SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 77Malam menjelang Tidur


__ADS_3

Mumun meraih handphonenya yang ia simpan di atas Nakas, Seharian ini ia sibuk banget karena kedatangan si kembar sehingga ia tidak kepikiran sama Hpnya.


Tiga panggilan tak terjawab dari Andika tertera dilayar kaca ponselnya.Mumun langsung menelpon balik nomor Andika.


"Ya Tuan,maaf hari ini Mumun sangat sibuk sekali sampai nggak kepikiran megang Hp"


"Sibuk apa sih Mun??"suara Andika bertanya dari seberang.


"Putri kembar Non Aida sudah ditemukan Tuan,dan sekarang tinggal disini dengan pengasuhnya juga.Tuan tahu nggak ?? Nyonya Niken seperti kebakaran jenggot pas Tuan Besar bilang, kalau Nyonya Niken tidak bisa menerima keberadaan si kembar ? Nyonya Niken disuruh tinggal bersama Tuan Besar di Paviliun."


"Karena Villa ini sudah atas nama Non Aida.Jadi hanya si kembar yang berhak atas Villa ini.Terus pengasuh si kembar dikasih 10%saham.Dan ahli waris sah setelah Tuan Zulkarnain adalah si kembar "


"Coba Tuan pikirkan, pasti Nyonya Niken tidak akan nyenyak tidur malam ini"


Andika ternganga mendengar semua cerita Mumun.Segitu mudahnya anak Zulkarnain mendapat warisan.Ahli waris sah juga.


"Bisa-bisa aku nggak dapet apa-apa"Pikir Andika."Mun udah dulu ya,aku sakit perut ni"Andika langsung mematikan hpnya tanpa menunggu jawaban dari Mumun.


"Iiiiihhhhhh apaan sih ?? Dari tadi nelfon terus.Pas ditelpon malah sakit perut, ada-ada saja "Mumun menyimpan kembali handphone nya di atas Nakas.


"Ma.. Mama"Andika mondar mandir mencari Mamanya.Di kamarnya,Di ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, tidak jua ditemukan.Akhirnya ia berenisiatif untuk menelfon sang Mama.


"Hallo Ma,Mama dimana ?"


"Mama keluar sayang sama temen-temen Mama.Ada apa ?"Bu Lastri menjawab dari seberang.


"Kok nggak ngomong-ngomong sih sama Dika?"


"Mau ngomong gimana kamu lagi tidur "


"Ya udah deh "Andika mematikan panggilannya."Huf pas lagi dibutuhkan Mama malah nggak ada.Sekarang Mama sudah memiliki kesenangan sendiri, mangkanya kurang peduli sama Papa "Andika kembali ke kamarnya dengan wajah kesal.

__ADS_1


_Tok tok tok.


Terdengar pintu diketuk dari luar,Lisa dan Lucy saling bertatapan sesaat.


"Masuk!!! nggak dikunci kok"Lisa berseru lantang.Perlahan pintu terbuka, Ternyata Zulkarnain yang datang.


"Ayah??ada apa ??"


"Ayah ganggu nggak ??"


"Nggak dong"


"Jadi Ayah boleh masuk nih ??"


Lisa menjawab dengan anggukan.Zulkarnain melangkah masuk ke dalam kamar putrinya.Setelah menutup kembali pintunya,Ia mendekati anak kembarnya.


"Kalian betah nggak tinggal di rumah ini ??"Zulkarnain bertanya setelah ia duduk disebelah Lisa.


"Betah dong Ayah,Rumahnya bagus,ada kolam renang, makanannya juga enak-enak.Mandi pun pakek air hangat, pokoknya best banget Ayah"Lisa begitu bersemangat sekali.Zulkarnain tersenyum senang melihat tingkah laku putrinya itu.


"Tapi,,,kami kurang enak hati dengan istri Ayah"Lisa ragu-ragu mengutarakan isi hatinya.


"Dia memang begitu,tapi sebenarnya dia baik kok"


"Apa benar dia yang bunuh Ibu?"Lisa ingin membenarkan cerita Mumun dari mulut sang Ayah.Zulkarnain kaget Lisa bertanya hal itu.Ia bingung mau jawab apa ?


"Lisa, itu sudah menjadi masa lalu.Jangan kamu ungkit dimasa yang sekarang"Lucy menimpali dengan bijak.


"Maafkan aku Ayah"Lisa langsung meminta maaf kepada Ayahnya.


"Tidak apa Nak, kalian berhak tahu tapi Ayah tidak bisa bercerita sekarang"Zulkarnain menggenggam tangan Lisa.

__ADS_1


"Kami akan menunggu sampai Ayah siap bercerita"Lisa membalas genggaman tangan Ayahnya."Yang pasti Ibu kita cantik kan Ayah?dan juga baik"


"Itu benar, karena itulah Ayah sangat mencintainya sampai sekarang"


"Beruntungnya Ibu kita,aku berharap bisa mendapatkan laki-laki seperti itu"


"Gimana mau di cintai sampai mati, kalau kelakuan kamu selalu gonta-ganti "Lucy menyindir.


Buk!!


Lisa melempari saudaranya menggunakan bantal."Masih mending, dari pada kamu! Sudah aneh, nggak laku"


"Eh jangan salah Non, bukan nggak laku ya?tapi malas ngapusi kamu yang selalu nangis kalau gebetannya malah deketin aku"


"Iiiiiihhhhh "Lisa melempar lagi bantal ke arah Lucy, Tapi malah berbalik arah kepada dirinya sendiri.Dilempar lagi, balik lagi, lempar lagi balik lagi"Iiiiiihhhhh "Lisa menghentakkan kakinya berkali-kali."Kamu curang!!kamu pakek kekuatan kamu"


"Aku nggak ngapa-ngapain loh"Lucy mengangkat kedua tangannya.


"Ayah.. Lihat sendiri kan, Lucy pakek kekuatannya ngelawan aku"Lisa mengadu mencari pembelaan.Zulkarnain dari tadi hanya senyam-senyum menyaksikan pertengkaran kedua putrinya.


"Tolong aku Ayah"


"Aku harus gimana ??"Zulkarnain menjawab dengan senyuman yang tak lekang.


"Pegangin Lucy, dan tutup matanya"


"Nggak berani Ayah"Zulkarnain beradegan seolah-olah ketakutan.Lucy memeletkan lidahnya.


"Iiiiiihhhhh Ayah pasti sekongkol ni"


"Aduh kok malah jadi tertuduh,mending Ayah keluar saja"Zulkarnain bangkit lalu mengecup kening kedua putrinya secara bergantian."Selamat tidur sayang"

__ADS_1


"Selamat tidur Ayah"Lisa dan Lucy kompak menjawab.


"Mimpi indah Ayah"Lucy menambahkan.Zulkarnain mengangguk, Lalu ia keluar dari kamar anak-anak gadisnya itu.


__ADS_2