SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
RUROUNI KENSHIN


__ADS_3

Pagi menjelang. Terra sedang bersiap, ia memakai baju formal. Perusahaan miliknya kedatangan seorang pengusaha muda yang sangat sukses dari Jepang. Haidar akan ikut bersama istrinya.


"Mama mau kemana?" tanya Sean.


"Mau ke kantor Baby," jawab wanita itu.


Mereka turun. Semua anak bertanya sama seperti Sean. Bahkan Arion dan Arraya juga bertanya.


"Mama syantit bawu temana?"


"Mau ke perusahaan dulu baby," jawab Terra.


"Pita itut pidat?" tanya Arraya.


"Tentu kalian ikut, Mommy Maria kan tak bisa menjaga kalian, nanti sore kita langsung ke rumah Baby Angel dan Baby Fael ya," jawab Terra lagi.


"Oteh Mama!"


"Terus kita Ma?" tanya Rasya dan Rasyid.


"Iya, kita gimana?" tanya Sean.


"Langsung ke rumah Papa Gom aja ya!" ujar Haidar.


"Oteh deh!" sahut semua menurut.


"Bantesan pita pate paju badhus ... teulnyata bawu beutelja," sahut Arion mengangguk.


"Wah ... bastina Alun, Ajha pama Baliana ili pihat pita," sahut Arraya.


"Ata'Nai photo pita don!" pinta dua bayi itu.


"Siap!" jawab kakaknya.


Nai membidik keduanya dengan gaya paling bagus. Keduanya langsung ribut ingin melihat hasilnya.


"Tot dambalna eundat sepadhus talo Ata' Ila yan Poto?" sahut Arraya tampak kecewa.


"Baby!" tegur Terra.


"Mama ... peulnel ... dambalna badhusan talo Ata' Ila yan ambin!' ujar Arraya.


Nai merengek. Gadis itu pun ngambek, hingga membuat dua batita itu merasa bersalah.


"Badhus ... badhus ... Ata' syantit!" ratu Arion.


"Baby Nai," peringat Haidar kini.


Akhirnya Nai mengalah. Memang ia hanya sekedar menjepret kameranya saja. Ia mengakui jika pengambilan gambar tak sebagus jika Kaila yang mengambilnya.


Terra membawa dua batita dan juga empat pengawal. Rio, Dahlan, Ricky dan Rony menjadi pengawal mereka.


"Papa Pahlan!" panggil Arraya dengan genit.


Dahlan yang sebentar lagi menjadi ayah ini tersenyum mendengar panggilan centil nona kecilnya.


"Iya baby cantik," sahutnya yang membuat Arraya terpekik senang.


"Astaga putriku!" keluh Haidar.

__ADS_1


Mobil mereka pun melaju diikuti dua motor. Dahlan ada di depan bersama Rio. Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk sampai perusahaan yang kini dipimpin oleh Darren.


Ricky membuka pintu untuk Terra. sedang Rony membuka pintu untuk Haidar. Dahlan langsung mengambil kereta dorong para bayi dan meletakan Arraya dan Arion di dalamnya. Semua pegawai membungkuk hormat termasuk Darren, Rommy, Iskandar, Aden dan juga Jhenna. Terra tersenyum lalu memeluk Jhenna.


"Kak, apa kabar?" tanyanya.


"Baik Nyonya!" sahut wanita itu.


"Kita ke perusahaan Cyber Tech langsung!" sajak Rommy.


Semua mengangguk. Mereka berjalan kaki menuju perusahaan yang berjarak hanya tiga ratus meter itu. Aini sudah tidak menjadi dokter perusahaan itu karena sekarang wanita itu sudah menjadi wakil rumah sakit milik Lidya. Terlebih wanita itu sudah menjadi spesialis syaraf.


Azizah menyambut kedatangan pemilik perusahaan bersama beberapa karyawan inti.


"Apa Tuan Rurouni Kenshin belum sampai?" tanya Terra.


"Beliau sebentar lagi datang Nyonya," jawab salah satu sekretaris Azizah.


Azizah sudah menjabat sebagai CEO PT Hudoyo Cyber Tech. Setelah kembali ia dari Jepang, Darren langsung mengangkatnya. Terra tak pernah keberatan, karena yakin akan kemampuan Azizah.


Sedang di tempat lain. Rion yang datang ke perusahaannya duduk dengan menghela napas panjang. Tadi ia bersama Al adiknya. Ibu dan ayah mereka pergi begitu saja dan menugaskan semua tumpukan pekerjaan pada kedua putranya itu.


"Om Bob!" panggil Rion.


"Saya Tuan," sahut pria yang usianya hanya beda empat tahun lebih muda dari ayahnya itu.


"Apa kita juga bisa mensponsori tentang lingkungan hidup?" tanya Rion.


