
Gomesh, Satrio, Virgou, Fabio dan Pablo tengah berhadapan dengan dua puluh orang karyawan. Satu tali tambang sudah dipegang oleh dua tim masing-masing.
"Apa kalian bersiap!" teriak Agung, salah satu bodyguard Virgou.
"Siap!" pekik dua tim mulai bersiap.
"Mulai!" pekik Agung mengangkat kaki yang menginjak tali.
Semua langsung menarik. Tim Virgou begitu bersantai ketika dua puluh orang menarik mereka. Sedang tim karyawan sudah berteriak dan menarik sekuat tenaga.
"Papa Gom ... siap tarik?" teriak Satrio bertanya.
"Nanti Baby!" teriak Gomesh memegang tali satu tangan dan tangan lainnya menggaruk hidung.
"Om Pablo? Om Fabio?"
"Sabar Baby!" jawab dua pria tampan itu.
"Daddy?"
"Sebentar lagi, Baby," jawab Virgou.
"Tuan kendorin tenaganya dong!" teriak salah satu karyawan.
"Enak aja kamu!" sergah Virgou tersenyum miring.
Tiga menit pertandingan sudah berlangsung. Jangankan bisa ditarik, bahkan tim Virgou tak bergeser sama sekali. Sedang dua puluh karyawan sudah menarik mati-matian.
"Apa sudah siap!" teriak Virgou.
"Siap!"
"Tarik!" titah pria sejuta pesona itu.
Satrio paling semangat menarik tali begitu juga Gomesh. Hanya dua langkah tarikan para karyawan langsung bergeser.
"Tahan!" pekik salah satu dari mereka.
Keringat sudah mengucur di tim karyawan. Mereka sudah terengah-engah menahan laju tali. Tim Virgou sepertinya menarik ulur tenaga mereka.
"Baby kasihan mereka sayang. Sepertinya mereka sangat menginginkan motornya," ujar pria sejuta pesona itu.
"Nggak mau Daddy!" sengit remaja itu.
Satrio yang tak mau kalah menarik kuat tali itu dan ....
Brug! Dua puluh karyawan terjatuh dan nyaris terseret oleh tarikan Satrio. Karyawan kalah, remaja itu melompat kegirangan. Virgou menghela nafas panjang.
"Nggak apa-apa, dari pada ngambek. Kalian nggak akan bisa bujuk anak itu," bisiknya pada salah satu karyawan.
Akhirnya para karyawan mengaku kalah. Mereka begitu senang melihat wajah cerah Satrio yang mendapat hadiah. Walau isinya hanya beberapa peralatan kantor, seperti tas, pulpen, binder. Ia bahagia sekali.
"Baby, kamu dapat motor juga loh," ujar Fabio ikut tertular senyum Satrio.
"Kasih aja sama Bapak-bapak itu. Trio cuma mau hadiah ini aja," ujar remaja itu.
Satrio langsung memposting kemenangannya di status. Hal itu membuat Sean langsung menelepon Virgou.
"Daddy ... hiks ... hiks!"
__ADS_1
"Baby Assalamualaikum!" Virgou lagi-lagi menghela napas panjang.
Pria itu tau apa yang terjadi pada remaja itu. Haidar telah memberitahu jika mereka seri ketika lomba tarik tambang dan hadiahnya diberikan oleh para karyawan.
"Kamu juga, kenapa tak membiarkan Sean jadi pemenang. Anak itu hanya ingin hadiahnya!" seru Virgou pada ayah Sean.
"Darren yang kasih itu. Aku hanya tau ceritanya!" sanggah Haidar membela diri.
"Baby kamu datang ke sini. Di sini masih ada lomba tarik tambang dan balap karung!" sahut Virgou dalam sambungan telepon.
"Bener Daddy ... hiks ... hiks!" tanya Sean merajuk.
"Bener Baby," sahut pria dengan sejuta pesona itu.
Sean langsung senang, ia akan datang bersama para perusuh. Mereka juga mau ikut lomba.
"Ata' pototna pita itut pompa!" pekik Harun marah pada semua ibunya.
Terra dan Puspita membujuk anak-anak untuk tidak ikut lomba. Semua ibu membiarkan para bayi tidur lebih lama.
"Mommy hrhbshjnwhsbrjupevahbbshushshsh!" teriak Arsh marah pada ibunya.
"Ayo ikut Kakak!" ajak Sean.
"Bayo!" pekik semua bayi.
"Uma ikut!" pekik Saf.
"Baby," peringat Terra. "Ini sudah siang loh!"
"Nggak apa-apa!" sahut wanita itu kesal.
