SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 46 Lembaga hitam


__ADS_3

"Gimana di sekolah baru??betah??"tanya Laras kepada Lucy yang sibuk membantunya membenahi jualan.Lucy mengangguk.


"Apa ada teman yang meledekmu karena kamu tidak melepas kacamatamu?"


Lucy diam.Laras menghela nafas.


"Maafin Mbak ya"Laras sangat merasa bersalah sekali.Ia terus saja terbayang bayang ucapan Lucy disaat mengaku sangat merindukan orang tuanya."Apapun yang dilakukan Mbah,itu semua demi kamu Dan Lisa "


Lucy mengangguk sambil tersenyum.


"Mbak sayang banget sama Lucy, Mbak sangat sakit hati kalau Lucy sedih "


"Kalau sama Lisa nggak sayang ya ?"tiba-tiba saja Lisa datang.


"Ya sayang dong"Laras membentangkan kedua tangannya,Lisa langsung berhambur memeluk Laras.


"Mbak emang Lucy sedih karena apa??"


"Karena pindah sekolah"jawab Laras sekenanya.


"Iya...di sekolah baru Lucy dibilang aneh.Dia diolok-olok sama teman-teman.Aku kesel banget, tapi Lucy diam aja "


"Gitu ya...."


"he-em "Lisa mengangguk meyakinkan. Laras menatap Lucy penuh kesenduan.


"Mbak aku ngantuk"


"Ya udah ayok ke kamar Mbak kelonin,Lucy tungguin toko dulu ya"


Lucy menjawab dengan anggukan.Laras menggendong Lisa masuk ke dalam kamar.


"Mbak...Mbak Laras...."tiba-tiba ada suara memanggil.Lucy bangkit kemudian keluar. Ada ibu-ibu muda tengah menggendong anaknya.

__ADS_1


"Eh Lucy, Mbak Laras mana?"


"Di dalam"


"Lucy tahu nggak obat demam untuk anak-anak"


Lucy diam ia menatap tajam anak kecil yang ada dalam dekapan ibunya itu.


"Lucy"ibu itu memanggil Lucy yang membisu.


Lucy agak kaget,ia segera mengangguk lalu masuk ke dalam mengambil obat.


"Ohh terimakasih ya...berapa harganya ?"tanya ibu itu setelah menerima obat dari Lucy.


"15ribu"


Ibu itu mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.Disaat itu Lucy mengambil kesempatan untuk mengelus kening anak yang tengah tidur itu.


Ada benda besar hitam berbulu dengan mata merah mengikuti ibu dan anak itu.Benda besar itu pun merasa kalau Lucy bisa melihatnya.Dengan mata merah menyala ia menakuti Lucy,tapi Lucy tidak bergeming.Malah ia memancarkan cahaya kemarahan dari matanya.


"Lucy..."suara Laras memanggil.Dengan serta merta Lucy masuk ke dalam warung."Dari mana saja kamu ?"


"Tadi ada orang beli-beli "


"Ohh"


"Aku mau tidur Kak"Lucy dengan cepat masuk ke dalam kamar sebelum Laras menjawab.Laras menggeleng pelan melihat tingkah Lucy.


Jam sudah menunjukkan pukul 24.30.Laras yang tengah menjaga toko sudah terlihat mengantuk.Berkali-kali ia menguap,tapi ditahannya.


Tanpa Laras sadari Lucy diam-diam keluar.Dengan kekuatan nya ia berjalan tidak menapak tanah, melainkan menapak dedaunan pohon paling pucuk.Biar tidak kelihatan orang-orang yang belum tidur.


Lucy menuju rumah ibu-ibu tadi.Dia mengikuti bau anak kecil yang disentuhnya tadi.Disaat sudah sangat dekat, dengan jelas ia melihat lembaga tadi diatap rumah sedang bertengger.

__ADS_1


Makhluk ini makhluk kiriman seseorang yang ingin membunuh anak itu.


Dengan santai Lucy berbatuk-batuk kecil membuat makhluk itu menoleh ke arahnya.Dia mengerang menakuti Lucy.Tapi Lucy malah membuka kacamatanya menunjukkan sinar matanya.


Makhluk itu kaget.


"Siapa kau??"suaranya menggelegar terdengar.Tapi hanya Lucy yang bisa mendengarnya.


"Pelindung anak itu"jawab Lucy.


"Kau jangan ikut campur"


"Sebaiknya kau yang pergi sebelum ku musnahkan kau"


"Hahahaha kecil-kecil sudah sombong "


Lucy merasa sangat muak,ia memang tidak suka bicara panjang lebar.Segera ia mengeluarkan topeng iblis pencabut nyawa,lalu memakainya.


Seketika itu angin berhembus kencang, sebuah pedang samurai tergenggam ditangan Lucy.Makhluk itu kaget,ia membelalakkan matanya melihat siapa yang ia hadapi.Tapi ia bingung karena apa yang ia lakukan adalah perintah tuannya.Kalau dia pergi sebelum tugasnya selesai,maka ia akan menerima hukuman.


"Ampun... ampun Tuan iblis, Ampun"


"Pergi!!!"suara Lucy berubah serau.


"Ta-ta-tapi"


Sebelum mata berkedip, samurai itu melesat memutuskan tangan makhluk itu.


AAAAAAAAAAKKKKK


Makhluk itu mengerang kesakitan.Tanpa menunggu lebih lama lagi makhluk itu menghilang dari pandangan.


Lucy membuka topengnya perlahan, dan menyimpannya dibalik bajunya.Ia pun kembali ke toko, menyelinap masuk tanpa Laras sadari.

__ADS_1


__ADS_2