
Pantangan yang sangat aneh bagi Santi,tapi mau gimana lagi,ia harus menyanggupi.Lagian dia nggak pernah makan sate,apalagi lewat dibawah jemuran.Dirumahnya kan langsung pakek pengering pakaian.Jadi bukan masalah baginya.Hanya saja dia kurang tahu daun kelor seperti apa?Baginya daun tersebut sangat asing ditelinganya.
Pak Sanusi mendatangi putrinya yang terlihat menggigil kedinginan.Ia membuka jaketnya lalu disandangkan di kedua pundak Putrinya.
"Terimakasih Pa"Hati Santi begitu tersentuh.Pak Sanusi membalas dengan senyuman.
"Bagaimana Mbah?"
"Sudah,jaga pantangan yang sudah aku sebutkan tadi.Dengan Izin Allah laki-laki itu akan jatuh hati padanya"
Pak Sanusi tersenyum penuh arti,Santi ikut-ikutan tersenyum,meskipun hatinya merasa kurang yakin.
__"Apa pantangan yang disebut oleh si Mbah?"Pak Sanusi baru bertanya setelah ia dan putrinya dalam perjalanan pulang.
"Tidak boleh makan sate,tidak boleh lewat dibawah jemuran,terus tidak boleh makan ataupun menyentuh daun kelor "
"Daun kelor itu seperti apa bentuknya Pa?"
"Kamu cek aja di geogel"Jawab Pak Sanusi dengan terus fokus menyetir.Santi manggut-manggut mengerti.
___Bu Sari,wali kelas XA menyudahi pelajarannya.Ia pun mengijinkan anak muridnya untuk istirahat meskipun bel belum berbunyi.Dengan penuh semangat para siswa dan siswi bergantian untuk keluar kelas.
"Lisa,kamu mau datang nggak ke acara pesta dansa Minggu depan?"Tanya Mina.
"Pesta dansa?Kamu tahu dari siapa?"Lisa jadi penasaran.
__ADS_1
"Loh,kamu belum baca pengumuman di Mading?"
Dengan cepat Lisa berlari keluar menuju Mading sekolah.Mina mengikuti walau ia tak berlari cepat seperti Lisa.
"Pesta dansa dengan hadiah utamanya uang lima juta?"Lisa menggigit jari telunjuknya.Ia berpikir sesuatu.
"Gimana?ikut nggak?"Mina yang baru sampai terus mengulang pertanyaannya yang sama.
"Pesta dansa kan harus punya pasangan"
"Lah situ kan punya Andrew"Celutuk Mina.Lisa memonyongkan bibirnya,lalu pergi meninggalkan Mina menuju kantin.
__"Ekhem"
"Kamu mau ikut pesta dansa nggak Minggu depan?"Tanya Andrew mengawali percakapan.Lucy tersenyum miring.
"Kamu pikir aku tertarik dengan hal begituan?"
"Tadinya aku pengen ngajak kamu untuk jadi pasanganku"
"Kenapa nggak Lisa aja?"
"Aku pengennya kamu"
"Nggak lucu?"
__ADS_1
"Kenapa harus lucu?"
Lucy memutar bola matanya,ia paling malas berdebat,apalagi kurang penting.
__Lisa yang tercari-cari sosok ajudannya,jadi rimas karena tidak kunjung ketemu.Namun ia melihat sesuatu yang membuat matanya melebar.Sosok dua orang yang duduk berjejer di atas atap sekolah.Segera ia berlari menuju tangga sekolah dan naik ke atas.
"Lucy!!!"Suara lantang milik Lisa membuat Lucy dan Andrew menoleh hampir bersamaan."Ngapain kalian berduaan disini?"Lisa berjalan terlihat penuh amarah.
Lucy dan Andrew saling beradu pandang dengan reaksi wajah yang sekilas sama.
"Andrew!!kamu tahu kan apa tugasmu??Kamu digaji loh sama Ayahku? Cepat turun!!"Lisa menuding Andrew.Lucy tersenyum penuh misteri,ia memberi kode kepada Andrew agar cepat turun.
Andrew melompat turun,tangannya langsung ditarik pergi menjauh dari tempat itu oleh Lisa.
"Lisa,ada apa ini?"Andrew yang tak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini langsung menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman kuat tangan Lisa.
"Tugas kamu adalah menjagaku,bukan duduk pacaran disini?"
"Emang siapa yang pacaran?"
"Kamu sama Lucy!"Ketus Lisa.Andrew menarik nafas kesal,ia hanya mampu geleng-geleng kepala lalu tanpa berkata apapun ia pergi meninggalkan Lisa.
"Drew... Andrew!!!"
Seruan Lisa tak dihiraukan oleh Andrew.Hatinya dongkol sekali,biarlah nanti dia akan membicarakan hal ini dengan Tuan Zulkarnain.
__ADS_1