
Mumun terus memantau dua wanita tua itu yang sedang bercengkrama dengan diruang tamu.Ia merasa sangat penasaran siapa sebenarnya mereka.
Niken yang hendak mengambil air minum jadi tertahan melihat gelagat Mumun.
"Ekhem"Ia berbatuk-batuk kecil membuat Mumun menoleh."Ada apa?"
"Anu Nyonya,saya penasaran sama dua wanita tua itu.Sebenarnya mereka siapa?Tadi katanya mau ketemu cucu,tapi yang dipanggil hanya Si kembar.Tuan Muda Nouval nggak dipanggil"
Kebetulan sekali Nouval juga hadir diantara Mamanya dan si Mumun.Ia juga memperhatikan orang-orang yang berada di ruang tamu.
"Yang satu itu Bibiknya Mas Zul,adik dari almarhumah ibunya Mas Zul.Kalau yang satunya adalah Ibu dari Almarhumah Aida"Niken menjelaskan dengan rinci.
"Hah?Ibu Non Aida?"Seketika mata Mumun mengembun.Ia langsung berlari keruang tamu duduk bersimpuh di samping Lucy.
"Maafkan saya Bu..saya tidak tahu kalau Ibu adalah Ibunya Non Aida"
Bu Minah terpana melihat seseorang yang datang-datang langsung duduk melantai didepannya sambil menangis dan minta maaf.
__ADS_1
"Kamu siapa?"Tanya Bu Minah.Ia takut salah orang.
"Saya Mumun asisten pribadi Nona Aida"Mumun menjelaskan dengan tetap menangis.
"Ooohhh maaf aku tidak tahu"
"Ibuk tidak perlu minta maaf,justru saya yang harus minta maaf karena dari tadi sudah buruk sangka sama kalian berdua"
Bu Minah manggut-manggut menanggapi perkataan Mumun.
"Saya,,sa--ya sangat menyayangi Non Aida Buk"Mumun semakin menangis sejadi-jadinya bila mengingat majikannya terdahulu,AIDA."Sampai sekarang pun saya sangat menyayanginya.Bahkan sangat merindukannya"Sambung Mumun.
"Dia tidak punya salah apa-apa Buk,Non orang yang sangat baik sekali dan sangat pengertian.Tidak pernah dia bentak-bentak saya,malah dia anggap saya seperti saudara kandungnya "Mumun begitu memuja-muja almarhumah Aida.
Niken yang mendengarkan perkataan Mumun dari dapur mengubek-ngubek telinganya."Kenapa Ma?"Nouval jadi merasa heran dengan sikap Mamanya.
"Gatal telinga Mama dengar Mumun ngomong lebay banget"Jawab Niken seraya pergi ke kamarnya.Nouval hanya geleng-geleng kepala menanggapi.
__ADS_1
___Lisa duduk termenung memeluk lututnya,ia meringkuk di atas tempat tidur.Lucy yang baru saja masuk kamar duduk disampingnya.Ia mengusap bahu saudaranya.Lisa tidak bisa lagi berpura-pura baik-baik saja,ia berhambur memeluk Lucy dengan deraian air mata.
Lucy tidak bisa berkata apa-apa,ia hanya mampu mengusap punggung saudaranya agar Lisa lebih tenang.
"Lucy,,,tolong aku"Rintih Lisa tergugu.
"Apa yang bisa aku bantu?"
"Tolong bunuh Antok,aku benci banget sama dia.Dia jahat sama aku"
Lucy tidak langsung menyanggupi,ia diam berpikir mungkin ada jalan yang lebih baik.
"Tolong Lucy,bunuh dia..aku mohon"Lisa menangis pilu.
"Aku bukan tidak mau bantu kamu,tapi bagaimana jika kamu nanti hamil.Siapa yang akan bertanggung jawab kalau bukan dia?"
Lisa terperanjat,pelukannya terlepas."Aku tidak mungkin hamil Lucy,kamu jangan sembarangan.Ini hanya sekali "
__ADS_1
Lucy memilih untuk tidak berdebat,sebenarnya ia bisa merasakan sesuatu terjadi dalam diri saudaranya.Tapi semoga saja itu salah.Karena benar apa yang dikatakannya Lisa,itu hanya sekali dan itupun baru saja kemarin.Jadi tidak mungkin perasaan aneh yang dirasakan Lucy berhubungan dengan rahim Lisa.