SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 62 Berhutang nyawa


__ADS_3

Andrew duduk dikursi yang sama tempat pertama kali ia melihat Lucy.Ia tertunggu-tunggu sampai bosan menunggu.Keberadaannya seperti santapan gratis para vampir kecil yang berterbangan.


Jam ditangannya sudah menunjukkan angka 11.30.Apakah dia akan lewat lagi??aku ingin menyapanya secara langsung.Itulah niatnya menunggu Lucy malam ini.


Sedangkan tidak jauh darinya,Lucy bersembunyi dibalik pohon.Ia melihat dengan seksama laki-laki dibawah itu.Barulah Lucy sadar kalau itu adalah Andrew.Jadi semalam yang melihatnya adalah Andrew.Pantas di sekolah dia sok mau deket.Payah...baru sekarang Lucy kepergok orang saat keluyuran tengah malam.


Andrew sudah mulai bosan,Ia bangkit dan melangkah pulang.Tiba-tiba dari belakang terdengar gemuruh riuh rendah, Andrew menoleh.Ia melihat ada seorang laki-laki lari sekencang mungkin dan dibelakangnya ada beberapa orang mengejarnya.


Andrew terpaku melihat apa yang ada dihadapannya, Dalam keadaan seperti terhipnotis Andrew dicekal oleh laki-laki yang tidak dikenal.Sebuah pisau ditodongkan ke lehernya.


"Jangan bergerak atau aku bunuh anak ini!!"Ancam laki-laki itu.


Andrew langsung pias, wajahnya pucat seperti tak berdarah.Para gerombolan orang yang mengejar saling berpandangan satu sama lain.

__ADS_1


"Kami tidak kenal anak itu, sekalipun dia mati tidak ada ruginya bagi kami"Jawab salah satu dari gerombolan itu menyeringai.


"Mampus bisa-bisa aku mati konyol"Andrew berucap dalam hati.Kalau dia tidak menolong diri sendiri siapa yang akan menolongnya.Tapi ia harus bagaimana ??? ujung pisau itu sudah tidak berjarak dengan kulitnya.


"Aku tidak main-main dengan ancamanku"Laki-laki itu menekan pisaunya hingga leher Andrew terluka dan berdarah.


"To--long"Andrew mengulurkan tangannya kepada para gerombolan itu agar mereka iba.Tapi mereka malah tertawa mengejek,malah sebagian ada yang melangkah maju semakin dekat.


Lucy membuka kacamatanya, sebuah cahaya seperti laser putih bersinar memotong dahan besar hingga tumbang dan mengenai tubuh para manusia yang berada dibawahnya.


Laki-laki itu merasa punya kesempatan,ia segera mengambil langkah seribu untuk kabur.Para gerombolan itu bersusah payah keluar dari timbunan dahan yang berdaun lebat.


"Kalian tidak apa-apa"Mereka saling bertanya keadaan masing-masing.Ternyata mereka tidak ada yang cedera parah.Hanya luka goresan terkena ranting-ranting pohon.

__ADS_1


"Ayo kejar dia,dia sudah berhasil kabur"


Semua kompak mengejar laki-laki tadi tanpa memperdulikan Andrew yang masih dibawah timbunan dahan berdaun lebat itu.


Sebenarnya Andrew bisa saja keluar dari timbunan sedari tadi,tapi ia menunggu orang-orang tak berperikemanusiaan itu pergi lebih dulu.Setelah situasi dinilai aman, barulah ia bangkit keluar dari timbunan.


Andrew membersihkan pakaiannya dan menyentuh lehernya yang terasa perih.Darah segar masih mengalir.


"Sialan..."Andrew menggerutu.Ia melihat kesekeliling, Lucy sudah tidak ada.Andrew menggigit bibir bawahnya,Ia merasa sudah berhutang nyawa kepada Lucy.


Ternyata benar,Lucy menyimpan sesuatu yang misterius dalam dirinya.Ia ingat betul bahwa mata Lucy memancarkan cahaya laser putih tadi dan menebang dahan pohon hingga nyawa Andrew bisa tertolong.


Tapi rasanya Lucy sengaja tidak menonjolkan kekuatannya, buktinya dia selalu memakai kacamata walaupun dianggap aneh oleh teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2