SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 41 kedatangan bibiku dan ibu mertua


__ADS_3

POV ZULKARNAIN


_Sesampainya Di villa,aku turun sambil menggendong NOUVAL.Niken sudah standby menunggu diteras.


"Sekarang NOUVAL sama Mama dulu ya... Papa berangkat kerja lagi"


NOUVAL mengiyakan, iapun berpindah tangan kedalam pelukan sang mama.


"Dada Papa"NOUVAL melambaikan tangan. Aku membalas lambaian itu, Dan masuk kembali kedalam mobil.


Mobil melaju perlahan,aku tetap melambai ke arah NOUVAL.Bocah kecil itu mengecup telapak tangannya memberikan kiss jauh padaku.Aku pun melakukan hal yang sama.Begitulah rutinitas ku setiap harinya sejak NOUVAL masuk sekolah TAMAN KANAK-KANAK.


Jalan raya tampak lengang,mataku menatap keluar mobil, pikiran ku melayang ke kejadian baru saja yang ku alami.Walaupun hal aneh itu terjadi hanya beberapa detik, tapi aku sangat merasakannya.


"Rik..."


"Iya Tuan"


"Apa kamu melihat dengan jelas apa yang terjadi tadi ?"


"Iya Tuan.. untung Tuan berhenti tepat waktu.Kalau tidak entah lah apa yang akan terjadi kepada Tuan "


"Kamu melihat aku berhenti berlari ??"


"Iya Tuan "


"Tidak Rik... sebenarnya tidak!"


"Lalu ??"


"Ada seberkas cahaya menyirat cepat menahan tubuhku"

__ADS_1


"Masak sih Tuan ?? tapi saya tidak melihatnya "


"Kejadiannya sangat cepat Rik..."


"Apa yang sedang tuan pikirkan ???"


"Aku rasa pernah melihat cahaya yang sama tapi aku tidak begitu yakin "


Aku mencoba menepis pikiran dan suara hatiku, karena aku takut kecewa.Bila hati sudah kecewa lama akan seperti semula.


Tak terasa mobil yang ku naiki sudah sampai di halaman GRAND GOLDEN GRUP.Aku turun dari mobil dan disambut oleh scurity.


"Maaf Pak ada tamu sedang menunggu anda"ucap Pak scurity.


"Tamu? siapa ?apa sudah membuat janji?"


"Saya rasa belum Pak, mereka hanya bilang ingin berjumpa dengan anda"


"Ada dimana ??"


"Di Lobi pak"


aku pun bergegas pergi menemui tamu ku itu.


__"Bibik..."aku terpana melihat siapa yang datang, segera aku mempercepat langkah ku.


"Bibik...Ibuk..."seruku kepada dua wanita tua yang selama ini aku cari keberadaannya.Keduanya mengangkat wajah dan melihat ke arah ku.


"Zul"bibik berhambur memelukku.Ku balas dengan dekapan erat karena begitu sangat aku merindukannya.Bu Minah ,ibu mertuaku juga bergantian memelukku.


"Ayok keruangan Zul saja Bik.Biar lebih selesa"ajakku.Ku rengkuh pundak bibikku."Ayok Bu..."

__ADS_1


keduanya mengiyakan.Ku papah mereka naik lift menuju ruang kerjaku.Hatiku sangat bahagia melihat keduanya sehat wal'afiat.Selama ini sudah ku cari kemana-mana tapi tak dapat 1 pun petunjuk.Aida memang sangat pintar menyembunyikan mereka.


"Bagaimana kabarmu nak?dan juga Aida, gimana kabarnya?"tanya Bu Minah ketika sudah duduk di sofa berjejer dengan Bibiku.


aku tercekat, seolah -olah menelan air liur pun tak bisa.


"Aku sangat merindukannya, sudah lama dia tidak menelfon ibu.Terakhir dia nelfon 2minggu lagi katanya mau lahiran.Iya kan jah??"Bu Minah meminta kepastian.


"iyia... pasti anakmu sudah besar to Leh"sambung Bibiku.


aiku tak bisa berkata apa-apa,sungguh susah dijelaskan.


"Mmm Bibik kok tau alamat kantor dari siapa ??"aku mengalihkan pembicaraan.


"Aku minta tolong sama Bagus,anak e tetangga sebelah rumah biar nyari tahu di komputer alamat kantor Bapakmu yang ditulis mendiang Ibumu.kan Aida juga nyarinya di komputer "


"Oh gitu "


"Cepat panggil Aida suruh kesini nak,bawa sekalian cucuku"timpal Bu Minah.


"eeeeeee"aku tidak bisa melanjutkan kalimat ku.


"Kenapa ???apa yang terjadi ??"Bibiku langsung curiga.


"Terjadi apa Jah... jangan buat takut lah"sahut Bu Minah.


"Aku yakin pasti terjadi sesuatu Minah,Zul kelihatan gelisah"


"Bener toh nak telah terjadi sesuatu"selidik Bu Minah.


Mau tak mau aku harus menceritakan semuanya.Ini sudah resiko mereka harus tahu kenyataan nya.

__ADS_1


__ADS_2