SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 117 Kedatangan Santi


__ADS_3

Mentari pagi sudah menyapa sebagian penduduk Bumi.Lisa menggeliat bangun dengan senyuman,semangat hidupnya seperti sudah kembali.Ia melangkah ke kamar mandi dengan bersenandung kecil.


Lucy menautkan kedua alisnya mengekori langkah Lisa dengan tatapan penuh tanda tanya."Apakah Lisa sudah baik-baik saja?"Pikir Lucy dalam hati.


Lucy menghela nafas sambil menjingkat bahu,ia melanjutkan kerjanya merapikan buku ke dalam tasnya.


Zulkarnain pun tidak berbeda jauh perasaannya ketika melihat Lisa datang dengan senyuman merekah.Seperti biasa,ia akan mencium pipi Zulkarnain sebelum duduk didepan meja makan.


"Kamu baik-baik saja nak?"


"Aku baik-baik saja Ayah,maaf karena aku selalu membuat masalah"Lisa menggenggam tangan sang Ayah.Zulkarnain menjawab dengan senyuman.


"Pa,besok udah hari ulang tahunku"Nouval menimpali.


"Iya sayang Papa ingat kok"


"Tapi Kakek dan Nenek tidak bisa hadir,katanya ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan"Nouval nampak sedih.


"Tuan"


Belum sempat Zulkarnain menjawab pernyataan putranya,tiba-tiba Mumun datang seperti ada sesuatu yang mendesak.


"Ada apa Mun?"


"Ada tamu Tuan,katanya ingin bertemu dengan Tuan"Penjelasan Mumun membuat semua orang saling berpandangan satu sama lain.


"Si..."Kata yang terucap belum lengkap,sudah terdengar suara manja memanggil.


"Zul..."Santi berhambur memeluk Zulkarnain yang terpinga-pinga melihat kedatangannya.Ia mencium pipi Zulkarnain dengan mesrah tanpa memperdulikan tatapan orang sekitar.


"Hey siapa kamu?"Datang datang main nyosor aja"Hardik Niken dengan intonasi yang tinggi.Ia berdiri dengan berkacak pinggang.


"Aku??Mas Zul belum cerita tentang aku sama kamu?"Santi dengan tanpa berdosa malah berbalik bertanya.


Niken beralih menatap suaminya dengan tatapan intimidasi.Zulkarnain jadi bingung harus bagaimana,apalagi diruangan itu ada Bu Minah dan Bu Ijah.


"San,kenapa kamu kesini?"Zulkarnain berdiri di antara dua wanita itu.


"Aku kangen kamu Mas,kemarin kamu nggak masuk kerja nggak bilang-bilang sama aku"Santi merengek dengan memeluk tubuh Zulkarnain.


"Iya maaf,aku lagi sakit.Sekarang kamu pulang dulu ya "Sikap Zulkarnain yang begitu lembut kepada Santi memancing amarah Niken Ayu.


"Oh Jadi begitu kelakuan kamu dibelakangku Mas?"

__ADS_1


"Niken tenangkan dirimu dulu"


"Tenang katamu Mas? Bagaimana aku bisa tenang,setelah melihat kamu bermesraan didepanku dan anak-anak,Ada Bibik dan Ibuk juga.Apalagi dibelakang kami?Andika..."Niken mengalihkan pandangannya kepada Andika,Andika yang semula diam jadi gelagapan ketika namanya disebut.


"Kamu pasti tahu kelakuan Mas Zul di Kantor kan??Atau kamu sudah bersekongkol dengannya"Niken tidak segan menuding mantan kekasihnya itu.


"Jangan sembarangan kalau ngomong"Bantah Andika.


"Zul..."Bu Minah ikut angkat bicara"Kalau kehadiran kami sudah tak dihargai,lebih baik kami pulang saja"Nada bicara Bu Minah datar saja namun menusuk hati.


"Buk jangan begitu Buk,,, Santi tolong pulang sekarang atau kita tidak usah bertemu lagi"Zulkarnain langsung menegaskan suaranya.


"Tapi Mas"Santi ingin membantah.Tapi Zulkarnain mengangkat tangannya menuding keluar.


"Cepat pulang sekarang!!"


Santi merasa dipermalukan,ia melangkah pergi dengan Isak tangis agar Zulkarnain iba.Akan tetapi Zulkarnain tetap diam ditempat menatap punggung Santi yang menghilang dibalik pintu.


"Kau sudah keterlaluan Zul"Bu Ijah yang semula diam menunjuk ketidaksukaannya terhadap sikap keponakannya itu."Entah sifat dari belah siapa menurun padamu"


Zulkarnain duduk dengan wajah tertunduk.Niken pun duduk dengan emosi yang belum stabil.