"Kita sudah melakukannya selama ini Tuan muda!" jawab Bobby.


"Apa kita bisa mendanai riset tentang biotani?" tanya Rion lagi.


"Sayangnya tidak, Tuan. Karena Biotani hanya khusus bagi perusahaan pangan dan Bulog. Kita tak berkecimpung di dunia itu!" jawab Bobby mengerutkan keningnya.


Rion tercerahkan, ia akan mencoba memasukkan gadis yang baru ia kenal di Eropa dan kini berada di Indonesia.


"Makasih Om Bob. Oh ya, di perusahaan Mama ada apa sih kok heboh gitu?' tanya Rion.


"Oh, di perusahaan Nyonya ada kedatangan tamu penting dari Jepang Tuan muda," jawab Bobby.


"Siapa?"


"Tuan Rurouni Kenshin, biasa kami panggil Tuan Kenshin!"


"Mau apa dia ke sini?" tanya Rion ingin tahu.


"Tuan Kenshin ingin belajar Cyber dengan Nona Azizah Sabeni," terang Bobby.


"Apa?" tanya Rion ulang.


"Tuan Kenshin ingin belajar Cyber dengan Nona Azizah!' jawab Bobby semangat.


"Dengar kabar, Tuan Ruin eh maksud saya Tuan Kenshin itu tampan dan kaya raya di Jepang!" ujar Bobby mulai bergosip.


"Oke makasih Om Bob!" sahut Rion lalu membaca semua berkas yang ada di meja.


Bobby mengerucutkan bibirnya. Pria itu begitu penasaran dengan sosok Rurouni Kenshin itu.


"Pria keturunan Jepang-Italia-Indonesia. Menurut kabar jika Tuan Kenshin ada darah Indonesia dari neneknya," ujar Bobby lagi.

__ADS_1


"Kerja Om!" sentak Rion kesal.


"Oke ... sorry boss!" sahut pria itu lalu mengambil berkas.


Sementara itu Virgou langsung ke perusahaan Terra. Ia juga ingin melihat pria viral dari Jepang, yang tampan dan memiliki kecerdasan luar biasa itu.


"Apa dia sudah datang?" tanya Virgou.


"Sudah Tuan, baru saja masuk ke ruangan," sahut resepsionis.


"Antar aku!" pinta Virgou.


Sang resepsionis pun melangkah dan mengantarkan kakak dari atasannya. Gadis itu mengetuk pintu, suara Terra mempersilahkan masuk.


"Koniciwa!" sapa Virgou ketika masuk.


"Koniciwa!" sahut Rurouni Kenshin dengan senyum lebar.


Pria itu menatap sosok dengan sejuta pesona. Virgou memang sudah terkenal hingga di negara Kenshin berada.


"Black Dougher Youngさんにお会いできて光栄です!


Black Dougher yangu-san ni o ai dekite kōeidesu!" (Saya bangga bertemu dengan anda Tuan Black Dougher Young!) sahut Kenshin bangga.


"剣心さんにお会いできて光栄です


Ken-shin-san ni o ai dekite kōeidesu!" (saya juga bangga bertemu dengan Anda tuan Kenshin!) sambut Virgou dengan senyum lebar.


Kini semua bercakap-cakap. Para bayi ikut mendengarkan percakapan bahasa yang membuat mereka mengerutkan kening itu. Kenshin sampai tertawa melihat betapa seriusnya dua batita mendengarkan pembicaraan.


"Kalian lucu sekali," kekehnya dalam bahasa Indonesia.


"Woh ... pisa beulnyata pahasa Indonesia!" sahut Arraya kesal.


"Padhi ipu pahasa pa'a?" tanyanya lagi-lagi kesal.


"Tadi itu bahasa Jepang sayang," jawab Kenshin dengan senyum lebar.


"Jepan pimana Ata' Ijah?' tanya Arion.


"Jepang ada jauh di sana baby," jawab gadis itu.


"Ata' dendon!" pinta Arion.


Azizah tentu dengan senang hati menggendong bayi itu. Kenshin merayu Arraya agar mau digendong olehnya.


"Mau baby?" Arraya mengangguk malu-malu.


Kenshin senang sekali. Pria itu memang suka anak kecil. Haidar mencuri photo keduanya, ia memasangnya di grup chat famili Virgou tampak berdecak kesal dengan kiriman gambar adik iparnya itu.


(Ih ... Papa ... siapa ini yang difoto bareng Kak Azizah!) tulis Satrio.


(Kan kemarin udah sepakat jika Kak Azizah buat Satrio jika Kak Rion nggak mau!) lanjut tulisannya.


Rion mengetik ....


(Baby !😡 jangan genit)


bersambung.

__ADS_1


Halah ... Rion ...


next?


__ADS_2