SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 43 Janji Mbah Sukma


__ADS_3

Laras memarkirkan sepeda motornya disamping toko,si kembar bergantian turun dari atas sepeda.Mbah Sukma sudah menunggu didepan pintu samping toko dengan tangan terlipat didada.


"Lucy... ikut nenek!"seru Mbah Sukma tegas seraya melangkah menuju kamar yang ia sewa. Lucy mengekor tanpa kata dari belakang.Laras dan Lisa saling berpandangan satu sama lain.


"Laras setelah menyiapkan makanan untuk Lisa kamu juga kesini"Mbah Sukma memberi perintah tanpa menoleh.


"Ikuut"rengek Lisa sambil menarik ujung bajunya Laras.


"Ssstttt Nenek kayaknya lagi marah,Lisa nggak mau kan dimarahin Nenek"bujuk Laras.


"Tapi Lucy kok ikut"


"Kayaknya Lucy yang buat nenek marah, jadi Lisa jangan ikut-ikutan ya "


Lisa cemberut.Ia masuk ke dalam toko kelontong dengan muka masam.


"Apa kamu menggunakan kekuatan mu?"tanya Mbah Sukma penuh selidik.Lucy hanya menundukkan pandangannya.


"Untuk apa kamu menggunakan kekuatanmu??apa kamu tidak.....


"Kalau aku tidak bertindak ayyah pasti tertabrak truk Nek"Lucy memotong cepat kalimat Neneknya.


"Tapi...


"Tapi apa Nek??apa aku salah melindungi seseorang yang dicintai Ibuku?"

__ADS_1


Mbah Sukma tercekat


"Dia ayahku Nek...aku bisa melihat binar cinta Ibuku kepadanya dari ingatan nenek.Setiap aku merindukan sosok ibu dan ayah.Aku selalu melihatnya dalam ingatanmu Nek"


"Apa aku salah merindukannya ??apa aku salah berharap memeluknya??"


"Aku tetap diam disini tidak berbuat apapun meskipun ayah yang ku rindukan ada didepan mataku hanya karena satu alasan, karena aku menyayangimu Nek"


Mata Mbah Sukma mengembun,ia meraih tubuh kecil Lucy kemudian dipeluknya erat.


Laras yang sedari tadi menguping menyeka air matanya kemudian masuk ke dalam kamar Mbah Sukma.


"Laras apa kamu memberikan alamat rumah ini saat registrasi di sekolahan Lucy ??"


"Ganti nomer HP mu dan pindahkan Lucy dan Lisa ke sekolah lain besok "


Laras menatap Lucy yang hanya diam saja.Ia merasa iba pada anak itu.


"Maafkan neynek Lucy, kalau kamu bisa melihat semua ingatan Nenek?Kamu pasti akan melihat orang yang jahat kepada Ibumu.Dia masih ada didekat Ayahmu.Dan anak laki-laki itu kemungkinan anaknya "


"Karena disaat Nenek terakhir bertemu dengannya, Nenek melihat dia tengah mengandung "


Lucy memilih diam.


"Bawa Lucy Laras,dia belum makan "

__ADS_1


"Baik Mbah "Laras merangkul bahu Lucy dan mengajaknya keluar . Bocah itu tetap bungkam seribu bahasa.


"Mbah"Laras membuka suara disela kesibukannya menyetok barang yang kosong.


"Ada apa"Mbah Sukma menghentikan gerakan tangannya yang tengah melipat baju.


"Mbah kok bisa tahu sih kalau Lucy menggunakan kekuatannya ?"


"Kamu menguping ya??"


"Ditanya kok malah nanyak sih Mbah ??"


"Kotak hitam itu bergetar keras seperti memanggil si empunya untuk digunakan.Kekuatan Lucy dengan kotak topeng iblis pencabut nyawa itu sangat terhubung kuat "


"Oooohhh begitu "


"Tapi jangan keras-keras sama Lucy Mbah dia kan masih kecil,aku nggak tega pas dia bilang rindu Ayahnya.Lucy itu sangat menyayangimu Mbah.Kalau tidak,dia pasti sudah menemui Ayahnya yang nyata tiap hari ketemu "


"Aku hanya ingin melindunginya Laras, karena dia masih kecil takut dia tidak bisa menahan diri "


"Kasihan Lucy Mbah,dia seperti dipaksa oleh keadaan untuk menghadapi banyak ujian berat "


"Yang nggak kasian sopo cah ayu... nanti kalau sudah tiba masanya,akan aku serahkan sendiri Lucy ke Ayahnya"


Mbah Sukma melafazkan janji!

__ADS_1


__ADS_2