"Kasianlah Aidaku"Desah Bu Minah pilu.Zulkarnain semakin merasa bersalah.


"Ngapain dia diundang di acara ulang tahunku?Ogah aku menerima tamu seperti dia"Nouval begitu emosi menanggapi perkataan Lucy.Lucy melempar senyuman penuh arti ke arah adik bungsunya.Nouval menautkan kedua alisnya merasa kurang memahami apa maksud saudarinya itu.


"Sudah-sudah jangan bertengkar didepan meja makan,pamali"Bu Ijah menengahi meskipun hatinya sendiri sangat dongkol.


"Nggak perlulah kamu mengantarkan mereka ke sekolah sayang"Ucap Niken disaat Nouval berpamitan mau pergi ke sekolah.Ia menatap sinis ke arah Lucy yang sudah menunggu Nouval didalam mobil.


"Kenapa Ma?"


"Sakit hati Mama ketika dia berasumsi untuk mengundang pelacur tadi ke acara ulang tahunmu"Wajah Niken sememangnya mengguratkan keperihan di dalam hatinya.


"Ma,aku yakin Kak Lucy merencanakan sesuatu.Dia tidak sejahat yang Mama pikir"Nouval berusaha menghapus prasangka buruk Mamanya.


"Kamu jangan terlalu naif sayang,dia pasti dendam dengan Mama karena masa lalu"Bantah Niken.


"Ya sudah nanti Mama bisa lihat sendiri,Nouval berangkat dulu Ma"Nouval berlari kecil masuk ke dalam mobilnya.Setelah melambaikan tangan,ia memacu mobilnya menelusuri jalan raya.


"Apa kamu berpikir seperti apa yang Mama kamu pikirkan?"Tanya Lucy disaat ia akan keluar dari dalam mobil adiknya.Nouval tersenyum,tapi tak berkata sepatah kata.


Lucy sudah paham meskipun adiknya tidak memberikan jawaban apapun.Ia keluar dan melambaikan tangan mengiringi kepergian adiknya menuju sekolahnya.

__ADS_1


Lisa dan Lucy berjalan beriringan menuju ke kelas,disepanjang perjalanan Lucy terheran-heran dengan desas-desus para siswa-siswi yang membicarakan Antok dan Danu.Lucy menajamkan pendengarannya.


"Iya serem banget loh"


"Ho-oh sampek terbelah jadi dua"


"Katanya pembunuhnya perempuan pakek topeng dan topengnya serem banget"


"Sampek sekarang loh ibuknya si Danu kayak orang stress"


"Ya gimana nggak stress,Danu dibunuh di depan orang tuanya dan juga adiknya"


"Antok pun nggak beda jauh keadaannya,Apa pembunuhnya orang yang sama?"


"Mungkin"


Lucy serta merta menahan tangan Lisa,Bayangan pembunuhan itu nyata didepan matanya.Lisa sudah paham bahwa Lucy sudah tahu semuanya.Karena itu disaat Lucy menarik tangannya,ia ikut saja.


"Kamu yang membunuh Antok dan Danu?"Lucy langsung meluncurkan pertanyaan disaat keduanya sampai di atap sekolah.


"Seperti yang kamu tahu"Jawab Lisa tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Kenapa kamu lakukan itu Lisa?"


"Karena kamu tidak bisa melakukannya,maka aku turun tangan sendiri"


"Dan kamu menggunakan topeng itu?"


"Yah,,,kenapa?"


"Kamu tahu apa dampaknya terhadapmu?"


"Amazing...itu sangat luar biasa Lucy.Aku merasa hebat,aku bisa melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya"Lisa begitu bersemangat menunjukkan perasaannya.Lucy menggeleng pelan.


"Kamu sengaja memanggil kematianmu sendiri Lisa"


Lisa mengangkat sebelah bibirnya,"Kau tidak ingin kehebatan itu dimiliki orang lain kan?"


"Kalau semua memang baik-baik saja,Mbak Laras pasti dengan senang hati mau menjaga topeng itu Lisa"Lucy menaikkan intonasi suaranya.Membuat Lisa terpana dan merasakan tengkuknya meremang.


"Kau selalu begini,selalu berbuat tanpa memikirkan akibatnya"Lucy menggemprak pintu seraya berlalu pergi meninggalkan Lisa yang termangu-mangu sendiri.


Tak pernah Lucy semarah ini,Ia tahu karakter adiknya itu.Apakah benar ada akibat besar kepadanya karena menggunakan topeng itu?Tapi ia tidak merasakan apapun.Mungkin hal itu tidak berpengaruh terhadap dirinya.Lisa bermonolog sendiri.

__ADS_1


__ADS_2