahutnya.
Terra dan Azizah pergi ke perusahaan, semua anak-anak ditangani Maria, Seruni dan Khasya.
"Bun, titip anak-anak ya," pinta Terra.
"Iya sayang," sahut Khasya.
Seperti hendak berperang. Terra mengajak otak-otak genius putra dan putrinya. Sean, Kean, Calvin, Al, Azizah dan Satrio untuk membantunya.
"Aku ikut!" ujar Virgou.
__ADS_1
"Ayo!" sahut Terra.
Mereka berangkat menuju perusahaan Hudoyo Cyber Tech. Perusahaan IT pertama di Indonesia. Perusahaan pengembang pengamanan data yang paling canggih.
"Biar Mama, Darren dan Satrio yang berada di panel utama, yang lain jadi tim pendukung!" titah Terra.
"Oteh Mama!" sahut semua anak.
Saf berada di sisi Azizah dan Virgou. Semua pihak tim IT perusahaan itu juga akan memback up data.
Semua tangan bergerak cepat. Sistem yang diciptakan Azizah benar-benar membantu semua orang.
"Saya menyingkirkan pada anjing cyber agar bisa membekuk dengan mudah virus itu!" teriak Azizah.
"Bagus, Nak. Racun harus dibalas racun!" teriak Terra.
Layar komputer sempat hang, sepersekian detik. Terra melihat ada satu jaringan masuk dari sistem perusahaan yang ada di bawah kendalinya.
"Kak Rommy, tangkap orang yang ada di ruang sub kontrol bilik 234! Itu pengkhianat!" teriak Terra.
Rommy bergerak bersama Budiman, Gomesh dan juga Dahlan. Mereka meluncur pada ruang sub. panel kontrol di ruang barat perusahaan.
Tiga orang diseret dari ruangannya. Semua beberapa bodyguard yang ikut membawa tiga orang itu ke markas.
"Kami menangkap tiga orang yang mensabotase!" sahut Rommy.
"Oke, minta Kak Aden membawa surat bukti via elektronik ke mahkamah internasional. Jika jaringan Internet di dunia pihak Osaka yang merusaknya!" titah Terra.
"Baik Nona!" sahut Rommy.
Saf melihat pergerakan virus di komputernya. Ia mengerutkan kening. Melihat bagaimana virus itu bekerja dan terus muncul walau telah dimusnahkan berkali-kali.
"Jika mereka hidup lagi sebagai zombie. Berarti virus ini memiliki jutaan kloning. Maka yang harus di matikan inti dari virus ini dan itu ...?"
"Titik putih kecil di pinggir virus!" teriak Azizah dan Safitri berbarengan.
"Semuanya, sasar titik putih yang ada di pinggir virus!" teriak Saf.
Terra menyeringai sadis. Wanita itu sudah mendapatkan rajanya. Dengan gerakan cepat Terra mengirim virus bubuk panah.
"Jauhkan tangan kalian dari keyboard!" teriaknya.
"Sekarang giliran Mama yang akan menghabisi mereka!" lanjutnya.
Semua menjauhkan tangan mereka dari keyboard. Layar utama milik Terra mulai berasap. Lagi-lagi sistem yang diciptakan Azizah kembali menolong Terra terus mengetik dan mengetik.
Sementara di benua lain. Sudah nyaris seratus komputer terbakar. Data base mulai memercik api. Virus yang ditebarkan dari pihak lawan tak bisa dibendung bahkan sistem kipas yang mereka ciptakan tak mampu menetralisir virus yang masuk. Hingga ....
"Berengsek!" maki salah satu dan
Blar!
__ADS_1
Bersambung.
Next?