SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 124 Penjaga Topeng Legendaris


__ADS_3

Tiba-tiba ada sesuatu yang mengikat tungkai kakinya,sehingga membuat Lucy tertahan.Lucy mengecek apa yang sebenarnya terjadi.Ternyata sebuah kain merah telah melilit kuat tungkai kakinya.


Mbah Sumi tersenyum mendekat dengan menaiki kepala ular peliharaannya."Maaf Ngger,Aku kurang suka dengan orang yang sombong apalagi seorang bocah bau kencur sepertimu"


Lucy tersenyum tipis "Mbah,aku sebenarnya malas untuk melawan seorang nenek-nenek,Pamalih melawan wong tuwo"


"Bagitukah??"Mbah Sumi mengetukkan tongkatnya dan kain merah yang tadi hanya mengikat tungkai kaki Lucy tiba-tiba membelit seluruh tubuh Lucy.


"Aku ingin mengajarimu cah ayu jika berani melawan wong tuwo"Ucap Mbah Sumi dengan penuh penekanan.Ia memerintahkan ular peliharaannya untuk melahap tubuh Lucy yang terikat.Benar saja,Ular besar itu sekali hap langsung menelan tubuh Lucy bulat-bulat.


Mbah Sumi menyeringai penuh percaya diri."Jangan sepelekan aku Ngger,,"


Siapa sangka hanya dalam beberapa menit tubuh Lucy tertelan.Tiba-tiba saja keluar cahaya putih dari dalam tubuh Ular besar itu.Mbah Sumi memicingkan matanya,cahaya apa gerangan?


SYYAAATTT


Perut Ular itu terbelah dan terkulai jatuh ketanah.Mati!!!Mbah Sumi terpana melihat kematian peliharaannya yang berubah menjadi asap hitam.Mata tuanya membeliak sempurna begitu melihat sosok perempuan bertopeng iblis.Benda pusaka yang seperti dongeng baginya.Karena sang Guru selalu menceritakan benda yang ia lihat dalam sebuah lukisan saja.

__ADS_1


"Ka-ka-kau"


Kaki Mbah Sumi gemetaran sampai tidak mampu menopang tubuhnya,ia terjelopoh ke tanah.


Lucy melangkah mendekat dengan pedang samurai yang masih menyisakan darah Ular itu."Sekarang kau tahu siapa aku?"Lucy menggenggam tangkai pedang dengan kedua tangannya,bersiap menebas tubuh tua dihadapannya.


"A-a-ampun"Mbah Sumi bersujud dengan kedua tangan dikatupkan di atas kepalanya"Ampuni saya yang bodoh ini,ampuni saya"Suara Mbah Sumi yang semula serak mengerikan,berubah jadi lemah memelas memohon ampunan.


Lucy menahan niatnya,ia merasa tak mampu melanjutkan keinginannya untuk segera mengakhiri hidup si dukun tua ini.Ia teringat wajah sepuh Mbah Sukma.


"Saya berjanji akan mengingat pesanmu Ngger "Mbah Sumi menjawab tanpa berani mengangkat wajahnya.


Lucy menurunkan pedangnya,ia melesat pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.Mbah Sumi merasakan kesunyian,dengan hati-hati ia mengangkat kepalanya.Sosok yang ia geruni sudah tidak ada.Segera ia bangkit dan tergopoh-gopoh masuk ke dalam gubuknya.


"Mbah,,,gimana Mbah?"Pak Sanusi menyambut kedatangan Mbah Sumi dengan rasa penasaran.


"Sontoloyo"Mbah Sumi mendorong kepala Pak Sanusi."Kamu meminta pertolonganku tanpa kamu selidiki dulu siapa musuhmu"

__ADS_1


Mbah Sumi berang,ia duduk bersila dengan nafas yang memburu.


"Me-memangnya kenapa Mbah?"


"Jauhi laki-laki itu,jika kamu terikat kerja dengannya putuskan saja.Lebih baik cari yang lain"Titah Mbah Sumi dengan enggan menceritakan kegerunannya kepada sang musuh.


"Tidak bisa Mbah,saya akan rugi besar"Pak Sanusi menolak mentah-mentah.


"Aku akan mengganti dengan kesuksesan buat kamu,tapi jangan pernah berhubungan lagi dengan laki-laki itu kalau kamu tidak mau mati konyol"Ancam Mbah Sumi.


Pak Sanusi menautkan kedua alisnya,ia heran kenapa dukun andalannya seperti takut dengan Zulkarnain?Apa tamu tak diundang tadi adalah bagian dari Zulkarnain?


Santi mengerang kesakitan,Pak Sanusi segera menghampiri putrinya."Lalu bagaimana dengan putriku Mbah?"


"Aku akan merawatnya sampai sembuh, tinggalkan saja dia disini"Jawab Mbah Sumi tegas.


"Pantas saja dia bisa mencabut susuk-susukku,ternyata dia adalah penjaga topeng legendaris"Gumam Mbah Sumi masih terfikirkan dengan musuhnya tadi."Untung dia Sudi memaafkan aku,kalau tidak?Aku pasti sudah tinggal nama"

__ADS_1


__ADS_2