
bukan aku pribadi di luar masalah kamu, dengan keluarga, juga mau di kuasai oleh orang lain yang sama, karena itu mau memecah belah hubungan baik kita, termasuk Tania, Tania adalah orang yang bayar orang untuk hujat semua artis di media social, dan itu pekerjannya yang kamu selama ini enggak tahu, aku pernah pergokkin dia kasih uang dengan fans aku, dan aku akui, Tania emang banyak kenal orang di sekitarku juga yang bisa di bayar untuk melakukan hal yang sesat, seperti dia bayar orang untuk hujat aku begitu, dan itu di lakukannya juga dengan yang lainnya, itu sama saja, namanya merampas rezeki dan hak orang lain juga kan Ri”, kata Irfan panjang lebar.
“Kamu emang belum pernah cerita kalau di pernah bayar orang untuk menjadi pengikut dajjal begitu, jadi itu kapan kejadiannya, Irfan, aku boleh terus – terang sama kamu, apa yang kamu tahu, dan aku enggak tahu, kamu harus jujur sama kamu, dan jangan pernah ada yang di sembunyikan, karena kita bisa sama – sama hadapi semua ini, dan aku tahu tujuan Tania juga kirim guna – guna, buat mama aku stroke adalah bisa tunduk sama dia”, kataku panjang lebar.
“Aku ungkapin semua ke kamu yang aku tahu kalau begitu tapi gimana kalau kita sambil jalan – jalan, dulu aku tahu kamu butuh refleshing juga dari permasalahan ini semua”, ? tawar Irfan, dan aku mengangguk.
“Kamu hari ini di antar Pak Reza atau bawa mobil sendiri”, ? tanyaku ingin tahu.
“Aku bawa mobil sendiri”, jawab Irfan singkat.
Aku mengikuti Irfan masuk ke dalam mobilnya dan dia menyalakan mesin mobil, lalu membawanya keluar halaman parkir rumah sakit, dan perjalanan kami, menuju ke arah Mall Kota Kasablanka.
Ketika di dalam mobil, sambil menyetir mobil, dan aku duduk di sebelah jok pengemudi mobil, melanjutkan apa yang aku rasakan aku ungkapkan juga kepada Irfan.
“Terus – terang juga, selama ini, aku benar – benar blang enggak tahu, harus menghubungi siapa, dan mau ngomong itu juga dengan siapa kecuali kamu, teman yang lain dasar anjing semuanya, mereka mau di hubungin karena ada perlu saja dan ada maunya, diri sendiri, tanpa mikirin apa yang aku rasain sendiri dan keadaan aku gimana, cuma sama kamu aku bisa semua itu Irfan”, ceritaku menumpahkan semua yang aku rasakan.
“Sebenarnya masalah Tania, aku sudah paham dari awal kenapa dia melakukan itu, ibunya yang kamu suka panggil siapa Tante Ingka, nah Tante Ingka, itu adalah orang yang sombong, orang yang matre, dan sebenarnya justru dari awal pun, mereka berdua yang pengaruhi keluarga yang lain buat kuasai harta kamu, dan secara kebetulan malah hal itu mereka sudah rencanakan yang lain, sebenarnya awalnya Tante Ingka, enggak tahu rencana yang lain, tapi kerena yang lain malah mendukung tindakannya dan sama – sama punya rencana yang sama, akhirnya Tante Ingka menjadi orang yang kuat di sana, dan kamu tahu, sebenarnya selama ini, kenapa dia sering di tolak bekerja sama dengan manager artis lainnya, karena Tante Ingka itu, sombong, kamu ingat enggak mereka pernah cerita apa”, kata Irfan.
“Kalau mau kerjasama dengan satu management dengan artis penyanyi namanya Dewa tapi di tolak managernya, dan cerita ke kalian katanya, manager Dewa itu sombong, padahal sebenarnya enggak kayak gitu, justru kamu mau tahu apa yang di lakukannya, Tante Ingka dan Tania, itu di tolak karena dia menulis hujatan terhadap Dewa dan manager hanya karena Tania di nilai suaranya kurang pas untuk bisa bekerja sama dengan Dewa, tapi di putar balikkan fakta ke orang lain ceritanya”, kata Irfan panjang lebar.
“Dan sebenarnya berkaitan dengan fans, aku Tania itu bukan kenal fans aku satu atau dua orang saja, seperti Mira, Indah, Elin, tapi juga Tisa, kamu ingat Tisa, yang dulu pernah aku blokir orangnya Instragramnya karena masalah jumpa fans aku di pakai untuk penipuan, dan orang di belakang aku itu yah sepupu kamu itu Tania”, kata Irfan panjang lebar.