Darren tak mengajak isteri dan juga anak-anak ke perusahaan mengikuti lomba, dengan alasan ada Izzat yang masih bayi.
Lidya dan Demian mengajak dua anak kembarnya ikut lomba di lokasi kediaman Demian. Dominic juga ikut serta, sedang sang istri hanya menyemangatinya.
Baru saja mereka hendak pergi. Gisel datang bersama semua anaknya.
"Kalian mau ke mana?" tanya wanita itu.
"Ke perusahaan Daddy!" jawab Sean. "Di sana masih ada perlombaan!"
"Bommy ikut!" sahut wanita beranak empat itu.
"Holee ... pita te tantol Daddy!" pekik Fathiyya senang.
Akhirnya Terra dan lainnya ikut serta. Haidar menyusul mereka bersama Al. Rion menuju panti di mana istri dan semua adiknya ikut lomba di sana.
Dua puluh menit mereka sampai di perusahaan Virgou. Semua disambut oleh para karyawan. Para perusuh sudah menantang para karyawan dewasa untuk lomba tarik tambang.
"Tamuh ... tamuh ... teusil!" ujar Harun menjentikkan jari jempol dan kelingking.
Para karyawan gemas melihat semua bayi lucu itu terlebih Arsh yang sudah naik meja panitia.
"Balo!" pekiknya di mik.
"Selamat siang," bisik salah satu karyawan mengajari bayi tampan itu.
"Mat ian!" tirunya.
__ADS_1
"Ayo yang mau ikut lomba!" ajar karyawan itu.
"Yo ut mba!" tiru Arsh.
"Semangat!" ajar pria itu lagi.
"Ananat!" tiru Arsh lalu ia bertepuk tangan sendiri.
Karyawan itu gemas bukan main dan mencium pipi gembul Arsh.
Gabe mendatangi putranya yang memegang mik. Pria itu mengambil alih anak bungsunya itu.
"Ayo kita lomba!" ajak pria itu.
Arsh mengangguk, bayi tampan itu kini berada di gendongan sang ayah. Para perusuh sudah memegang tali tambang yang besar.
"Ya ampun, talinya lebih besar dari tangan mereka," ujar Maria khawatir.
Sky dan Bomesh sudah ikut lomba balap karung bersama Samudera, Benua dan juga Domesh. Semua bersenang-senang dengan tertawa. Tentu para karyawan mengalah dan pura-pura jatuh ketika ditarik talinya oleh para perusuh.
"Holee pita penan!" pekik Harun melompat kegirangan.
Sean ikut tarik tambang kali ini bersama Al, Daud, Dimas dan Affhan. Dewi, Kaila dan Maisya ikut lomba makan kerupuk. Sedang Kean bersama Herman di perusahaan pria itu. Kean memenangkan beberapa lomba sedang Calvin tengah menjadi panitia lomba di perusahaan Demian dan Dominic bersama dengan Jac.
Akhirnya Sean senang karena memenangkan lomba tarik tambang. Para karyawan kalah telak, tenaga anak muda tentu lebih kuat di banding orang tua.
"Senang Baby?" tanya Virgou.
Sean mengangguk, ia memeluk erat kado besar berisi tas, binder, pulpen dan banyak lagi, sedang hadiah utama berupa uang, remaja itu menolak dan memberikannya pada salah satu karyawan.
"Atuh mawu uanna!" pekik Harun, "tadonya puat om salyawan aja!"
Virgou mengambil uang satu juta, lalu ia bagikan pada semua bayi perusuh.
"Puwa lembal yan puala zatu Daddy!" protes bayi tampan itu.
"Daddy ... Alsh judha menan!" pekik Bariana.
"Alsh nan!" bayi delapan bulan itu sudah lompat-lompat kegirangan.
Virgou memberinya satu lembar uang. Tentu Arsh memasukkan uang itu ke mulutnya, hal itu dicegah oleh Pablo.
"Baby,"
Plak! Satu pukulan dari Arsh mengenai wajah tampan pria beriris gelap itu Pablo menangis pura-pura. Maryam langsung menenangkan pria besar itu.
"Baby ... ipu tan syatit!"
Maryam mengelus wajah Pablo dan mengecupnya.
"Cup! Cup! Janan nayis ya," ujarnya menenangkan pria tampan itu dengan memeluk kepalanya.
Pablo tentu senang sekali dan tersenyum lebar sambil pura-pura menangis.
"Pablo!" peringat Gomesh.
Pablo berdecak, Maryam melepas pelukannya. Sedang Arsh pelaku pemukulan kini tengah memukuli salah satu karyawan yang hendak membantu memegang hadiahnya.
Bersambung.
__ADS_1
Dah ... seneng kan semuanya.
Next?