SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
PERISTIWA


__ADS_3

Pagi menjelang, baik Nai dan Arimbi kini mulai membantu para ibu menyiapkan sarapan. Reno dan Langit kembali bertugas menjaga keamanan sekitar. Mereka masih di panti berencana akan pulang ke kastil hari ini.


"Baby, kalian bawa ini untuk pengawal ya," ujar Lastri menyerahkan troli berisi penuh makanan.


Arimbi dan Nai mengangguk. Rahma, Aini, Sari dan Anyelir mendorong troli berisi piring, gelas dan lainnya.


Langit, Dahlan dan Gio langsung mendatangi para wanita yang mendorong troli. Reno sedang berpatroli bersama para pengawal lainnya.


"Sarapan sudah siap!" seru Gio.


Beberapa pengawal mengucap terima kasih. Semua wanita meninggalkan mereka. Nai dan Arimbi duduk bersama saudaranya yang lain.


"Sean ... kamu makan apa?" tanya Nai.


"Ini makan tuna suir buatan Nini Nanaj," jawab Sean.


Nai menyendok nasi dari piring saudaranya dan menyuap ke mulutnya sendiri. Arimbi minta disuapi oleh Seruni.


Begitu lah semua anak-anak jika ada orang tua mereka. Semua manja dan tak mau kalah dengan para perusuh junior.


Reno, Langit, Gio, Hendra dan Dahlan juga Felix datang mereka adalah pengawal keluarga jadi harus berada dekat dengan keluarga.


"Baby ... layani suami kalian dulu!" perintah Bram.


Nai, Arimbi, Sari, Rahma dan Anyelir juga Aini mengurusi suami mereka.


"Abi!" pekik Arsh.


Bayi tampan itu menaiki Dahlan. Meghan sedang disuapi Dinar. Para bayi diurus oleh wanita itu dibantu Maria, Seruni dan Lidya. Saf mengurus Samudera, Benua, Sky, Domesh dan Bomesh. Semakin besar baik Sky, Benua, Domesh dan Bomesh tak banyak bicara seperti waktu bayi dulu.


"Sky ... udah lama kita nggak berpetualang," ujar Bomesh.


"Iya, apa mau jalan-jalan?" sahut Sky.


"Mau jalan-jalan ke mana?" tanya Benua.


"Kita nggak tau tempat di sini, entar kita nyasar loh!" lanjutnya.


"Ya pas di Indonesia aja Kak," jawab Bomesh.


"Kita hanya tau sekolah sama rumah. Emang bisa pergi ke mana?" tanya Domesh.


"Kita diikutin pengawal terus," lanjutnya.


"Iya ya," sahut Sky.


"Udah lah nikmatin aja," ujar Bomesh pasrah.


Samudera menghela napas. Bocah itu tak memiliki saudara seumuran. Samudera lahir empat tahun setelah lahirnya Kaila, Dewa, Dewi, Rasya dan Rasyid.


Sedang di tempat lain. Andoro sangat terkejut ketika mengetahui jika putranya telah menikah secara agama. Hanya bermodal uang mahar lima miliar rupiah.

__ADS_1


"Jadi putraku sudah menikah?" tanya Luisa tak percaya.


"Ya ... Tuan Triatmodjo yang langsung menikahkan mereka agar tak terjadi fitnah sayang," jawab Andoro dengan mata berbinar.


"Mereka maksudmu, apa ada pernikahan lain selain putra kita?" Andoro mengangguk membenarkan terkaan istrinya.


"Iya sayang. Reno juga dinikahkan dengan Nona Arimbi dengan mahar sama,' jawabnya.


"Apa itu sah? Kita nggak hadir loh di sana?" tanya Luisa.


"Itu sah sayang. Kecuali Langit adalah perempuan dan kita tak merestuinya," jawab Andoro.


"Kita harus membawa mereka kesini sayang!" ujar Luisa.


"Nai harus ikut kita. Langit sudah mendapat istri incarannya," lanjutnya.


"Tidak bisa sayang," jawab Andoro.


"Apa maksudmu tak bisa ... Langit adalah putra kita!" sanggah Luisa.


"Langit tidak mau bersama kita. Dua sudah bahagia di sana," jawab Andoro.


"Apa-apaan anak itu!" teriak Luisa marah.


"Sayang ... ini salah kita juga," ujar Andoro.


"Apanya yang salah? Aku mendidik putraku sesuai drajat dan status sosialnya!" sahut wanita itu geram.


"Apanya yang beda!?"


"Aku tanya, selama ini apa istri dari Tuan Dougher Young sering muncul di acara sosialita yang sering kau dan istri-istri pengusaha adakan?' Luisa menggeleng.


