SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SELAMATAN


__ADS_3

Dua Minggu berlalu, banyak wartawan datang di hotel mewah milik Bram. Sebuah ballroom dihias begitu indah dan sangat berkelas.


"Astaga ... jadi kini keturunan dari Starlight dan Dougher Young bertambah?" tanya salah satu wartawan.


"Iya bahkan mereka juga memperkenalkan anak-anak para pengawal!"


"Belum lagi Nyonya Sanz dan Nyonya Dewangga yang nanti jika melahirkan," ujar lainnya lagi.


"Kita belum tau siapa jodoh dari Tuan Muda Black Dougher Young, Tuan muda Pratama dan Tuan muda dari Triatmodjo!" sahut lainnya lagi.


"Mereka benar-benar keluarga besar!"


"Semua berjodoh dengan para pengusaha!" sahut lainnya lagi.


"Para pengawal juga pengusaha yang menyamar!" ujar lainnya.


"Semua jodoh dari Dougher Young, Pratama dan Triatmodjo adalah orang-orang hebat!'


Bayi-bayi digendong oleh ayah-ayah mereka. Juno dan Gio membawa dua bayi mereka. Demian satu lalu Andoro membawa dua bayinya.


"Wah ... itu mereka!" semua wartawan berebutan mengambil gambar.


Para pengawal sigap dan sudah dikondisikan agar semua aman terkendali. Penjagaan dan pemeriksaan ketat dilakukan. Tak ada yang bisa menggoyahkan penjagaan dari pengawal SavedLived.


"Tinti ... atuh Posan!' keluh Fatih.


Dian menyamakan tinggi dengan anak-anak yang sudah siap tampil di panggung untuk mempersembahkan sebuah karya.


"Sabar ya Tuan Baby," ujar Dian mengelus pipi lembut Fatih.


Fatih berpipi gembul dan kemerahan, begitu juga bibirnya. Manik abunya juga sangat membuat bayi itu sangat beda sendiri. Arsh tengah menggelayut pada Harun.


Mata abu tiga kembar dari pasangan Darren dan Safitri, karena putra ke empat mereka bermata coklat terang seperti sang ayah.


Kean, Calvin, Kaila, Harun, Arsh, Nisa dan Zaa bermata biru seperti kakek mereka Bart.


"Astaga aku penasaran dengan iris mata anak-anak dari Tuan Sanz dan Nyonya Arimbi!" seru beberapa wartawan.


"Nyonya Arimbi ... apa kah ada niat anda untuk segera memiliki keturunan?" tanya salah satu wartawan berani.


"Saya sih ingin ... tetapi Tuhan kan yang punya rencana. Terlebih saya belum dua puluh tahun!" jelas Arimbi.


"Nyonya Dewangga ... bagaimana dengan anda. Setelah satu tahun lebih menikah, anda mendapat adik ipar?' tanya wartawan pada Nai.


"Ya tidak apa-apa. Saya juga tengah menikmati momen sebagai istri. Saya yang tadinya hanya tau ibu dan ayah saya. Kini berperan sebagai istri. Tentu butuh waktu untuk menyesuaikan diri!' jawab Nai panjang lebar.


"Baik kami akan memperkenalkan anak-anak kami!' seru Gabe memulai acara.


"Pertama adalah putri ketiga dari pasangan Demian Starlight dan juga Lidya Pratiwi Hugrid Dougher Young, bernama Almeda Mafaza Starlight!'


Demian maju dan memamerkan bayi cantiknya. Faza bermata sama dengan sang ayah, biru dan juga berambut pirang.


"Mashaallah cantik sekali!" puji beberapa wartawan lalu mengabadikannya.


"Kedua adalah anak kembar sepasang dari Tuan Andoro dan Nyonya Luisa Dewangga, Auzora Kamila Dewangga dan Davendra Putra Clementino Dewangga!' lanjut Gabe.

__ADS_1


Andoro membawa dua bayinya yang berusia satu bulan lebih itu. Dua bobot bayi itu sudah besar.


"Bukankah mereka kembar prematur? Mashaallah cepat sekali besar!"


Dua bayi ajaib itu juga sangat membuat para wartawan semangat. Wajah Luisa menempel pada keduanya.


"Dan ini adalah putra dari Tuan Budiman dan Nyonya Gisel Dougher Young!"


"Wah ... matanya biru juga!' seru para wartawan.


"Namanya Horizon Ahmad!" lanjut Gabe.


'Selanjutnya!" seru Gabe lalu disertai gemuruh wartawan.


"Putra dari Tuan Rion Permana Hugrid Dougher Young dan Azizah Putri Sabeni. Bernama Adya El Ryozza Hugrid Dougher Young!'


"Haaa!" pekik bayi itu mulai kesal dengan kilat kamera yang membidiknya.


"Hahahaa ... dia sudah menampakkan arogannya!' kekeh beberapa wartawan.


