SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 112 Kekacauan Di Pagi Hari


__ADS_3

Esok paginya,Lucy melakukan rutinitas seperti biasa.Sebelum mandi ia melihat Lisa masih meringkuk di tempat tidur.


"Lisa,, bangun sudah pagi"Serunya sembari melangkah ke kamar mandi.Selesai mandi ia menengok Lisa lagi.Masih ditempat yang sama namun posisinya berbeda.


"Lisa bangun kamu nggak mau sekolah"


Lisa membuka matanya,ia melihat saudaranya dengan mata sembab."Aku tidak mau sekolah,aku mau berhenti sekolah.Nanti aku bilang sama Ayah"


"Kamu sudah gila yah"


"Aku nggak bisa ngadepin teman-teman jika mereka tahu apa yang terjadi padaku Lucy "


"Mereka tidak akan tahu"


"Mereka pasti tahu,karena mereka merekam kejadian itu "Lisa tertunduk pilu.


"Apa??!!"


Lucy tidak menyangka Antok sampai melakukan hal seperti itu,ia terduduk lemas ditepi kasur.Kenyataan ini tidak bisa diterimanya,dengan Amarah yang membuat nafasnya memburu,Lucy bangkit lalu pergi tanpa sepatah kata.

__ADS_1


Zulkarnain heran melihat Lucy berlalu begitu saja dengan tatapan kosong.Ia bergegas menyusul putrinya yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Lucy"Zulkarnain meraih bahu putrinya namun ditepis Oleh Lucy.Tidak menyerah Zulkarnain berdiri menghalangi langkah putrinya.


"Menyingkirlah Ayah,aku tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaanmu"


"Lucy,ada apa dengan mu?"Zulkarnain tidak mengendahkan peringatan dari anaknya.Lucy mengibaskan tangannya ke samping bersamaan dengan itu tubuh Zulkarnain terbawa arus angin kencang yang tidak tahu darimana asalnya,hingga membuat tubuh Zulkarnain terhantam dinding.Dan anehnya tubuh Zulkarnain malah menempel pada dinding tersebut.Membuat ia tertahan di atas sana.


Belum lagi sakit akibat hantaman tubuhnya ke dinding,Zulkarnain merasa kesulitan untuk turun.Tubuhnya seperti ada lem yang sangat kuat yang sukar dilepaskan.


"Lucy!! tunggu"Seru Zulkarnain dengan terus berusaha melepaskan diri.Lucy tak mengendahkan panggilan Ayahnya,ia terus melangkah keluar.


"Bang"Andika berusaha menarik kaki Zulkarnain,tapi tetap saja dia melekat kuat.


Nouval ikut membantu,ia menarik satu kaki yang lain.Tetap saja tak ada hasil.Seluruh penghuni rumah yang ada diruangan tersebut auto panik kecuali Bu Minah.


"Zul takkan bisa lepas kecuali Lucy yang melepaskan"Serunya.


"Hah??kau jangan bercanda Minah.Apa Zul akan terus nempel disitu sampai Lucy melepaskannya?"Bu Ijah sangat tidak berharap itu terjadi.

__ADS_1


"Biasanya begitu Jah,tidak perlu terlalu dipikirkan.Yang harus dikhawatirkan adalah Lucy,pergi kemana dia?"Bu Minah menghempaskan pantatnya perlahan ke sofa diruang tamu.


"Minah,yang kamu khawatirkan cuma cucumu saja.Biarkan saja dia,toh dia sudah besar panjang,jadi bisa jaga diri sendiri.Apalagi sudah membuat Ayahnya menempel di dinding seperti cecak begitu"Bu Ijah jadi tersulut emosi.


"Jah,jika Lucy sudah melakukan seperti itu,itu adalah pertanda tidak baik.Dia sedang marah sekarang,dan bisa membunuh siapapun yang membuat dia marah"Bu Minah menjelaskan dengan pandangan keluar rumah,seperti fokus pada suatu benda.


"Kalau sampai dia membunuh orang???"Kalimat Bu Minah menggantung.Semua saling beradu pandang satu dengan yang lainnya.


"Dika,,cepat cari Lucy.Cari dia sampai dapat"Titah Zulkarnain kepada adiknya.


"Baik Bang"


"Tunggu!!"Suara Laras membuat Andika menahan langkahnya."Dia membawa topeng iblis pencabut nyawa,kamu takkan menemukannya,kecuali kamu tahu dia marah kepada siapa?"


Semua bingung sendiri,karena tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi?


"Lisa mana?"Zulkarnain baru ingat kalau hanya Lisa yang tidak ada diruangan ini.


"Di kamarnya Pa,aku akan memanggilnya"Nouval segera berlari ke kamar Lisa.Tapi tetap saja tak membuahkan hasil,karena Lisa mengunci pintu dari dalam dan tidak menjawab panggilan Nouval.

__ADS_1


"Dobrak saja pintunya"Niken memberi ide.Dan langsung dilaksanakan oleh Andika dan Nouval.Keduanya bergantian mendobrak pintu kamar Lisa.


__ADS_2