
Andrew tidak segera menjawab,Ia bingung takut salah jawab.Kalau ia bilang tidak, Takut bos Papanya itu tahu kalau ia berbohong.Kalau ia bilang iya,nanti pasti identitas Lucy akan terbongkar ke halayak ramai.
"Kenapa diam ?? kamu kenal dia kan??"Zulkarnain mengulang pertanyaannya.
"Anak muda jawab saja dengan jujur jangan banyak diam, jangan bikin kami gereget sama sikap kamu"Riky ikut berbicara, karena ia geram melihat Andrew tidak segera menjawab malah bertele-tele.
"Mm Tuan saya bingung mau jawab apa ?? saya hanya ingin menjaga privasi seseorang"Andrew akhirnya berkata seadanya.
"Kau jangan khawatir, kalau kamu kenal gadis itu, pertemukan kami.Kami tidak berniat jahat padanya,tapi dia adalah bagian dari kami juga"Riky menjelaskan detailnya.
"Maksudnya ??"Andrew menautkan kedua alisnya.
"Dia anakku yang hilang, mereka kembar"Zulkarnain menjawab dengan hati yang remuk.Andrew terkejut bukan main mendengar hal itu.Tapi ia tidak mau tertipu,ia harus tahu beberapa hal biar tambah yakin.
"Tuan tahu siapa nama mereka ??"
__ADS_1
"Kau"Riky emosi sekali mendengar pertanyaan konyol dari Andrew,tapi Zulkarnain menahan asistennya berbuat kasar kepada anak muda dihadapan mereka.Malah Zulkarnain melemparkan senyuman manis.
"Aku salut padamu yang begitu melindungi privasi anakku"Zulkarnain memberi pujian "Dulu mereka hilang sebelum aku sempat memberinya nama,tapi sewaktu mereka berumur lima tahunan.Aku pernah bertemu mereka,nama mereka Lisa dan yang bersamamu dicafe adalah Lucy.Tapi aku kehilangan mereka lagi"
Barulah Andrew percaya kalau Lisa dan Lucy ternyata anak Bos Papanya.
"Aku ingin sekali bertemu mereka.. bisakah kamu membantuku"Zulkarnain menyambung kalimatnya dengan sebuah permintaan.
"Baiklah Tuan, jika anda ingin bertemu dengan Lucy.Aku akan tunjukkan tempatnya, nanti malam tepat ditengah malam."Akhirnya Andrew memberikan petunjuk walaupun masih membuat Zulkarnain dan Riky kurang mengerti.Tapi mereka memilih setuju tanpa banyak bertanya.
"Kita menunggu apa disini ??"Riky yang memang tidak suka menerka-nerka memilih bertanya langsung kepada Andrew.
"Sttt"Andrew meletakkan telunjuknya dibibir"Jangan berisik kita tunggu saja "Jawab Andrew sambil lalu memperhatikan langit.Sebuah kelebat putih yang dinanti telah terlihat"Nah tuu"Andrew menunjuk ke arah atas.
Zulkarnain dan Riky melihat ke arah yang ditunjuk.Yah ada gadis berjalan dipucuk pohon.Ia nampak seperti seorang penari balet."Itu Lucy"Andrew memberi tahu karena melihat kedua laki-laki yang bersamanya terlihat diam tak bergeming.
__ADS_1
Zulkarnain bangkit perlahan,Ia berjalan mendekati gadis itu.Lucy yang tidak menyadari kalau ada ayahnya dibawah tetap bermain memijak-mijak daun dan melayang sesuka hati.
"Lucy..."Zulkarnain memanggil putrinya untuk pertama kalinya.Lucy kaget mendengar ada yang menyebut namanya.Ia menoleh ke kiri dan ke kanan."Lucy..."Sekali lagi Zulkarnain memanggil.
Akhirnya Lucy menemukan arah suara,Ia terpaku tak percaya siapa yang ada dihadapannya.Perlahan Lucy melayang turun menapak tanah.
"Lucy..."Zulkarnain mempercepat langkahnya,Ia berhambur memeluk sang buah hati yang telah bertahun lamanya tidak bertemu."Lucy ini ayah nak"Zulkarnain tidak dapat menahan tangisnya,ia tidak malu mengeluarkan air mata yang bertahun membeku dibalik senyumnya.
"Kamu tidak kenal ayah ?"Zulkarnain menatap wajah putrinya yang mematung."Aku ayah mu nak...aku ayah mu"
Perlahan Lucy membelai pipi sang ayah.Ia menghapus sisa-sisa air mata Zulkarnain."Ayah sehat ?"
Zulkarnain tersenyum sambil menangis, bertahun-tahun ia menunggu putrinya memanggilnya Ayah kini sudah didengarnya."Ayah sehat nak ayah sehat, Lucy juga sehat kan?"
Lucy tersenyum lalu mengangguk pelan
__ADS_1