“Aku masih ingat kejadiannya saat itu juga, kamu mau kasih aku kaos tapi kamu nitip kan sama Mira”, kata Irfan lagi.
“Dan pada saat itu Mira, kirim pesan whatsapp pada Tania bilang begini, itu ada halu, saudara kamu nitip kaos buat Irfan”, kata Irfan bercerita panjang lebar.
“Terus Mira bilang apa Irfan, anjrit buat Irfan yah udah gini kamu aku kasih 50 ribu yah nanti bilang saja sama dia udah sampai, padahal kaosnya kamu kirim ke aku dan aku buang”, cerita Irfan lagi menceritakan percakapan antara Tania dan Mira.
__ADS_1
“Bukan cuma itu saja”, Irfan masih melanjutkan kata – katanya.
“Tania mempergunakan hal itu untuk membayar Elin untuk menarik bayaran 200 ribu tapi di suruh di gagalkan, pada akhirnya biar aku kena hujatan dari orang lain, dan ketika ada artis yang kena hujatan dia langsung terima uang dari sana”, cerita Irfan lagi.
“Astragfirullohhhhhhhh”, !!! tiba – tiba saja aku menyentak tidak percaya dengan apa yang aku dengar.
“Jadi intinya kamu sudah kenal Tania, sebelum aku cerita tentang dia, dan kamu sudah tahu dia orang seperti apa, sebelum aku ceritakan semuanya ke kamu”, ? aku mulai bersuara agak keras dengan Irfan.
“Itu benar, tapi aku minta maaf sama kamu, kalau aku baru ceritakan semuanya ini sama kamu, yang penting aku ada di pihak kamu, dan kita sama – sama hadapi ini”, kata Irfan.
“Intinya sebenarnya, kamu udah tahu dari dulu juga, Tania adalah di belakang ini semua”, kataku kemudian, dan Irfan mengangguk.
Pada akhirnya, kami tiba di Kota Kasablanka, dan Irfan mencari parkir di basement, dan ketika sudah, mendapat tempat parkir yang kosong, Irfan mematikan mesin mobilnya dan keluar lebih dulu dari mobil, barulah aku yang menyusulnya, lalu kami sama – sama, masuk ke dalam, Mall, dan berjalan – jalan di sepanjang Mall tersebut, rasanya Irfan memang aku juga melihatnya dia masih ingin menceritakannya padaku akan sesuatu.
“Intinya Elin itu adalah teman dari Tania, termasuk Mira juga, dan kamu tahu enggak dia juga kenal dengan siapa wartawan nakal yang suka bikin gossip tentang artis dan memutar balikkan fakta, dan wartawan itu adalah orang yang aku juga kenal dia, namanya Bisma, kamu pernah ketemu dengan Bisma kan, waktu pas kamu ke studio Kebajikkan waktu itu”, kata Irfan.
“Apalagi Fan”, ! tiba – tiba saja aku ingin menyentak dan ingin mendengar semuanya apa yang tertancap di isi hati Irfan.
“Bisma itu yang pernah bikin berita kalau aku adalah seorang homo kamu pernah dengar hal itu kan dulu, yang heboh itu, dan itu dia bekerjasama dengan Tania, aku sudah tahu niatnya apa, agar kamu juga ikut jelek, kalau orang lain menjatuhkan nama baik aku, dan nanti akan ada banyak orang yang memandang kalau kamu berteman dengan orang yang buruk, bahkan mungkin menghasut kamu buruk itu tujuannya”, kata Irfan lagi.
“Dan keuntungan Tania sendiri juga adalah dia bisa terkenal dengan menjatuhkan orang lain, dan sebenarnya aku juga tahu busuknya dia seperti apa, coba kamu lihat Instragram pribadi dia di komentar lama dia dengan penyanyi yang namanya Wulandari, itu teman dia baik satu seperjuangan kan, dia menjelek – jelekkan Wulandari, karena merasa dia yang harus menjadi terkenal, dan di sana dia juga memutar balikkan fakta, kalau dia yang juga di hujat oleh Wulandari, satu alasan kenapa, mamanya, malah mendukung perbuatan anaknya, karena mamanya juga ingin di puji sebagai manager anaknya, mereka itu orang yang gila pujian dan orang yang cuma gila harta, dengan siapapun itu orangnya, makanya dia juga menguasai hak kamu juga Rianti, dan satu hal, Elin menipu orang lain dengan mengagalkan acara jumpa fans aku, dalangnya sebenarnya juga bukanlah Elin, Elin enggak akan bertindak kalau enggak ada uang dan yang menyuruh dirinya, dan yang menyuruh dirinya juga adalah Tania, karena itu sebenarnya aku sudah Tania itu siapa, bahkan lebih dari kamu sebagai saudaranya, aku tahu busuknya”, kata Irfan.
