SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 95 Cerita Laras


__ADS_3

Zulkarnain menghampiri Laras yang tengah melamun ditepi kolam.Sejak tadi ia memperhatikan gadis itu banyak diam.Padahal biasanya dia cerewet dan supel.


"Ekhem"suara batuk Zulkarnain mengagetkan Laras.


"Eh Tuan"Laras gelagapan ia bangkit ingin masuk kedalam.


"Mau kemana kamu?"Zulkarnain mencegah keinginan Laras untuk menjauh darinya.


"Mau ke kamar Tuan"Laras menjawab dengan kikuk.


"Boleh aku bicara sebentar"Laras menatap lurus ke anak mata Zulkarnain.Mencoba mencari tahu apa yang ingin Laki-laki ini bicarakan."Bolehkan?"Zulkarnain mengulang permintaannya.


"Oh boleh Tuan"Laras mengangguk dengan gerakan cepat.Ia duduk kembali di tempat semula.Sedangkan Zulkarnain duduk di kursi kosong berjarak sebuah meja kecil.


Dikejauhan,Niken memperhatikan dengan mata jelli.


"Apa kamu tahu sesuatu tentang kasus kematian Mamanya Andika?"Zulkarnain memang tidak suka bertele-tele.Laras tersentap,ia jadi gugup.Tangannya gemetaran.


"Ceritakan saja apa yang kamu tahu,aku tidak akan memberi tahu siapapun.Karena dia juga bukan orang penting buatku"Zulkarnain meyakinkan Laras.Laras merasa sebaiknya jujur saja daripada dia berbohong terus.

__ADS_1


"Sebenarnya,saya tidak tahu pasti Tuan.Hanya saja ciri-ciri kematian wanita itu sangat mirip dengan senjata rahasia milik Lucy"


"Lucy ????"Zulkarnain terperangah mendengar nama anaknya disebut Laras.Laras mengangguk membenarkan.


"Lucy adalah pemilik benda pusaka yang membunuh wanita itu.Sampai kapan pun polisi tidak akan menemukan titik terang.Karena benda itu adalah benda keramat"


"Jadi maksudmu Lucy yang sudah membunuh Mamanya Andika?"Zulkarnain ingin diperjelas,Laras mengangguk."Atas dasar apa dia membunuhnya?oh apakah yang membunuh Ayah adalah Lucy juga?"Tiba-tiba Zulkarnain mengingat Pak Hans yang mati dengan tragis dan terkesan aneh.


Laras menggeleng pelan.Zulkarnain menghela nafas lega."Coba ceritakan lebih detail apa yang kamu tahu"


Laras melihat ke sekeliling sebelum memulai bercerita apa yang ia tahu.sudah dinilai cukup aman ia pun siap bercerita.


"Dan dia menyentuh mayat Tuan Besar, kemungkinan dia tahu kalau yang membunuh Tuan Besar adalah wanita itu.Sehingga dia datang untuk membunuh wanita itu "


"Yang saya tidak tahu dan menjadi beban pikiran saya adalah wanita tua yang berumur hampir 200tahun itu.Kenapa dia bisa ada disana?Dan saya rasa Mbah meninggal berhubungan dengan kejadian itu"Laras mengakhiri ceritanya.


"Apa kamu sempat bertanya kepada Lucy?"Zulkarnain ingin tahu lebih banyak.Laras menggeleng pelan.


"Dia seperti dalam keadaan terpukul dengan kematian Mbah,jadi saya belum bisa bertanya apapun"

__ADS_1


Zulkarnain manggut-manggut tanda mengerti.


Niken Ayu terus mengamati gerak-gerik dua orang itu.Ia tak dapat membendung rasa cemburunya.Urat lehernya menegang,dengan emosi yang siap ditumpahkan, Niken melangkah masuk menuju kamar Laras.


__Laras membuka pintu kamarnya lalu menutupnya lagi dibelakang punggungnya.Ia terkejut begitu mengangkat wajahnya ada Niken Ayu tengah duduk di kursi riasnya.


"Nyonya, ngapain anda dikamar saya?"tanya Laras penuh selidik.


"Menunggumu"Jawab Niken enteng.


"Menunggu saya? memangnya ada perlu apa dengan saya?"


Niken bangkit mendekati Laras yang masih berdiri tak jauh dari pintu."Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk sadar diri dan tidak mencoba untuk mendekati suamiku.Jadi perempuan itu jangan ganjen "Ucapan Niken Ayu penuh dengan penekanan.


Laras tersenyum menahan tawa,ia merasa ucapan Niken sangatlah berlebihan."Nyonya,maafkan saya.Tapi dengan anda bersikap seperti ini kepada saya.Anda merasa tersaingi oleh saya.Padahal saya tahu diri,apalah saya ini dibandingkan dengan anda yang cantik dan seksi"


Niken menyorot wajah Laras dengan penuh rasa jengkel."Sebaiknya Nyonya jaga sikap agar Tuan tidak berpaling kepada wanita lain.Dan jangan anda sangka,karena Mbah sudah tiada.Anda bisa berbuat sesuka hati.Anda belum tahu bukan siapa saya?Saya adalah murid Mbah satu-satunya.Jadi semua ilmu Mbah ada sama saya"


Mendengar kebenaran ini,Niken melangkah mundur.Tatapan jengkel itu berubah seketika.Laras mengangkat sebelah bibirnya.

__ADS_1


"Tolong Nyonya, sebelum saya bersikap yang kurang menyenangkan kepada anda.Silahkan anda keluar dari kamar saya"Kata-kata Laras sopan tapi menyengat.Niken segera melangkah keluar dari kamar Laras secepat yang ia bisa.Laras tersenyum kecut melihat Niken Ayu yang menghilang dari balik pintu.


__ADS_2