"Baik Nyonya Lastri yang memiliki restauran Indonesia terbesar di Eropa, lalu Nyonya Najwa yang seorang tata buku ternama, belum lagi Nyonya Widya?" Luisa terdiam.


"Mereka tak pernah muncul di acara apapun," sahut wanita itu.


"Tidak, mereka tidak mau memamerkan diri. Tapi lihat semua pekerjaan sosial yang mereka lakukan,' ujar Andoro.


"Ketika ada badai Catherina melanda kawasan Eropa timur. Entah siapa yang mengirim bantuan sebegitu banyak dan bisa memenuhi semua kebutuhan para korban bencana. Banyak istri-istri pengusaha kaya mengakui, bahkan kau juga ikut mengklaim bukan?" Luisa menunduk malu.


"Jangan ingatkan aku tentang itu!' sahutnya.


"Ternyata Nyonya Widya yang memberi bantuan. Kita mengetahuinya hanya gara-gara salah seorang wartawan memergoki wanita itu membeli kebutuhan bayi yang begitu banyak. Walau dia mengelak jika dia hanya suruhan suaminya saja," lanjut Andoro.


"Aku membencinya waktu itu," sahut Luisa.


"Kenapa? Karena ketahuan kau tak melakukan apapun?' sindir pria itu.


"Ck ... memang kau sudah melakukan apa?" sahut Luisa balas menyindir suaminya.


Sedang di tempat lain Remario tak terkejut jika putranya sudah menikah dengan Arimbi. Pria itu malah senang dan tengah menyiapkan koper untuk terbang dan menyambangi kastil Bart.

__ADS_1


"Keluarga itu memang selalu bergerak cepat jika masalah pernikahan. Tuan Herman pasti tidak mau putrinya jalan berdua tanpa ikatan dengan siapapun," terkanya.


"Ah ... Papa senang, kau mau menuruti ayah menikah dengan Nona Arimbi. Kau pasti tidak akan menyangka dengan kekuatan dan kegeniusan istrimu nanti!' gumamnya bermonolog.


"Papa!" Remario terjengkit kaget.


Seorang gadis berpakaian seksi datang. Rambut warna-warni dengan setelan kulit serba hitam.


"Andrea,"


"Papa ... mana Reno!'


"Pergi kau!" usir pria itu kasar.


"Vano, Andrew, Alex!" teriak pria itu.


Tiga orang pria datang tergopoh-gopoh. Remario memukuli mereka.


"Sudah kubilang jangan biarkan anak ini masuk!"


"Maaf Tuan ... kami kira!"


Bug! Tiga pria terjatuh di lantai. Andrea terdiam, gadis itu sudah tidak diterima di mansion milik Sanz. Remario dari dulu tak menerima gadis itu jadi kekasih putranya.


"Usir anak ini!" teriaknya.


Alex dan lainnya menyeret gadis yang kini meronta minta dilepaskan. Remario langsung memecat semua orang yang membiarkan Andrea masuk rumahnya.


"Tuan ... kami hanya ingin Nona Andrea diterima. Tuan Reno mencintai Nona Andrea," ujar salah satu maid sok perhatian.


"Keluar kau dari mansionku!' usir Remario. "Perlu diingat. Putraku saat ini sudah menikah dengan wanita yang seribu kali lipat lebih baik dari nona yang kalian agungkan itu!"


Ada sebelas maid dan tiga belas pengawal dipecat oleh Remario karena membiarkan Andrea masuk. Pria itu tak peduli sama sekali pada mereka yang memohon.


"Sepertinya aku harus mengganti semua pengawal dari perusahaan SavedLived," monolognya.


Pria itu mengambil ponsel miliknya. Ia menelepon asisten kepercayaannya dan meminta memecat semua pengawal dan mengambil pengawal baru dari perusahaan besannya.


Remario pun berangkat sendiri ke bandara pribadi miliknya. Pria itu akan menjual semua asetnya di Eropa dan pindah ke Indonesia. Remario yakin jika putranya tak ingin tinggal bersamanya.


"Aku yang akan tinggal bersamamu sayang," ujarnya dengan senyum lebar.


Sedang di tempat lain, Reno menggendong Aaric putra dari Dominic. Bayi itu memang jadi magnet karena kisahnya yang nyaris membuat Kekuarga sedih berkepanjangan.


"Hai tampan .. kau tampan sekali!' ujarnya gemas.


"Aaaahhh!" pekik semua bayi juga mau digendong.


"Kalian perusuh baru!" gemasnya sampai giginya gemerutuk.


bersambung.

__ADS_1


Next?


__ADS_2