“Bisma itu wartawan gossip yang suka manas – manasin netizen untuk menjatuhkan nama baik artis dan cari untung, wartawan matre dan mata duitan adalah teman Tania, Bisma itu nurut dengan apa yang di suruh oleh Tania”, kata Irfan lagi.
“Orang – orang suruhannya emang semua nurut, karena masalahnya mereka semua adalah orang yang mau cari untung juga selagi ada kesempatan, bukan Cuma itu aku sudah tahu, Tania itu main dukun, agar orang bisa tunduk padanya”, kata Irfan lagi.
“Kamu tahu hal ini, pasti karena ada seseorang yang tahu dan saksi melihat semua apa yang di kerjakannya”, kataku menanggapi dengan perhatian.
__ADS_1
“Iyah kamu masih ingat mantan manager aku Mas Irham, yang tiba – tiba saja, dia menghilang dan ingin berhenti dari pekerjaannya, sebenarnya Mas Irham merasa ketakutan karena ancaman dari fans aku kalau dia membocorkan busuknya mereka, keluarganya akan di hancurkan, dan mereka juga kuat, termasuk wartawan nakal, karena ada Tania, yang punya banyak uang tapi untuk hal yang sesat”, kata Irfan lagi.
Entah kenapa, mendengar cerita, yang belum pernah aku dengar sebelumnya, dari Irfan pikiranku, jadi bercabang entah kemana, aku menjadi seperti orang linglung tiba – tiba saja, dan untuk menenangkan diri, aku mengajak Irfan untuk ke Starbuncks Coffee yang ada di Mall ini.
Irfan, yang masuk lebih dulu ke dalam, kafe itu, dan mencari tempat duduk yang kosong, yang menghadap ke arah keluar kafe, aku duduk di hadapan Irfan, dan sekarang menarik nafas yang tidak biasanya, menarik nafas panjang, karena tidak menduga sebelumnya.
“Aku benar – benar enggak nyangka semua ini”, kataku berguman.
Dalam waktu yang bersamaan, aku mendengar dan melihat Irfan, menerima telepon dari seseorang, dan aku sudah tahu, dia menerima telepon dari orang fisioterapi yang baru, yaitu Mbak Atin, yang kerja di RS khusus stroke.
“Jadi gimana Mbak Atin”, ? tanya Irfan.
“Besok jam 10 saya ke sana ke rumah Mbak Rianti”, terdengar dia menjawab pertanyaan Irfan, dan kemudian mengakhiri teleponnya.
“Besok dia mau ke rumah mau ketemu dulu sama mama kamu, pasiennya dan besok aku juga mau ke rumah kalau begitu, kamu enggak usah khawatir masalah biayanya berapa, kalau perminggunya atau perhatinya”, kata Irfan.
“Nanti aku yang bayarin semuanya, kalau ada Mbak Atin mau terapi mama kamu, aku ke rumah kamu buat bayarin dia pas sudah selesai terapi, sekaligus waktu dia terapi, di pastikan juga di rumah enggak ada siapa – siapa, entah kenapa aku merasa takut keluarga kamu, akan cari komplotan baru lagi, kesempatan kalau ada orang baru yang ke rumah kamu, agar ceritanya pasti sama lagi seperti Gina dulu itu, sehabis ini makanya kita cari gembok rumah, dan punya firasat rumah kamu bisa jadi sudah mulai ada mata – mata, jadi nanti besok Mbak Atin aku jemput saja ke rumah sakit, biar dia enggak jalan sendiri, aku ke rumah kamu lebih dulu, dan baru kita jemput dia sekarang aku kirim whatsapp dulu saja sama dia, kalau mau kita jemput sekaligus di rumah kita ceritakan saja gimana menurut kamu”, ? Irfan menjelaskan panjang lebar dan bertanya kepadaku.
“Aku setuju”, kataku mengangguk.
Irfan kemudian terlihat dia mengirim pesan whatsapp kepada Mbak Atin, dan pesan whatsappnya adalah.
“Mbak Atin nanti di rumah saja saya ceritakan”, kata Irfan.
“Cerita soal apa yah mas Irfan”, ? tanya Mbak Atin.
“Yah nanti saja saya ceritain besok di rumah, yang penting Mbak Atin, begini besok ke rumah Rianti di jemput saja dan jangan kemana – mana sebelum kami datang, dan kalau mau fisioterapi mama Rianti lebih baik begitu, alasannya apa, nanti biar saya yang jelasin besok”, jawab Irfan.
__ADS_1