SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 85 Sihir Voodoo


__ADS_3

Bu Lastri membuka pintu kamar Andika perlahan.Ia melihat anaknya meringkuk dibalik selimut tebal.Tubuhnya bergetar,hawa panas menyeruak.


"Andika,kamu kenapa ??"Bu Lastri menghampiri anaknya,ia meletakkan punggung tangannya dikening Andika."Panas banget badan kamu Nak,ayok Mama antar pergi ke Dokter". Andika menggeleng lemah.


"Kok nggak mau sih, badan kamu panas banget loh"


"Maa,aku takut"suara Andika terdengar bergetar.


"Takut? takut apa?"


"Han-tu perempuan itu mengikuti ku"


"Hantu? perempuan ?dimana?"Bu Lastri dibuat merinding,ia mengitari kamar Anaknya."Dimana Dika?"


Andika mengintip dibalik selimut,ia mengedarkan pandangannya."Mungkin lagi ngumpet karena ada Mama"


Bu Lastri menautkan kedua alisnya, yang awalnya ia takut jadi merasa heran sendiri"Ayo jangan kebanyakan drama, badan kamu panas banget.Mama anter ke Rumah Sakit"


"Nggak Ma"Andika menarik selimut lalu menutupi seluruh tubuhnya.Bu Lastri menghela nafas pelan, tidak ada pilihan lain.Wanita paruh baya itu meninggalkan putranya sendiri.


__Mbah Sukma duduk diruang tamu sendiri dalam kegelapan.Karena lampu sudah dimatikan,para penghuni Villa ini sudah tertidur pulas.Jam di dinding menunjukkan pukul 01,05.Tapi Mbah Sukma tetap tak beranjak.


Tiba-tiba daun pintu Utama terbuka sedikit,tubuh Lucy menyembul dari balik pintu.Ia kemudian menutup kembali dengan pelan sekali hingga tidak menimbulkan suara.


"Astaghfirullah"Lucy kaget melihat Mbah Sukma duduk diruang tamu dalam kegelapan."Nenek belum tidur ?"

__ADS_1


"Nungguin kamu"Mbah Sukma bangkit dengan bantuan tongkatnya "Kamu dari mana ?"


"Emmmm biasalah Nek"Lucy menjawab dengan santai.


"Jangan coba-coba membohongiku,kamu pasti baru saja menakut-nakuti pamanmu "


Lucy cengengesan,ia bergelayut manja di lengan Sang Nenek."Habisnya dia punya niat jahat Nek, kemarin dia ingin merampok Rumah ini.Mangkanya aku kerjain dia"


"Ya sudah sana cepat tidur,dan berhenti ngerjain Pamanmu"


"Ok Nek"Lucy mencium pipi Neneknya sebelum pergi masuk ke kamarnya.


Zulkarnain melihat semua itu dari lantai atas, ternyata benar dugaannya.Andika punya niat jahat,dan Lucy berhasil menggagalkannya.


Sewaktu Lucy akan pergi ke kamarnya,ia melewati kamar Pak Hans.Dan tiba-tiba langkah Lucy terhenti,Ia merasa kaku.Lucy menatap daun pintu kamar Kakeknya.


Dengan kekuatan yang dia punya,Lucy mampu membuka pintu tersebut."Kakek!!"Lucy menjerit histeris.Ia melihat Kakeknya menegang di atas kursi rodanya.Kepalanya terpelintir ke samping.Mulutnya menganga seperti ingin bicara tapi tidak bisa.


"Ini ada yang tidak beres"Lucy mengusap kedua matanya.Ia terbelalak,ada orang memakai sihir dengan boneka Voodoo."Kurang ajar"Lucy begitu marah,ia bangkit tapi tangannya ditahan oleh Pak Hans.


"Kakek"Lucy tercekat melihat Pak Hans seperti berusaha menahannya.KRETEK KRETEK tulang tulang seperti dipatahkan.Mulut Pak Hans berbuih.Lucy tidak bisa membiarkan ini semua.Ia melepas tangan Kakeknya akan tetapi ???Kretek.


Leher Pak Hans patah dan ia menghembuskan nafas terakhirnya.


"KAKEEEEKKKKKK"jeritan Lucy membangunkan semua orang didalam rumah itu.Ia memeluk mayat Sang Kakek disertai Isak tangis.

__ADS_1


"Lucy....Ayah"Orang yang pertama kali muncul adalah Zulkarnain.Kemudian disusul yang lain."Ada apa ini Lucy-?"Zulkarnain memeriksa kondisi Sang Ayah.Lucy tak menjawab,tatapan matanya kosong.


Ia bangkit lalu keluar tanpa mengucapkan apapun.


"Kakek kenapa Ayah?"Lisa belum menyadari apa yang terjadi.


"Kakek sudah wafat Nak"Zulkarnain menjawab dengan rasa pilu yang teramat sangat.


"Apa??"Lisa terlihat begitu shock,ia tidak menyangka Kakeknya akan pergi secepat itu.Padahal dia baru saja beberapa hari mendapatkan kasih sayang seorang Kakek.


Mbah Sukma menatap kepergian Lucy dengan penilaiannya sendiri.Pasti Lucy tahu sesuatu.


"Mbah Lucy mau kemana itu?"Laras sendiri merasa heran.


"Tolong cepat susul dia Laras"Mbah Sukma memberi perintah.Laras mengangguk,ia pun segera berlari menyusul Lucy.


"Lucy!!"Seru Laras sambil terus menyusul langkah Lucy yang tak ubahnya seorang mayat hidup."Lucy tunggu"Akhirnya Laras mampu menghadang langkah Lucy.


"Kamu mau kemana malam-malam begini?"


Lucy tak menjawab, didalam pancaran bola matanya seperti tidak ada kehidupan.Ia seperti patung yang bernyawa.


"Lucy,tolong jangan begini.Ayo kita kembali ke dalam.Kita urus jenazah Kakekmu sama-sama "Laras berusaha membujuk.


"Lucy..."Mbah Sukma ternyata juga menyusul."Jika kamu ingin balas dendam jangan sekarang, kasihan Kakekmu.Jenazahnya belum di urus"

__ADS_1


Barulah Lucy berpaling menatap Mbah Sukma.


"Ayo nak masuk dulu,Dan bantu Ayahmu mengurus Jenazah Kakekmu"Mbah Sukma mengulurkan tangannya.Lucy memilih mengikuti saran dari Mbah Sukma.Ia menahan perasaannya yang ingin segera membunuh pelaku pembunuhan Kakeknya.


__ADS_2