"Galaknya seperti Tuan Muda. Arshaka Dougher Young!"


"Spasa mandhil Alsh!' Arsh maju dan hendak marah.


Gomesh mengambil bayi galak itu dan membuat Arsh mengomeli raksasa itu.


'Next!" seru Gabe lagi-lagi membuat para wartawan tertawa.


"Biar saya melanjutkan Tuan!' aju Dahlan menawarkan diri.


"Kali ini anak-anak dari pengawal ya!" semua bersorak dan bertepuk tangan.


"Kembar sepasang dari pasangan Juno dan Layla, bernama Hasan Putra Hamdani dan Hapsa Hamdani Putri!"


Juno membawa dua kembarnya ke depan dan para wartawan mengambil gambar mereka.


"Lalu pasangan Gio dan Aini yakni Sabila Gayatri dan Nabila Giani Putri!' Gio maju dan dua putrinya menangis meronta ingin turun.


"Astaga ... kamu baru dua minggu Babies!' gemas salah satu wartawan ketika memfoto mereka.


Aini membantu suaminya menangani dua bayi cantiknya yang lebih lasak dari pada kakaknya itu.


Semua bayi telah diperkenalkan, Arsh meminta maju dan hendak bicara pada para wartawan.


"Maaf Tuan Muda Arshaka Dougher Young hendak bicara!' ujar Michael memberitahu.


Bayi satu tahun setengah itu maju ke depan mik diambilkan. Ia tak mau digendong.


"Wawoh ... pemamat sian peumuana!" seru bayi tampan itu begitu arogan..


Semua wartawan tentu heboh mereka membidik dan ingin maju untuk mendapatkan gambar terbaik. Para pengawal sempat kesulitan, Gomesh menambah penjagaan hingga semua dapat terkendali.


"Alsh suma pilan talo peumuwa Paypi dadalah adetna Alsh ... sadhi spasa yan dandutin Paypi ...!" Arsh menghentikan ucapannya.


"Alsh putun pampai wowan ipu binta pampun mama Alsh!" lanjutnya sok jago.

__ADS_1


"Astaga kenapa dia tampan sekali. Mirip Tuan Virgou!'


"Pototna janan bacam-bacam pama nanat sisilan pama nanat fifiya!" lanjut bayi itu masih mengancam para wartawan.


"Nanat siapa?" tentu para wartawan tak paham dengan apa yang dikatakan Arsh.


Terra kesal dengan Bart, pria itu buang muka. Haidar langsung mengangkat Arsh dari sana sebelum kata-kata ajaib lainnya keluar dari mulut bayi itu.


"Papa ... Alsh selum selselai!" pekik bayi itu kesal.


"Sudah Baby ... mereka ketakutan dan minta Baby diambil!' ujar Haidar tentu saja bohong.


"Oh ... meuleta atut mama Alsh ya Pa?"


"Iya sayang .... mereka ketakutan sampai mau pipis dalam celana!" jawab Haidar lagi.


Tentu saja perkataan pria itu ditelan mentah-mentah oleh Arsh. Jangan salah lagi setelah bayi itu diturunkan. Arsh mendatangi semua saudaranya.


"Days!" semua menoleh.


Para perusuh paling junior itu berkumpul. Bahkan perusuh paling senior ikut gabung. Mereka penasaran dengan bahasan para bayi yang memaksa bicara itu.


"Pa'a yan selsadhi Paypi?" tanya Arsyad sok tua.


"Alsh pitatutin woh. Alsh padhi sansem paltawan janan dandutin paypis!" jawab Arsh begitu bangga.


"Wah ... bebat tamuh Paypi!" sahut Aisya.


"Pita meman halus menjadha adet payi pita!" ujar Fathiyya.


"Eh ... nomon-nomon, pa'a pi syana lada taum bentot?" tanya Maryam.


"Taum bentot yan tayat Mama Pimbi pilan ya?" sahut Aaima.


"Biya ... atuh basih peusanalan ...."


"Penasalan Baby!' ralat Harun.


"Biya ... pa'a yan tayat Ata' teumalin pilan te Tate Memalio?" sahut Aaima lagi.


"Oh yan pilan Papa nili?" Aaima mengangguk.


"Pati Papa eundat bentot!" sahut Bariana.


"Teumalin nanat sisilan pita sudah pahu ... setalan ada ladhi taum bentot!' Arraya menghela napas panjang.


Para perusuh senior membiarkan adik-adiknya berasumsi apapun. Tak ada yang membenarkan atau mengajari semua bayi. Karena baik Kean, Calvin, Satrio dan lainnya tidak tau apa itu kaum bengkok. Lalu tiba-tiba mata Aaima tertumpu pada seseorang yang bertubuh bungkuk.


"Pa'a ipu wowan yan pipilan taum bentot?" tanyanya sambil menunjuk orang yang menderita kifosis.


bersambung.


Eh ... bukan itu baby! 🤦🤦


next?

__ADS_1


__ADS_2